Judulnya Kamu Yang Tentukan Sendiri

Februari 16, 2018 Forum Tarbiyah 1 Komentar

Gambar : tomvansaghi.wordpress.com

Ini tentang bagaimana cara kita memandang hidup. Ada sebuah sajak mengatakan “ Hidup itu sederhana, yang hebat-hebat tafsirannya” kata Alm. Pramoedya Ananta Toer. Masalah yang datang pada kita sebenarnya ada karna kita sendiri yang menciptakannya. Maksudnya ketika masalah itu datang, sebenarnya kita sendiri yang mengasumsikan kalau itu adalah “Masalah”. Rasa sedih dan gundah gulana tidak akan pernah hadir kalau bukan kita sendiri yang mempersilahkan mereka hadir. Ibaratnya rasa sedih ialah air laut dan kapal yang berlayar adalah badan kita sendiri. Bukan air laut yang menenggelamkan kapal, melainkan jika air laut tersebut dibiarkan masuk ke dalam kapalnya terus-menerus maka pada akhirnya menenggelamkan kapalnya. Allah menyebutkan dalam Al-Quran:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْئًا وَلَٰكِنَّ النَّاسَ أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.” ( Surat Yunus : 44 )

Sesuatu yang sulit akan menjadi mudah kalau kita menganggap itu mudah. Semuanya bersumber pada fikiran kita. Kalau kita yakin bahwa itu akan mudah maka itu akan menjadi mudah. Salah satu bab dalam buku La Tahzan for Women karya Nabil bin Muhammad Mahmud menyebutkan tentang optimisme. Yaitu orang-orang yang selalu berfikiran optimis, maka akan berhasil. Sebaliknya, mereka yang berfikir negatif dan takut dengan kegagalan, maka kegagalan pun akan terjadi. Hal ini telah dikenal lama dalam teori pemikiran. Segala sesuatu yang difikirkan manusia, akan berpengaruh pada sistem kerja otak. Sehingga apa yang difikirkanpun akan terjadi. Semua itu hanya permainan fikiran kita.

Dan di dalam buku itu juga disebutkan bahwa pada hakikatnya manusia itu baik, akan tetapi manusia adalah makhluk yang lemah dan gampang terjerumus oleh godaan setan. Kalau kita beriman kita pasti meyakini bahwa setan adalah musuh kita dan kita tidak akan mudah terbawa arus. Musuh yang paling harus kita jauhi setelah hawa nafsu, Allah berfirman dalam KitabNya:

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Artinya : “Bukankah Aku telah memerintahkan kamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu.” ( Surat Yasin: 60)

Semua pikiran itu datang dari hati yang yakin kepada Allah. Pernah ga sih terfikir dalam benak kita kalau sedang dalam keadaan susah lalu kita buka Al-Quran tanpa mencari halaman berapa atau surat berapa lalu kita baca, dan setelah kita baca kita merasa sudah mendapatkan jawaban atas masalah kita. Ya, begitulah cara Allah menjawab setiap masalah hambaNya, karena Allah tahu apa yang ada di dalam hati kita. Karna hanya Dia yang menggerakkan dan membolak-balikkan hati kita.

Membaca Al- Quran sekaligus mentadaburi ayat-ayatnya adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Pernah satu hari saya membaca Al-Quran, pada saat itu saya benar-benar mentadaburi ayatnya satu persatu. Saya menemukan ayat ini selalu ada disetiap surat yang saya baca.

Contoh nya pada surat Al A’raf ayat 35:

يَا بَنِي آدَمَ إِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي ۙ فَمَنِ اتَّقَىٰ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Artinya : “Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” 

Dan pada surat Yunus ayat 62-63:

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ () الَّذِينَ آَمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ

Artinya : “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (62) (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (63)

Perkataan setelah kalimat orang-orang yang beriman selalu dibarengi dengan kalimat tidak ada keraguan dan kesedihan didalam hati mereka. Contoh lain pada surat Al-Asr yang artinya 
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” 

Kalau kita pahami sekilas, ayat ini sudah jelas menerangkan bahwa manusia akan menjadi orang yang merugi kecuali jika ia beriman kepada Allah dan beramal soleh. Karna jika seseorang sudah beriman, maka ia akan berusaha untuk memanfaatkan waktunya sebaik mungkin untuk beribadah kepadaNya dan tidak menyia-nyiakan waktunya untuk selain Allah. 

Karna jika seseorang menyerahkan segalanya pada yang Maha Sempurna maka hidupnya akan terasa indah dan sempurna. Seperti 99 NamaNya, tidak ada satupun yang tidak baik. Beriman bukan hanya mengimani bahwa Allah adalah satu dan tiada tuhan selain Allah. Tetapi, mengimani seluruh aspek. Termasuk mengimani sifat dan nama-namaNya. Bahwa Allah Maha Pengasih ( الرحمن),  Maha Memberi Keamanan  (المؤمن ) Maha Mengatur (  المهيمن) Maha Mengetahui (البصير) dll. Dengan begitu kita akan selalu yakin dan tidak pernah merasa khawatir ataupun sedih, bahwa setiap apa yang kita lakukan sudah ada yang mengatur dan semua yang terjadi di kehidupan kita sepenuhnya ada ditanganNya. 

Kita pasti selalu menginginkan yang terbaik didalam kehidupan kita, begitu juga Allah. Selalu menginginkan yang terbaik untuk kita walau namun terkadang memberikannya dengan cara yang tidak kita sukai. Optimis, berprasangka baik harus selalu ada dan tertanam dalam diri kita. Karna Allah tergantung prasangka hambanya. Simple. Allah cuma mau kita yakin kalau Allah itu ada, pertolongannya dekat, tinggal kita mau yakin atau tidak bahwa semuanya akan beres ditanganNya. Allah berfirman dalam sebuah hadist qudsi :
 إن الله يقول أنا عند ظن عبدي بي وأنا معه حيث يذكرني
Artinya : "Aku menuruti prasangka hamba kepadaku,dan Aku selalu bersamanya selagi dia mengingatKu.” (HR Muslim )

dan ketika kita sudah berharap dan yakin sama Allah, tapi Allah berkehendak lain dan punya rencana lain. Maka ingatlah FirmanNya yang satu ini


كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya : "Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal Dia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu me-nyukai sesuatu, padahal Dia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Surat Al-Baqarah: 216) 

Penulis : Syarifah

Gambar : tomvansaghi.wordpress.com Ini tentang bagaimana cara kita memandang hidup. Ada sebuah sajak mengatakan “ Hidup itu sederhana,...

1 komentar:

  1. ما قدر الله خير ان شاء الله
    Iممتاز إن شاء الله
    شكرا وجزاكم الله خير الجزاء

    BalasHapus