The Power of Hug

Oktober 26, 2018 Forum Tarbiyah 0 Komentar


Serial Parenting dengan Kak Wina Risman

Pernahkah kamu memeluk ibu atau ayahmu dari kecil hingga sekarang?
Pernahkah kamu memeluk sahabatmu dalam keadaan suka maupun duka?
Atau bahkan memeluk kakak dan adikmu secara tiba-tiba?

Jika Iya, berbahagialah..
Bahwa kamu insan yang paling beruntung karena bisa memberi kekuatan dari sebuah pelukanmu. Apa yang kamu rasakan saat dipeluk? Tentu saja jiwamu akan terasa lebih tenang, tentram dan luas meski terkadang sebelumya jiwamu merasa sesak dan terhimpit, dan pasti mendapati ukhuwah akan terjalin lebih erat, begitu juga perasaan mereka yang dipeluk olehmu. Bukan hanya anak kecil saja, sampai dewasa pun semua orang memerlukan sebuah pelukan.

Jika belum, beri pelukan terbaikmu!
Tahukah kamu? fakta membuktikan bahwa berpelukan dalam waktu 20 detik, otak akan mengeluarkan hormon oxytosin, yakni hormon bahagia yang dapat menambahkan rasa kasih sayang dan kepercayaan terhadap dua belah pihak yang berpelukan.

Hormon tersebut juga yang dapat merangsang ibu agar asinya keluar, jika terdapat ibu yang mendapati masalah pada asinya yang tidak keluar pasca melahirkan, maka kemungkinan terbesar adalah karena sang ibu terbebani pikiran sesuatu dan kurangnya pelukan dari suami.

Begitu jugacara menghadapi temper tantrum (emosi yang meledak) pada anak, adik, saudara, keponakan, atau anak kecil di sekitar kita. Tak jarang kita temui anak yang begitu mudah amarahnya memuncak, bahkan meraung-raung jika keinginannya tidak terpenuhi oleh orang tuanya, dan biasanya orang tua yang sudah kewalahan menghadapi anak yg temper tantrum ini menuruti semua permintaannya.

Terkadang ada pula yang mengunci si anak di kamar hingga ia diam, atau ikut marah-marah pada anak. Sebenarnya jalan yang terbaik ialah dengan mencoba memeluk mereka. Mungkin pertama kali memeluknya ia tak langsung diam dan masih memberontak, tapi pelukan yang lama dan pelukan yang seterusnya dapat menentramkan jiwa sang anak dan perlahan-lahan hatinya pun luluh.

Cara mencegah terjadinya temper tantrum pada anak adalah dengan menjelaskan kepada anak peraturan yang jelas saat ia mulai berumur 3 tahun, apa yang boleh dilakukannya, apa yang tidak boleh, menghormati yang lebih tua, dan menyayangi yang lebih muda, serta peraturan lain yang telah disepakati ayah dan ibu kepada anaknya, dalam kata lain sang ayah dan ibu harus seiya sekata, hingga anak tidak bingung. Misalnya ibunya tidak membolehkan anak membeli makanan yang dapat merusak gigi, ayahnya juga harus melarang anaknya makan permen misalnya. Jangan ada salah satu yang membolehkan hingga anak mempermasalahkan bahkan tidak mentaati peraturan dari orangtuanya. Oleh sebab itu juga, diperlukannya satu visi misi dari pihak ayah dan ibu sebelum menikah, apa yang calon istri mau dan tidak mau setelah menikah, ingin membesarkan anak dengan bagaimana, begitu pula dengan calon suami.

Membiasakan berpelukan dengan anak atau saudara kita dari kecil akan menumbuhkan rasa kasih sayang yang begitu dalam dan dapat menghindarkan dari butuhnya ‘pelukan dari lawan jenis yang bukan mahramnya’ saat ia dewasa. Mengapa? Karena ia sudah terbiasa mendapatkan pelukan dan tercukupi kasih sayangnya.

Survey membuktikan bahwa anak yang mudah sekali terperdaya oleh rayuan dan pelukan dari lawan jenis karena kurangnya kasih sayang dan pelukandari keluarganya, terutama dari ayahnya. Hormon bahagia (oxytosin) yang keluar dari berpelukan ini juga menimbulkan kecanduan.

 Jika si kecil tidak mendapatkan hormon bahagia tersebut dari orang tuanya, tentu dia akan mencari kenyamanan dan kehangatan dari seseorang yang bukan mahramnya. Jadi, bagaimana  Ayah, Bunda? Masih mau mengabaikan pelukan untuk si kecil?



Serial Parenting dengan Kak Wina Risman Pernahkah kamu memeluk ibu atau ayahmu dari kecil hingga sekarang? Pernahkah kamu memeluk sa...

0 Komentar: