Amalan - Amalan Utama di Bulan Ramadhan

Mei 04, 2020 Forum Tarbiyah 0 Komentar


Notulensi Kajian Daring Pra-Ramadhan FOTAR

Tema : Fiqh Puasa (Part 2)
Pemateri : Ust. Ismail Farros, Lc
Tanggal : 3 Mei 2020
Pukul : 14.30-16.30 MYT
Tempat : Aplikasi Zoom

Muhasabah Ramadhan

Tidak terasa hari-hari Ramadhan telah berlalu. Maka setelah memasuki pekan kedua Ramadhan ini, kita perlu menghitung kembali (muhasabah) atas apa saja amal yang sudah kita lakukan.

Seperti apa malam-malam Ramadhan kita lalui?
Seperti apa kualitas tarawih kita, dzikir kita, disaat kita diberi Allah begitu banyak waktu luang?

Karena hari ini adalah masa beramal tanpa hisab, dan kelak adalah masa hisab tanpa perlu lagi amal.

Ketika kita tidak melakukan evaluasi secara rutin (misal harian), jangan sampai kita terkejut dan menyesal di hari akhir nanti. Pentingnya muhasabah juga disampaikan oleh Sahabat Nabi, Umar ra. :

حَاسِبُوْا أَنْفُوْسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوْا
Artinya: “Hitung-hitunglah diri kalian sebelum kalian dihitung (oleh Allah)”.
Esensi Berpuasa Ramadhan
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. 2:183).

Dari Surat Al Baqarah ayat 183, kita dapat mengetahui, bahwa Allah memerintahkan kita untuk berpuasa agar kita menjadi orang yang bertaqwa. Pengertian taqwa adalah mentaati perintah Allah swt. dan menjauhi larangan-Nya.

Berikut adalah amal-amal utama yang mendorong kita agar dapat menjadi pribadi yang bertaqwa :
A.Mentaati perintah-Nya
1. Sholat
Amalan yang paling pertama dihisab adalah sholat. Kalau sholat kita baik, maka insyaa Allah, kita akan dibimbing untuk mebaikkan amalan yang lainnya. Maka dari itu, berusahalah untuk meningkatkan kualitas sholat kita dengan menunaikannya tepat waktu dan dilengkapi dengan sholat sunnah rawatib, dhuha, dan tarawih. Bagi yang sudah merasakannya, akan ada kenikmatan tersendiri bila kita dapat 'mengejar-mengejar' sholat bukan kita yang dikejar-kejar waktu sholat.

2. Tilawah
Bulan Ramadhan erat kaitannya dengan Al-Qur'an. Hal itu dijelaskan di dalam kutipan Surah Al Baqarah ayat 185 :
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ
Artinya : (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia

Sebagaimana juga yang telah dicontohkan Rasulullah SAW serta salafussalih yang begitu dekat interaksinya dengan Al Qur'an, maka sebagai umat yang mengaku cinta kepada Nabi Muhammad kita perlu menanamkan pada diri kita kesungguh-sungguhan untuk berinteraksi dengan Al Qur'an.

3. Dzikir & Do'a
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW. bersabda:
مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
Artinya: “Barangsiapa yang mengucapkan: SUBHANALLAHI WABIHAMDIH sehari 100 kali, maka kesalahan-kesalahannya akan diampuni (Allah Swt.) walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Imam Al-Bukhari no. 5926 dan Muslim no. 2691).
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu". (QS. Al-Mu'min : 60)

Selain itu, istighfar, shalawat, serta dzikir setelah sholat juga termasuk dzikir yang utama.
Jum'at sore, waktu sahur, sebelum berbuka, dan ketika hujan termasuk waktu mustajab untuk bermunajat serta berdo'a kepada Allah swt.

4. Bersedekah

B. Menjauhi larangan-Nya
1. Taubat
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Artinya : “Katakanlah; wahai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampunkan dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Az-Zumar: 53)

Allah swt. memerintahkan kita untuk tidak berputus asa dari rahmat-Nya yang begitu luas. Berputus asa dari rahmat Allah justru merupakan suatu dosa.

Karena bila Ia berkehendak, sesulit apapun  kita meninggalkan maksiat, Allah swt. menjadikan kita membencinya.

2. Meninggalkan berbagai perkara yang sia-sia
Perkara yang sia-sia adalah apasaja yang tidak membawa kebaikan bagi kita di akhirat. Termasuk merugi bagi orang yang tidak merasakan syiar Ramadhan, menganggap bulan mulia ini sama saja dengan bulan lain.

3.Tidak bermaksiat di Bulan yang harusnya penuh ketaatan
Termasuk kerugian yang besar apabila kita bermaksiat di bulan yang banyak diisi oleh orang lain atau orang disekeliling kita dengan banyak ketaatan.

Demikian notulensi Kajian Dua Pekanan Fotar, semoga di pekan kedua Bulan Ramadhan ini kita tetap semangat dalam meningkatkan ibadah dan amal kebaikan.

Fotar IIUM
#DakwahHingaJannah

Notulensi Kajian Daring Pra-Ramadhan FOTAR Tema : Fiqh Puasa (Part 2) Pemateri : Ust. Ismail Farros, Lc Tanggal : 3 Mei 2020 ...

0 Komentar: