Kenapa Hafalan Kita Macet?

April 12, 2018 Forum Tarbiyah 0 Komentar


Gambar: http//unsplash.com
Sahabat, pernahkah merasa hafalan Qur’an kita jalan di tempat? Jangankan menambah hafalan, terkadang yang sudah dihafal pun terasa susah mengulangnya. Iya, hafalan kita macet. Terkadang lancar satu baris, kata selanjutnya terlupa. Setengah halaman awal lancar bebas hambatan, eh makin ke tengah semakin hilang arah. Ujung-ujungnya mood jadi buruk dan akhirnya, bukan bergegas mengulang adanya kita malah justru hopeless dan menyerah pada keadaan. Pernah mengalami hal seperti ini? Tenang saja, Sahabat. Kamu tidak sendirian. Eits, tapi ‘ketidak sendirian’ yang satu ini jangan dijadikan pembenaran, ya. 

Ooh, iya kamu pernah kejebak macet? Ya, yang namanya macet berapa lama pun durasinya tetap saja bikin jengkel ya, Sahabat. Menguras waktu dan tenaga. Tapi, sepanjang-panjangnya macet, selama-lamanya kita terjebak dalam kemacetan, pada akhirnya kita berhasil sampe ke tujuan juga, kan?

Nah, kira-kira seperti itulah perumpamaan hafalan kita. Persis jalanan macet tadi. Coba deh, kalo misalnya kita malah menyerah dan mematikan mesin sewaktu terjebak macet. Apa kita akan sampai ke tempat yang kita tuju? Nggak, kan? Yang ada kita malah didemo orang-orang karena nggak mau jalan.

Begitu juga dengan hafalan yang kita punya, Sahabat. Hafalan kita yang macet, nggak akan selamanya macet selagi kita masih mau berusaha untuk melancarkannya. Selama kita nggak menyerah, hafalan yang macet tadi akan lancar seiring dengan pengulangan-pengulangan yang kita lakukan.

Lantas, Kenapa Hafalan Kita Macet?
Karena itu adalah tanda dari Allah untuk kita agar lebih bersungguh-sungguh. Karena itu adalah sinyal dari Allah bahwa sebentar lagi hafalan kita akan lancar. Selama kita berusaha terus melancarkan, hafalan kita akan lancar. Ingat, Sahabat. Setiap kemacetan pasti ada akhirnya. Begitu pula dengan kemacetan hafalan kita. Pasti akan berakhir lancar. Dengan usaha yang terus-menerus tentunya.

Penulis : Annisa Alya Adzkya

Gambar: http//unsplash.com Sahabat, pernahkah merasa hafalan Qur’an kita jalan di tempat? Jangankan menambah hafalan, terkadang ya...

0 Komentar: