Jejak Lentera (Sebuah Sajak)

Agustus 16, 2019 Forum Tarbiyah 0 Komentar

(CHAPTER 1) "ADAKALANYA"
Ajari aku menggunakan pena
akan kutulis gemercik air, udara dingin, kabut senja, sampai daun daun gugur..

Adakalanya,
dalam sibuknya aktivitas kita 
kita merasa kosong lantas bertanya, untuk apa semua ini kita lakukan ?

Adakalanya dalam sepinya hari yang kita jalani
Kita merasa lelah lantas bertanya,
kemana perginya orang orang ?

Adakalanya kita ingin sendiri..
Adakalanya kita ingin berteman..
Sayangnya tidak semua orang mampu mengerti dengan keadaan kita..
Terutama keadaan hati.

Adakalanya kita ingin di biarkan tidak ditanyai bahkan tidak ingin di perdulikan, kita hanya ingin demikian meski tanpa ada alasan...

Adakalanya....
Senja itu pun tak berartikan apa apa..
Terasa hampa dan tak lagi nirwana..


(CHAPTER 2) "KENAPA HARUS MATI DULU ?"
Pada umumnya, kebanyakan dari kita mendatangi seseorang  ketika seseorang itu telah tiada,
Berkata selamat jalan dengan air mata yang sebenarnya sudah tidak lagi berguna,
Tak peduli itu teman,sahabat,pasangan bahkan keluarga.
Kenapa harus mati dulu ?
baru kamu mendatanginya dengan  penyesalan
Kenapa harus mati dulu ?
baru kamu datang membawa bunga untuknya 
Kenapa harus menunggu mati dulu ?
baru kamu mengatakan yang sebenarnya bahwa kamu sayang padanya 
Lebih tepatnya di saat saat seperti itu
Ia tidak butuh lagi air mata meski air mata mu mengeluarkan darah sambil berkata cinta

J
ika kamu benar benar menyayanginya
Kenapa kamu tidak mendatanginya sekarang ?
mengapa kamu tidak membawa bunga untuknya sekarang ?
mengapa kamu tidak mengatakan kata kata cintamu itu sekarang ?
mengapa harus menunggu ia mati dulu ?
kamu harus lebih bijak dalam memahami isi hatimu.
jika kamu benar benar menyayangi teman ibumu itu ayahmu  itu, keluargamu sahabatmu ataupun pasangan itu
Datangilah mereka sekarang
dengan rasa cinta berpadu senyuman sebelum mereka pergi lalu meninggalkan penyesalan.. 
#Jejak_Lentera
#penaSantri



Penulis : Alwinsyah Almahendra



(CHAPTER 1) "ADAKALANYA" Ajari aku menggunakan pena akan kutulis gemercik air, udara dingin, kabut senja, sampai daun daun gug...

0 Komentar: