Kemudahan yang Menjadi Sumbu Kehancuran

November 15, 2019 Forum Tarbiyah 0 Komentar



https://www.hlb.com.my


Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian
Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian

Dalam pepatah yang sudah sering kita dengar sejak kecil ini di sampaikan bahwa  kita harus berani dan kuat untuk memperjuangkan kebahagian meskipun dengan rasa sakit diawal. Seperti layaknya seseorang traveller, untuk mencapai tempat tujuan yang diimpikan, kita harus menempuh jarak, meluangkan waktu, serta hambatan yang mungkin hadir di tengah perjalanan.

Banyak orang ingin menjadi kaya karena ingin mendapatkan kemudahan dalam beberapa aspek kehidupan. Ya, hal itu boleh saja. Sebagai seorang muslim bahkan dianjurkan untuk mencari harta yang halal untuk digunakan kepada hal yang baik. Namun, kemudahan ini seringkali melenakan dan menjatuhkan pelaku ke dalam jurang keterpurukan.

Kita bisa ambil dari sisi kehidupan pengusaha sebagai contoh. Tahukah kalian, bahwa tantangan terbesar pengusaha bukanlah saat-saat sulit ketika awal merintis bisnis? melainkan ketika ia mencapai puncak kejayaan bisnisnya. Karena pada masa itu, seseorang akan merasa pada posisi yang cukup aman, sehingga dirinya tidak merasa terpacu untuk melakukan berbagai hal produktif seperti pada awal dia mati-matian membangun usaha. Ketika itu, gaya hidup konsumtif bisa saja muncul jika si pengusaha tidak dibentengi iman yang kuat. Lantas apa yang terjadi? Bisnisnya kemungkinan besar terancam hancur karena benar-benar terlena. Kalaupun tidak, kualitas dirinya-lah yang hancur dikarenakan skill yang dengan lelah ia raih tak lagi diasah.

Untuk itu, mari kita nikmati setiap proses challenging yang tak jarang menguras hati dan pikiran ini dengan penuh tekad dan keyakinan! Insya Allah ketika sudah dapat survive dan berusaha untuk terus tersenyum ditengah kesulitan, kita akan menjadi pribadi yang mudah bahagia disetiap keadaan. Yang terpenting, jangan lupa untuk selalu yakin bahwa Allah tidak akan pernah membiarkan hamba-Nya mendapat ujian melebihi batas kemampuan dan ingatlah bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil. 


Penulis : Shofa Karimah

https://www.hlb.com.my Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian Dal...

0 Komentar: