Jodoh

Agustus 23, 2019 Forum Tarbiyah 0 Komentar




https://images.app.goo.gl/sKjFDDRVJcpTFSHN9


Apapun pilihan yang dilakukan manusia, tidak terlepas dari ketentuan Allah. Termasuk soal jodoh, ketentuan Allah ini disebut qada dan qadar. Atau istilah lainnya, takdir. Sebelum kita jauh membahas tentang jodoh, kita perlu memahami apa yang di maksud dengan qadar dan takdir. Secara singkat qadar adalah ketetapan yang di berikan oleh Allah sebelum kita terlahir ke muka bumi ini dan tidak bisa diinterfensi dan dirubah sampai kita wafat. Mau kita update status di sosial media beribu-ribu kali juga tidak akan bisa merubahnya. Sedangkan takdir adalah ketetapan Allah yang dikukuhkan atas ikhtiar makhluk jadi ada usaha dulu baru Allah tetapkan.

Dengan kata lain jodoh bisa dikategorikan kedalam takdir, dikarenakan ia memerlukan usaha dari makhluk. Teruntuk kawan-kawan kita yang jomblo jangan bersedih, kalian tidak dilahirankan untuk jomblo kok, tenang saja. Kalian bisa mengubah kejombloan kalian dengan contoh nge-dm gebetan, stalking mantan siapa tau udah siap untuk dinikahin. Nah itu bisa di kategorikan sebagai usaha.

Terus muncul pertanyaan "Bagaimana sih kita tau kalau si doi ini jodoh kita atau bukan?". Mengutip dari perkataan salah satu ustadz, Allah akan memberikan sinyal jodoh ke setiap orang. Bisa jadi kita punya kecenderungan ke orang lain atau orang lain punya kecenderungkan ke kita. Tinggal kita nya aja isthikhorah, patokanya ya dari agama -apakah dia baik- akan tetapi kita punya free will atau pilihan untuk menerima atau menolak.

Kalau sudah ada signal jodoh itu saya harus gimana? pacaran? jangan, pacaran bukan solusinya. Terus gimana saya bisa mengenali pasangan kita? kalau ikut gaya pacaran zaman now kan saya bisa tahu semua tentang dirinya, kemudian bisa tau cocok atau engga?. Tenang ada solusinya, jadi ada 3 cara untuk kita bisa mengenali calon pasangan tanpa pacaran.

Pertama adalah menilai sesuatu yang menarik dari calon pasangan kita, tolak ukurnya muka dan telapak tangan saja. Contohnya, kita bisa lihat wajah calon pasangan kita nanti, "oh matanya cantik" gitu cukup. Kedua mengenali pihak keluarga. Mengenali keluarga, ini caranya, keluarga ayah akan mewariskan fisik kepada anak keturunan. Masa sih?
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, berkata “Seorang lelaki dari Bani Fazarah mendatangi Nabi Shallahu ‘Alaihi Wasallam dan berkata, "Istriku telah melahirkan anak yang berkulit hitam" Nabi berkata, “Apakah kamu punya unta?” “Ya” jawab laki-laki itu. “Apa warnanya?” tanya Nabi. “Merah”, jawabnya. “Apakah di antara anaknya ada yang berwarna hitam?” tanya Rasulullah. “Ya ada”, jawabnya. “Dari mana datangnya? Tanya Nabi. “Mungkin mirip dengan kakeknya atau pamannya.” (HR Bukhori 684 dan Muslim 1500).
Dari hadist di atas diceritakan seorang lelaki dari bani fazarah mendatangi ke Nabi Shallahu‘Alaihi Wasallam karena anaknya memiliki warna kulit yang berbeda dari kedua orang tua dan umumnya sifat-sifat dilihat dari keluarga ibunya. Dan yang terakhir adalah mengenali lingkungannya. Gimana kita tahu lingkungannya? ya bertanya, misalnya hobi kamu apa? Setiap weekend kamu kemana? “oh saya biasanya weekend jalan-jalan ke mall malamnya biasanya party di club deket ancol” dari situ kita bisa tau lingkunganya dan itu bisa jadi tolak ukurnya. Setiap orang punya kekurangan masing-masing tapi diri kitalah yang harus menerima kekurangan tersebut.

Tulisan ini akan ditutup dengan Sebuah kata kata mutiara
مَنْ طَلَبَ أَخًا بِلاَ عَيْبٍ بَقِيَ بَلاَ أَخ
Barang siapa mencari teman yang tidak bercela, maka ia akan tetap tidak mempunyai
teman. Siapa yang mencari istri yang tak bercacat seumur hidup tidak akan beristri

Penulis: Ukydsn

https://images.app.goo.gl/sKjFDDRVJcpTFSHN9 Apapun pilihan yang dilakukan manusia, tidak terlepas dari ketentuan Allah. Termasuk so...

0 Komentar: