Your Problems Are Your Games

Juli 12, 2019 Forum Tarbiyah 0 Komentar

https://r1.ilikewallpaper.net/pic/201211/Battlefield_3_Action_Game__2_640.jpg

Ada tubuh yang lelah dengan beban menahun. Rasanya, ingin sekali membuang jauh-jauh beban yang memberatkan tubuh ini. Biar saja terapung jauh. Jika bisa, sampai mata ini tak lagi melihatnya.

Kita pasti pernah memiliki masalah yang berat. Walaupun, tentu ukuran berat persoalan manusia berbeda-beda. Menurutku, masalah mu tak seberapa. Begitupun mungkin kau, melihat masalah ku tak sebanding dengan yang kau miliki. Karena itu semua persoalan individu. Berat atau tidaknya tergantung dari pada level kita masing-masing. Hal ini sesuai dengan kutipan firman Allah SWT. 
وَلَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا                                      
 "Dan kami tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya…" (QS. Al – Mu’minun : 62)

Mungkin, saat kita sedang menghela napas dalam-dalam lalu menghembuskannya cukup kencang kerap kali mengeluhkan cobaan yang kita miliki.

Namun, jika kita percaya pada ayat ini, it is supposed to be relieved. Kita hanya akan dibebankan problem yang sesuai dengan kapasitas kita. Ini adalah salah satu dari sekian banyak rahmat Allah SWT kepada hamba-Nya.

Jika kita berpikir sedikit lebih dalam lagi, bahwa segala ujian yang melanda kita adalah tentang kita. Tentang pengalaman yang belum pernah kita alami. Sesuatu yang terasa berat adalah hal yang belum kita ketahui cara menyelesaikannya.

Masalah adalah sarana untuk meningkatkan level manusia. Semakin berat semakin tinggi levelnya. Kita boleh ambil analogi sederhana dari game Mobile Legend yang sedang trending di tahun ini. Pasalnya, ada tujuh tingkatan yang menunjukan kemampuan si pemain. Dari tingkat ter-rendah yaitu warrior,   elite,  kemudian naik pada tingkatan master, grand master, epic, legend hingga pencapaian level yang tertinggi yaitu Mythic.

Disaat bermain game, kita akan menemukan kesulitan, kegagalan, turun tingkatan, kejenuhan, dll. Those are the problems. Itu semua sangat lumrah dalam permainan.

Bagi epic, sulit sekali naik pangkat menjadi legend. Begitupun legend, tentunya butuh usaha untuk bisa mencapai mythic. Namun, saat kita mampu memahami game dengan baik, berpikir effective dan terus berusaha. Akhirnya, kita sampai juga pada tujuan.

Mengutip salah satu kesimpulan tulisan  dari laman ScienceDaily yang berjudul "New Studies Illustrate How Gamers Get Good". Salah satu cara yang paling efektif untuk menguasai game adalah dengan menjadi moderat. Tidak perlu bermain sampai berkali-kali bahkan begadang sampai malam. Namun seperlunya saja. Berikan jeda waktu untuk berisitirahat.

Bagaimana mereka menemukan kesimpulan yang efektif untuk menguasai game? Tentu dengan terjun kedalam game tersebut. Mereka tidak menghindari permainan. Namun mencoba menguasainya dengan menganalisa kemungkinan yang ada. Akhirnya, permainan sulit terasa lebih ringan.

Salah satu penceramah TED Talks juga menyampaikan pemikirannya tentang bagaimana berbicara dengan bahasa asing layaknya bermain game. Ia mengambil sample game bergenre FPS (First Person Shooter) yang dimainkan muridnya dulu saat mengajar Bahasa Inggris di Malaysia. Ia mengakui bahwa muridnya memiliki kemampuan berbahasa yang standar. Tetapi, muridnya tersebut mampu menyampaikan pesannya dengan efektif, tanpa bertele-tele, and to the point. Tepat sasaran. Sebagaimana tembakan yang mengenai musuh di game bergenre FPS tersebut.

Jika kita renungkan. Cobaan ternyata adalah alat pemantik manusia agar lebih baik. Sehingga dirinya sudah cukup mampu dan matang untuk naik ke tingkatan level hidup selanjutnya . Masalah hidup yang biasa kita keluh-keluhkan, tenyata kunci gerbang wawasan dan pengalaman.

Beban berat atau masalah besar adalah sesuatu yang tidak betul-betul menakutkan. It is actually a game which we need to figure it out. Kita perlu mencari tahu dengan giat. No matter how long. Sekali kita menemukan cara terbaik untuk menyelesaikan dan mampu menguasai ‘game’ kehidupan kita, kita akan merasa lega. Nikmati prosesnya seakan bermain game. Yang perlu kita lakukan adalah terus berusaha menyelesaikan persoalan yang kita miliki dengan ikhtiar totalitas, keinginan yang kuat, dan tawakal. Insya Allah semuanya akan berakhir dengan baik.

Setiap masalah hanya meminta untuk diselesaikan, bukan untuk terus dikeluhkan. Semakin jiwa menggerutu, semakin beban memberat.  Think effectively. Agar ‘massa' yang awalnya berubah menjadi ringan.

Penulis : Point Nemo 






https://r1.ilikewallpaper.net/pic/201211/Battlefield_3_Action_Game__2_640.jpg Ada tubuh yang lelah dengan beban menahun. Rasany...

0 Komentar: