Parenting Class: Mempersiapkan Diri Menjadi Orang Tua

Mei 09, 2018 Forum Tarbiyah 0 Komentar

 Photo by Kevin Gent on Unsplash

“Kita harus meruntuhkan persepsi kalau belajar parenting itu harus setelah menikah atau punya anak. Itu salah besar. Seharusnya kita mempelajari parenting sedini mungkin agar tidak kewalahan saat sudah benar-benar menjadi orang tua.” 


Kira-kira seperti itulah kutipan dari pembicara kita Rosalina Awaina Risman dalam kelas Parenting yang diadakan Forum Tarbiyah pada 21 April 2018 yang lalu. Kelas parenting ini adalah yang pertama kali diadakan dan mendapatkan respon yang cukup positif dari banyak pihak.

Dengan tema ‘Parenting Values and Goals’ di sesi pertama kali ini, Kak Wina membahas tentang nilai dan tujuan dari parenting itu sendiri. Sebelum lebih jauh membahas tentang parenting, beliau mengungkapkan beberapa hal yang penting yang harus kita persiapkan sebelum pernikahan.

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah tentang memilih pasangan hidup yang tepat. Memilih pasangan berarti memilih partner untuk bekerja sama mendidik dan membesarkan anak-anak. Sebelumnya kita harus memiliki visi dan misi bagaimana kita ingin mendidik dan membesarkan anak kita.

Rasulullah mewasiatkan untuk memilih pasangan yang baik agamanya. Maka pilihlah yang baik agamanya. Selain memiliki pandangan hidup serta visi misi yang sama dengan pasangan, kita juga harus menyesuaikan visi misi kita dengan keluarga. Usahakan komunikasi yang baik dengan mertua agar tidak terjadi konflik
setelah pernikahan nanti.

Selain itu kita juga harus memperhatikan latar belakang calon pasangan kita. Bagaimana keluarganya, bagaimana interaksinya dengan sesama, orang yang lebih tua juga dengan anak-anak. Juga perhatikan riwayat kesehatannya serta lingkungan ia dibesarkan. Bagaimana kultur dalam keluarganya dalam mendidik anak juga termasuk hal yang harus dipertimbangkan.

Jika kita ingin memiliki anak seorang Hafizh Qur’an misalnya, maka usahakan untuk mengkondisikan anak sedini mungkin. Lima tahun pertama, otak anak seperti spons, menyerap semua hal yg di rasakan. Itulah yang disebut ‘Golden Age’, bentuklah anak kita seperti apa yang kita inginkan. Tapi jangan sampai kita menginginkan anak menjadi penghafal Al-Quran tapi kita sendiri tidak hafal walau juz 30 atau 29.

Dan urusan parenting ini bukan hanya tugas ibu saja. Ayah harus ambil bagian sama besarnya. Jangan sampai menjadi ayah yang sibuk bekerja terus menerus, tidak pernah punya waktu dengan anak-anak. Sehingga alih-alih punya bonding yang kuat dengan anak, Ayah justru jadi sosok yang menakutkan dan membuat anak merasa asing dan menjaga jarak. Ayah harus punya waktu khusus untuk memeluk anak, menyapa, bermain dan membelai dengan penuh kasih sayang. Banyak anak perempuan yang begitu mudah luluh dengan gombalan lelaki lain, salah satu faktornya adalah karena kurangnya mendapat perhatian dan kasih sayang seorang ayah. Kehadiran seorang ayah diperlukan untuk memperkuat karakter anak.

Hal kedua yang harus diperhatikan adalah kita harus mempunyai tujuan pengasuhan anak. Tujuan paling awal adalah membuat anak menjadi anak yang bertaqwa. Bisa diawali dengan memperkenalkan konsep tauhid dan mengajarkan agama sejak dini pada anak. Setelahnya kita bisa lanjut pada tahap membentuk anak menjadi anak yang sholeh. Seiring dengan pertambahan usia, kita bisa mendidik anak untuk menaati Allah dan Rosul-Nya. Mengenalkan kewajiban anak sebagai hamba Allah sejak dini, hingga saat tiba usia akil baligh-nya kita tidak lagi bersusah payah mengarahkan anak.

Tahap selanjutnya adalah mendidik anak menjadi suami atau istri yang baik. Memasuki usia remaja, kita bisa mengenalkan anak bagaimana menjadi suami atau istri yang baik. Apa-apa saja hal yang harus diperhatikan jika kelak memiliki pasangan juga hal lainnya. Setelahnya, kita harus mendidik anak-anak kita menjadi seorang pemimpin. Bagi anak laki-laki untuk menjadi pemimpin di keluarganya kelak, untuk anak perempuan menjadi pemimpin di rumahnya kelak.

 Photo by Kevin Gent on Unsplash “Kita harus meruntuhkan persepsi kalau belajar parenting itu harus setelah menikah atau punya ana...

0 Komentar: