Merindu

Desember 02, 2017 Forum Tarbiyah 0 Komentar

Gambar : videoblocks.com

Ingin hati sebenarnya menuangkan semua ini dalam sebuah puisi.  Namun sayangnya, sudah terlalu lama tangan ini tak berlatih lagi dalam menguntai sajak sajak puitis begitu. Hingga akhirnya, ku putuskan untuk menulisnya dalam bentuk seperti ini. Terserah mau kau beri nama apa ia.

Mungkin, diari?

Ini adalah cerita tentang seorang anak remaja hampir dewasa, yang sedang berusaha sebisa dirinya mengambil arti benar bagaimana seharusnya hidup yang diperintahkan Tuhannya.

Ini adalah cerita tentang seorang anak remaja hampir dewasa, yang namun tertatih-tatih sebab dihadapkan dengan jenis permainan hidup yang serba tak berujung. Rumit.

Sebabnya, tengah sangat-sangat mendalam ia rindukan sesosok paling sempurna tanpa cela pujaannya.

Yang paling mulia dan sempurna akhlaqnya, pintar nan lembut, bijaksana semua keputusannya dan penyayang pribadinya. Tiada duanya. Sosok yang namanya ia sebut berkali-kali setiap hari, yang ia tangisi lumayan kerap karna teramat ingin bersua. Karna ia tau, jikalah sosok itu ada disini, saat ini, terjawab sudah semua kegundahan dan kebimbangan hidupnya.

Karna ia tau, jikalah dia ada disini, terselesaikan semua peliknya masalah dunia ini.

Tapi karna imannya, dia harus percaya. Percaya bahwa Tuhan pasti punya alasan terbaik kenapa ia dihidupkan di zaman yang berbeda dengan sang Nabi. Dan walaupun sekarang sudah tiada, namun takkan mati namanya diagung-agungkan di seluruh penjuru dunia. Dan peninggalannya jua, takkan lekang oleh zaman.

Ya Rasulullaah.
Ya Habiballaah.
Jikalah hati ini sudah sedamai itu mendengar cerita-cerita tentangmu.
Apalagi kalau sampai mata ini benar-benar langsung menjadi saksi hadirnya sosokmu.

Ya Rasulullaah.
Ya Habiballaah.
Rindu ini terus terpatri.
Mengharap pertemuan denganmu di suatu hari.
Berharap berkumpul bersamamu nanti.

Ya Rasulullaah.
Ya Habiballaah.
Khawatirmu kepada umatmu, membuat sesak hati ini.
Tertampar kenyataan bahwa kami memang masih layak dikhawatirkan.
Maafkan kami ya Rasul.
Janji kami, untuk selalu berusaha menjadi umat kebangganmu.

Allaah.
Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad.
Wa’ala ‘ali wa ashhabihi ajma’in.

Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad.
Wa’ala ‘ali wa ashhabihi ajma’in.

Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad.
Wa’ala ‘ali wa ashhabihi ajma’in.

Pinta hamba, mohon kirimkan shalawat ini pada kekasihmu itu ya Allah, pada pujaan kami itu. Mohon sampaikan, bahwa tiada rindu yang securam ini, melainkan rindu kami. Rindu umat yang banyak dosa ini, untuk bertemu dengannya. Dan juga, beribu mohon kami, untuk dipertemukan dengannya nanti di padang mahsyar, di taman surgamu ya Allah.

Aamin Allahumma aamin


Penulis : Arini Diyah Fadhila

Gambar : videoblocks.com Ingin hati sebenarnya menuangkan semua ini dalam sebuah puisi.  Namun sayangnya, sudah terlalu lama tangan ini...

0 Komentar: