#NTMS

Mei 17, 2019 Forum Tarbiyah 0 Komentar






Sore itu, di salah satu pasar swalayan modern di Jakarta. Kulihat sebuah figura bergambar kapal kecil yang sedang berlayar dan di atas kapal tersebut bertuliskan kalimat berbahasa Inggris.
Lalu, kubaca dan kupahami tulisan itu, tapi tak kunjung paham apa maksudnya.

"Tuh kak, pentingnya gak nunda-nunda waktu..", celetuk Ummi secara tiba-tiba.

"Oh ya, paham-paham", sahutku.

Entahlah, kalimat tersebut sebenarnya biasa saja, bahkan sering diulang oleh para pemateri dalam forum diskusi ataupun dipajang di gedung-gedung sekolah dan universitas. Tapi kali ini beda, tulisan tersebut membuatku jleb seketika setelah Ummi memperingatkanku. Mungkin, karena kelalaianku selama ini, membuatku merasa tercyduk dengan kalimat itu. Dan tidak bisa dipungkiri lagi, menunda waktu sudah menjadi hal yang lumrah bagiku.

Kalimat tersebut sudah teraplikasikan dalam aktifitas kita setiap hari. Banyak beberapa contoh yang sering kita jumpai, misalnya: saat ada diskon besar-besaran di pasar dengan waktu yang ditentukan. Jika kita menunda atau tidak segera untuk beli barang berdiskon tersebut, barang itu akan habis dibeli oleh para pembeli lainnya. Atau contoh lainnya jika kita tidak sengaja datang terlambat ke bandara, lalu tertinggal oleh pesawat yang ingin dinaiki dan tiket yang sudah dibeli 'hangus' begitu saja, tidak bisa dibatalkan. Kalau sudah seperti itu, sayang bukan?

Sempat saat awal SMA saya bertanya-tanya, bagaimana caranya agar tidak menunda-nunda waktu lagi? Dan pada akhirnya saya menemukan jawabannya, 
"Kalau kita masih merasa suka telat ngapa-ngapain, lihat shalat kita, shalatnya udah tepat waktu belum? Karena semua aktifitas tergantung shalat kita", begitulah kata kakak panitia MOS kala itu. Memang benar, sebab hakikat kita hidup hanya untuk Allah 
(وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ)
[Surat Adh-Dhariyat 56]

Kalau masih merasa telat juga, mungkin ada satu aktifitas yang menghambat sehingga cara kerja kita yang mesti diubah. Untuk mengubahnya butuh proses. Menurut pengalaman orang-orang sukses, suatu kebiasaan baru akan terbentuk biasanya dalam kurun 40 hari dan paling cepat 21 hari. Jadi, bersabarlah dan teruslah konsisten untuk melakukannya.
Do it now. Sometimes later become never

Penulis : Fika Amani

Sore itu, di salah satu pasar swalayan modern di Jakarta. Kulihat sebuah figura bergambar kapal kecil yang sedang berlayar da...

0 Komentar: