Agar Kantong Tidak Bolong di Pertengahan Bulan

November 02, 2018 Forum Tarbiyah 0 Komentar

“The philosophy of the poor and the rich is: The poor invest what is left after spending, but the rich spend what is left after investing -Rich Dad Poor Dad-


Menjadi suatu kebiasaan dalam keuangan mahasiswa perantauan khususnya, saat mendapatkan uang bulanan langsung makan mewah tapi diakhir bulan makannya promah (prom*ag.red). Padahal sebenarnya meski status masih mahasiswa, harusnya bisa makan enak tiap bulan juga bisa jalan-jalan bahkan investasi dunia akhirat berbarengan.

How come? Jadi pada prinsipnya, manusia itu mudah menghabiskan. Mau diberi anggaran berapapun, pasti akan habis. Dengan sifat itu,  Maka, setiap individu perlu mengenali kebutuhan finansialnya masing-masing agar tahu arah kemana uangnya akan digunakan. Berikut beberapa tips yang terinspirasi dari buku "Habiskan Saja Gajimu" yang ditulis oleh Ahmad Ghozali.

1. Membuat list keperluan bulanan. Catat dan kelompokkan apa saja kebutuhan yang harus dipenuhi (primary needs), kemudian yang opsional dibeli (secondary and tertiary needs).

2. Alokasi kan untuk infaq atau zakat. 
Saat uang baru mendarat direkening, lebih baik langsung potong untuk infaq atau zakat. 2.5% cukup buat zakat bagi yang telah sampai nisab, dan kalo belum bisa ikut kadar 2.5%. Ini harus dilakukan agar rezeki yang kita peroleh juga berkah.

3. Bayar hutang dulu yuk!
Mending bayar sekarang pake uang daripada nanti bayarnya pake kebaikan di akhirat nanti. Poin ketiga ini digunakan untuk membayar kewajiban seperti hutang, asuransi kesehatan, ngirim buat yang dirumah, atau bayar cicilan rumah misalnya.

4. Sisihkan untuk menabung dan atau investasi.
Cukup 5-10% asal istiqomah. Jangan diembat ditengah bulan ya. Ini bisa buat jaga-jaga kalo ada emergency needs atau bisa juga buat tabungan haji.

5. Selamat menghabiskan sisanya!
Nah, jumlah uang yang tersisa setelah tahap keempat inilah yang bisa bahkan harus dihabiskan. Pastikan semua kewajiban kamu sudah terpenuhi sebelum sampai di poin kelima. Karena sifat konsumtif itu ga bisa dibatasi, maka berapapun jumlah uang yang tersedia pasti akan habis. Oleh karena itu, alokasi konsumtif ada di akhir untuk dihabiskan. Pada bagian ini, pastikan membagi dengan jumlah hari yang kan dilewati. Dengan begitu, kita tahu berapa jumlah yang bisa kita habiskan setiap harinya. 

6. Catat semua pengeluaran.
Ini hal simpel tapi penting. Karena dengan mencatat, kita bisa tau kemana uang telah kita habiskan. Mahasiswa jaman now pun bisa memaksimalkan aplikasi di playstore kalau malas untuk menulis di buku catatan pengeluaran. Ada aplikasi money manager buat bantu kamu ngerekap pengeluaran.

Keenam tips diatas harus dilakukan berurutan dari poin 1 ke poin 6. Mengurangi dengan kewajiban sebelum menghabiskan untuk jajan. Pastikan untuk mengalokasikan uang yang diterima ke infak, zakat, atau wakaf tunai dulu, kemudian bayar hutang karena ini juga kewajiban. Khusus poin 2 dan 3 bisa diurutkan sesuai madzhab yang dianut, yang penting jangan terlewat. Dengan tips ini diharapkan generasi muda jaman now juga melek dengan perencanaan keuangan. Jadi nasib tiap akhir bulan ga selalu tragis karena kehabisan uang ditengah atau awal bulan.

Selanjutnya untuk menabung jangan nunggu uangnya tersisa. Tapi, alokasikan sejak awal. Dengan begitu, prinsip spend what left after saving perlu dilakukan untuk mengelola dompet agar tidak cepat habis tanpa jejak. Insyaallah tidak sulit.
Selamat memulai 😊

Penulis: Yekti Mahanani

“The philosophy of the poor and the rich is: The poor invest what is left after spending , but the rich spend what is left after investin...

0 Komentar: