Hijrah dan Narasi Baru Indonesia

September 18, 2018 Forum Tarbiyah 0 Komentar


Acara Kajian Fotar x ISEFID pada 16 September 2018 yang lalu 

Pada tanggal 16 September 2018 yang lalu, Forum Tarbiyah bekerja sama dengan ISEFID mengadakan sebuah kajian dengan pemateri Prof.K.H Didin Hafifuddin. Acara yang bertempat di Kulliyah of Economics ini mengangkat tema tentang “Hijrah dan Narasi Baru untuk Kebangkitan Ummat” khususnya di Indonesia. Berikut ini ringkasan materi yang telah disampaikan.

Sesungguhnya orang lain (non muslim) yang memiliki masalah besar, bukan kita yang terombang-ambing dengan berita-berita yang sengaja dibuat oleh mereka agar kita (muslim) takut dan merasa bimbang dengan kemajuan Islam di bumi tercinta.

Tetap kita sebagai muslim harus memiliki HARAPAN, OPTIMISME, dalam menyongsong kebangkitan Islam.

Saat ini kemajuan Islam sudah tampak ke permukaan, misal: banyak sekali pemuda yang suka ke Masjid, para perempuan sudah mendominasi dalam menutup aurat (jilbab) zaman sekarang sangat berbeda drastis dengan zaman dahulu, kini kita sebagai muslim sudah menjadi kebiasaan dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan ALLAH SWT, kemajuan ini terlihat dengan banyaknya komunitas-komunitas Islam seperti: Tangan di Atas (Komunitas berbagi para pengusaha).

Kita terus diingatkan agar selalu memperbaiki niat, memperbarui dan memperkuat semangat juang untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah.

Ajaran Islam mencakup seluruh kehidupan, namun saat ini Indonesia masih belum memiliki hal yang esensial dalam penerapan ajaran Islam meskipun negara kita memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di Dunia, misalnya belum benar-benar menjadikan Al-Quran sebagai hukum kehidupan.

Dalam hal ekonomi telah disepakati oleh seluruh Negara yang tergabung di OKI, pada saat itu hasil pertermuan itu menghasilkan beberapa kebijakan yakni pembentukan Ekonomi Syariah baik secara aspek, filosofi dan ideologi. Kemudian membuka perusahaan Islamic Development Bank (IDB) serta membuka perguruan tinggi yang benar-benar berkonsentrasi terhadap Islam, yakni International Islamic University Malaysia.

Keadaan ekonomi syariah di Indonesia saat ini sedang mengalami peningkatan terbukti telah meningkatnya market share lembaga keuangan syariah menjadi 6%, hal ini harus disambut baik oleh semua muslim di Indonesia. Kemudian telah dibukanya beberapa minimarket muslim yang tersebar di seluruh Indonesia, misal : 212 Mart, 414 Mart, Muslim Mart, semuanya telah menjamur dan menjadi harapan baru Indonesia.

Sesuai dengan QS AnNisa: 29 di ayat ini menjelaskan bahwa kita sebagai umma tmuslim harus memiliki komitmen untuk mengembangkan perekonomian dengan cara memulai gaya hidup, kehidupan sehari-hari, semuanya harus terlahir, terbuat dan diberikan kepada ummat muslim. Sehingga kita diharuskan untuk melakukan transaksi antar sesame muslim, agar perekonomian semakin berkembang dan maju.

Kenapa kita harus berkomitmen mendukung perekonomian ummat, karena ekonomi sangat berefek besar terhadap suatu peradaban. Diikuti oleh kondisi politik, jika ekonomi dan politik berada pada satu tangan (golongan non muslim) maka akan sangat berpengaruh dengan kebijakan yang otoriter.

Dengan timbulnya kebijakan seperti ini pasti akan sangat mengganggu kemajuan ummat muslim.
Adapun pengusaha-pengusaha yang termasuk top 10 di Indonesia, mayoritas diduduki oleh orang non muslim. Kemudian jika kita lihat pengusaha non muslim yang memiliki beberapa mall , tempat sholat (mushollah) pasti ditempatkan di tempat yang kurang refresentatif, biasanya ditempatkan di bagian paling pojok, paling jauh, kecil, dan fasilitas yang kurang memadai. Ini merupakan contoh nyata jika non muslim yang menguasai ekonomi. Apalagi jika politik, mereka kuasai, tentu akan lebih dahsyat efeknya terhadap kehidupan ummat muslim.

Kemudian potensi ajaran Islam di Indonesia, misalnya kemakmuran, sampai saat ini ukuran kemakmuran di negeri kita, belum ada indikator yang baku terhadap definisi kemakmuran. Jika kita telisik di Q.S Quraisy: 4,  artinya yang menyediakan makanan untuk mereka menghadapi kelaparan, maupun yang menyediakan keamanan untuk mereka menghadapi kekhawatiran.

Acara Kajian Fotar x ISEFID pada 16 September 2018 yang lalu  Pada tanggal 16 September 2018 yang lalu, Forum Tarbiyah bekerja sama de...

0 Komentar: