Sampai Kapan?

Maret 28, 2020 Forum Tarbiyah 0 Komentar

http://www.republika.com

“When will live go back soon to normal?” – Imam Omar Suleiman

Penahkah pergi bareng anak – anak, yang terus bertanya, masih jauh nggak? Sampai kapan? Udah sampai mana? Berapa lama lagi? Atau terjebak di kemacetan yang gak jelas dimana ujungnya dan kapan beresnya. Dan kamu nggak bisa mengubah keadaan. Tiap cek google maps, waktu perkiraan tiba terus berubah. Tapi kamu stuck, gabisa berbuat apa-apa.

Bukankah kali ini, situasi kita cukup mirip? Dipenuhi pertanyaan kapan usainya cobaan ini? Ada yang menyatakan tiga bulan, enam bulan, setahun? Dan kepala dipenuhi rencana-rencana yang tertunda. Ketidakpastian yang ada di depan mata.

Sadarkah kita bahwa justru itulah ujiannya : KETIDAKTAHUAN tentang KAPAN

Coba cek lagi, jangan-jangan yang bikin kita stress adalah RASA INGIN TAHU soal kapan ini semua berakhir, dan kapan pertolongan Allah swt. datang. Ingatkah kita, para nabi aja nggak dikasih bocoran. Nabi Ayyub nggak tau kapan bakal sembuh, Nabi Ya’qub nggak tau kapan akan kembali dipertemukan dengan Nabi Yusuf, Nabi Yusuf nggak tau kapan keluar penjara, Nabi Yunus juga nggak tau kapan (atau akankah) keluar dari perut ikan. Allah swt tidak memberi tahu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kapan misi beliau akan selesai. 

Allah tidak menjanjikan berapa minggu ujian ini akan berlangsung, atau berapa bulan..tapi Allah berjanji akan memberi balasan terhadap setiap apa yang kita lakukan selama cobaan ini berlangsung. Tapi ya itu, ujiannya adalah kita ga tau sampai kapan.

Jadi daripada kita mikirin yang gak pasti, fokuslah pada saat ini. Lihat apa yang kita miliki sekarang dan syukuri. Keluarga, Kesehatan, rasa aman, yang belum tentu kita miliki beberapa minggu  ̸ bulan lagi. Tak ada yang janji bahwa kita gak bakal mati sebentar lagi, sebelum, atau setelah beres pandemi.

Sadari bahwa sabar itu bukan sekedar menunggu ujian ini berakhir, tapi tentang bagaimana cara kita menunggu.

Fokus pada saat ini. Banyak yang mesti kita lakukan. Banyak bekal yang mesti dikumpulkan. Berhenti terobsesi dengan segala probabilitas dan kemungkinan soal kapan. Tapi yakinlah bahwa akhirnya akan hadir ketenangan bagi orang yang beriman. Mungkin ketenangan di dunia dengan berakhirnya ujian ini, tapi yang pasti aka nada ketenangan di akhirat. Yakinlah bahwa Allah tidak akan membiarkan momen ini berlalu begitu saja tanpa meninggalkan sesuatu yang bermanfaat buat kita.

Jadi jangan sibuk bertanya : Kapan?. Apakah ini  akan sampai Ramadhan? Jangan menunda melakukan kebaikan hingga Ramadhan, lagipula, nggak ada yang menjajikan kita hidup untuk melihat Ramadhan.

Fokus untuk kembali pada Allah
S E K A R A N G. 

Penulis : @loveshugah

http://www.republika.com “When will live go back soon to normal?” – Imam Omar Suleiman Penahkah pergi bareng anak – anak, yang terus ...

0 Komentar: