Pedagang yang Selalu Mendapat Untung

Mei 10, 2019 Forum Tarbiyah 0 Komentar




Lahir di lingkungan Istana tepi sungai Eufrat sebagai keturunan walikota Abilah, satu kota yang berada di bawah kekuasaan Persia menjadikan seorang anak tumbuh dalam kesenangan dan kemewahan. Suatu hari wilayah tersebut diserang oleh Romawi dan anak walikota pun menjadi salah satu tahanannya. Hingga datang seorang saudagar Mekkah membelinya untuk dijadikan budak, namun ketika sang saudagar melihat kecerdasan, keuletan, kerajinan serta kejujuran si budak kecil, ia pun dibebaskan.

Ketika cahaya Islam datang dari rumah Arqam, si mantan budak ini pun datang  bersama sahabatnya; Ammar bin Yasir dengan sembunyi-sembunyi untuk menyatakan keIslamannya di hadapan Rosululloh صلى الله عليه وسلام .

Sejak pertama menerima cahaya Ilahi dan menaruh tangan kanannya di tangan kanan Rosululloh,  ia layak mendapatkan keimanan yang begitu istimewa.

Perjuangan dan kesetiaannya dimulai saat peristiwa hijrah. Ketika terdengar olehnya bahwa Rosul akan berhijrah ke Madinah, ia semestinya menjadi orang ketiga yang ikut bersama Rosul dan Abu Bakar. Namun rupanya orang Quraisy mengetahui dan menahan Shuhaib bin Sinan.

Ketika orang kafir Quraisy lengah, ia pergi dengan cepat mengarungi sahara yang luas. Namun orang kafir Quraisy tak tinggal diam, mereka segera menyadari bahwa Shuhaib akan menyusul Rosul. Maka diutuslah pasukan dari kalangan kafir Quraisy untuk mengejar Shuhaib.

Ketika Shuhaib melihat kedatangan para pengejar, ia berkata,"hai orang-orang Quraisy, kalian semua tahu bahwa aku jago memanah. Demi Alloh,  sebelum kalian mendekatiku, aku akan membidik kalian dengan semua anak panah yang aku bawa. Setelah itu, aku akan melawan kalian dengan pedang sampai titik darah penghabisan. Sekerang terserah kalian, jika kalian ingin mendekat, mendekatlah. Atau, aku tunjukkan di mana harta kekayaanku, dan kalian biarkan aku pergi."

Menariknya, orang-orang kafir Quraisy langsung pergi saat itu juga dan berbalik ke Mekkah setelah Shuhaib menunjukkan tempat penyimpanan hartanya. Mereka tidak meminta bukti atau sumpah. Artinya, selama ini mereka sudah mengenal Shuhaib sebagai orang yang jujur.

Ketika perjalanan Shuhaib sampai bertemu dengan Rosululloh di Quba yang saat itu sedang duduk dikelilingi oleh beberapa sahabat, Rosul bersabda,"Perdaganganmu sungguh mendapatkan laba yang besar hai Abu Yahya (Shuhaib). Perdaganganmu sungguh mendapatkan laba yang besar, hai Abu Yahya (Shuhaib)."

Dan saat itu turun pula wahyu dari الله
"Dan diantara manusia ada orang-orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridhoan الله dan الله Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya." (Q.s Al Baqoroh (2) : 207)

Ucapan salam untukmu wahai Shuhaib Bin Sinan رضي الله عنه


📝 Disarikan dari 60 Sirah Sahabat Rosululloh-Khalid Muhammad Khalid
21 Rabiul Akhir 1440 H/28 Desember 2018

Penulis : Halimah Sa'diyah

Lahir di lingkungan Istana tepi sungai Eufrat sebagai keturunan walikota Abilah, satu kota yang berada di bawah kekuasaan Persia menjad...

0 Komentar: