Pelita Hati Meredup?

Oktober 25, 2019 Forum Tarbiyah 0 Komentar

source: wallhere.com


Mengingat orang tua dahulu berkata  kalau sudah berpendidikan ke jenjang yang tinggi, maka orang itu akan mempunyai status di lingkungan sosialnya”. Kini kita sudah mulai memasuki abad ke 21, orang-orang sudah berlomba-lomba menghiasi namanya dengan berbagai gelar yang didapat dari bangku perkuliahan. Seperti tidak ada batas kalangan, gelar sarjana apapun bisa melekat ke nama kalian dengan mudah. Berbagai berita dikoran maupun ditelevisi pun menceritakan bahwa angka kebodohan bergerak kebawah dengan tajam disetiap tahunnya. Sungguh, ini adalah kemajuan yang pesat dalam SDM (Sumber Daya Manusia) di negeri ini.

Bukan kedamaian atau ketenteraman seperti apa yang diharapkan orang dahulu datang ke negeri ini. Malah berbagai persoalan dan permasalahan baru menghiasi disetiap sudut penjuru negeri ini. Semua orang merasa diatas, orang pintar membodohi orang pintar, semua kepala merasa bahwa isinya telah benar.

Lampu etika dan adab meredup dihati manusia perlahan-lahan, anak muda sudah tidak lagi menghormati yang lebih tua darinya. Tidak ada lagi keharmonisan dalam masyarakat, tidak ada lagi kehangatan dilingkungan sosial. Kini hati rakyat sudah terbuai gelar pendidikan tinggi mereka sendiri.

Pelita hati berteriak memohon bantuan agar ia tak padam di negeri tersebut. Namun seluruh manusia di negeri itu sudah terlanjur menutup mata dan telinga, hingga tidak mendengar jeritan lampu pelita mereka. Berbagai perang akhirnya muncul menghujani rakyat. Memporak-porandakan negeri dan seisinya. Bukan letusan perang antar Negara lain, melainkan perperangan melawan ego masing-masing yang hampir menghilangkan separuh populasi Negara tersebut.

Ini adalah persoalan yang rumit dan kompleks dibandingkan era pada sebelumnya. Pemimpin dan para petinggi negeri tersebut panik saat tersadar bahwa lampu pelita hendak meninggalkan negeri itu selama-lamanya. Mereka tersadar, bahwa jika pelita hati mati, ia akan membawa pergi lampu pendidikan dan akan menyisakan kegelapan sepekat-pekatnya di negeri tersebut.

Akhirnya, penduduk negeri tersebut tersadar bahwa pelita hati harus dijemput kembali. Bahkan sepanjang apapun gelar melekat pada diri, bukan berarti ia bisa menerangi negeri ini. Tetap, kembali kepada etika dan adab yang pemegang kendali nilai bangsa ini.

 By Anonymus

source: wallhere.com Mengingat orang tua dahulu berkata   “ kalau sudah berpendidikan ke jenjang yang tinggi, maka orang itu akan me...

0 Komentar: