Gaul Versi Syar'i? Adakah?

April 07, 2018 Forum Tarbiyah 0 Komentar



Gambar: http//unsplash.com 
Guys, apa sih yang terbetik di benak kalian saat mendengar kata gaul? Stylish? Up to date sama perkembangan berita artis-artis? Atau sekadar nongki-nongki bareng teman sampai larut malam? 

Ya, mungkin apa yang penulis jabarkan di atas tentang definisi ‘Gaul’ tadi hanya sekelumit kecil dari apa yang tampak. Dan mungkin juga … kesannya terlalu positif ya? Sedangkan sudah jadi rahasia umum kalau pengertian ‘gaul’ saat ini juga bisa berarti pergaulan bebas beserta dunia malam yang kelam. Nah, karena kata ini mengalami pergeseran makna yang amat jauh hingga berkonotasi negatif. Mari kita jenguk sebentar; apa sih pengertian kata gaul itu sendiri?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata gaul/ga·ul/, bergaul/ber·ga·ul/ v hidup berteman (bersahabat). Jadi, sebenarnya kata gaul itu merujuk pada hubungan pertemanan atau singkatnya bila merujuk pada seseorang, pengertian gaul adalah orang yang mudah berteman. Apakah gaul itu penting buat remaja-remaja seusia kita? Jelas, karena karakter seseorang, caranya berinteraksi dalam lingkup sosial itu dipengaruhi dengan siapa ia bergaul. Makin banyak kita ketemu orang-orang dengan berbagai latar belakang dan sifat. Makin mudah kita mengatasi dan menentukan sikap.

Sebuah syair arab mengatakan
عن المرء لا تسئل و سل عن قرينه
Penjelasannya kira-kira begini, jika ingin mengetahui kepribadian seseorang maka lihatlah dengan siapa ia bergaul. Peribahasa ini secara tersirat mengarahkan kita agar selektif memilih teman. Tapi, apa itu artinya kita benar-benar membatasi pertemanan dalam lingkup yang aman saja? Hingga kita merasa eksklusif dan cenderung menjauhi teman-teman yang tampak terjerumus jauh dalam arus zaman?

Tentu saja tidak, Sahabat. Kita memang harus selektif memilih teman, tapi bukan berarti kita menarik diri dari pergaulan. Boleh saja kita ikut nongkrong genjrang-genjreng gitar di perempatan, tapi saat azan berkumandang tetap sholat diutamakan. Boleh saja kita ikut bergaya dengan trend fashion masa kini, tapi pastikan masih tetap berada di koridor yang syar’i. Boleh saja kita asik diskusi paham-paham kekinian, tapi pastikan Al-Qur’an dan sunnah jadi rujukan. Benar, arus pergaulan beserta hedonisme dan sekularisme saat ini begitu deras menerjang. Karena itulah, kita sebagai remaja membutuhkan prinsip dan ideologi yang kita pegang erat.

Gimana sih, caranya agar kita bisa tetap asik bergaul dengan siapa saja, tanpa takut terpengaruh? Hal yang pertama kali kita jadikan rujukan adalah : selalu kembali pada Qur’an dan sunnah. Jangan gengsi untuk terus belajar, memperkuat pemahaman keislaman milik kita. Ketika kita sudah benar-benar paham dan jatuh cinta pada agama ini, ideologi-ideologi lain takkan mempengaruhi kita. Di saat kita menjadikan islam sebagai tolok ukur kebenaran,  segala macam kesenangan semu di luar sana takkan membuat kita tergoda.

Kita bisa tetap asik bergaul, menambah teman, memperbanyak koneksi tanpa harus takut terwarnai. Ya, kita tetap bisa gaul asalkan tetap dalam koridor syar’i. Dan saat itulah kita tak perlu khawatir terpengaruh hal-hal negatif, tapi justru kitalah yang membawa teman-teman ke arah yang positif.
Penulis : Annisa Alya Adzkya

Gambar: http//unsplash.com   Guys , apa sih yang terbetik di benak kalian saat mendengar kata gaul? Stylish ? Up to date sama...

0 Komentar: