Hijrah Menatap Illahi

Desember 06, 2017 Forum Tarbiyah 0 Komentar

Image result for ilustrasi hijrah
Gambar : oasemuslim.com

سافر تجد عوضا عن ما تفارقه  . فانصب تصب فان لذيذ العيش في النصب


Fitrahnya manusia adalah berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi orang benar yang selalu bemanfaat untuk orang lain dan tentunya menjadi orang yang sukses, akan tetapi titik permasalahannya yang sering terjadi malah sebaliknya. Terkadang masih banyak orang yang berniat untuk berbuat baik tapi berhenti ditengah angan, dan krisisnya pemahaman tentang pandangan hidup yang sejati terkalahkan dengan keadaan. Hanya kesadaran akan pentingnya kesempatan dan peluang yang akan membantu untuk memacukan diri menjadi manusia pilihan, bukan lantaran haus akan pujian, bukan dahaga akan sanjungan. Semua yang diusahakan karena kebaikan dipenghujung kehidupan.

“Hijrah” mendengar kata ini mungkin terbenak dipikiran seseorang untuk berpindah dari suatu tempat ketempat lainya. Tapi, hijrah seperti apa yang diinginkan manusia? tentunya hijrah demi meraih tujuanya. Bukan hanya sekedar untuk memenuhi keinginan hawa nafsunya, atau untuk membanggakan dirinya. Hijrah seperti apa yang yang bisa memuaskan keinginan hati? Jawabannya hijrah yang mengantarkan manusia pada fitrahnya. Yakni, cita-cita yang dia impikan yang belum tercampur, diubah, dicemari, dan dirusak lingkungannya. Itulah hijrah menurut islam.

Jika seseorang telah berhijrah dari tempat asalnya, maka sudah pasti dia akan mendapatkan pengalaman yang baru yang terbebas dari penjara kebodohan dan sempitnya pandangan hidup. Namun, jika manusia meninggalkan fitrahnya untuk berhijrah, maka sudah pasti pikirannya terbelenggu dengan satu pandangan yang tidak akan berkembang, ilmunya tidak akan berkembang, tidak memiliki teman yang baru dan tindakannya hanya mengikuti hawa nafsunya yang sudah terpengaruh pada lingkungannya. Ilustrasi sederhananya begini, jika ada sungai yang tidak mengalir, maka seiring berjalannya waktu air itu akan dicemari polusi, kejernihannya hilang tak bisa dimanfaatkan, dan bahkan keterhambatanya itu bisa menimbulkan dampak yang negatif seperti banjir dan penyakit. Contoh lain pada hewan, seperti singa, hewan ini tidak akan bisa bertahan hidup jika hanya menetap di hutan saja, terkadang dia harus keluar dari hutan untuk mencari mangsa, dan dari kebiasaan memburulah hewan ini bisa dikatakan buas dan mendapat julukan raja hutan.

Jadi, orang yang berhijrah adalah mereka yang hidupnya berusaha menyelaraskan dengan fitrahnya, mengejar mimpi untuk mendapatkan apa yang telah menjadi tujuan hidupnya dan bisa memberikan apa yang telah didapatkan menjadi manfaat untuk orang lain, sebaliknya orang yang hanya terpenjara dalam lingkungannya adalah mereka yang tidak mau berusaha untuk mengejar harapanya dan hanya berjalan pada poros kehidupan yang terbelenggu. Allah SWT telah mempersilahkan manusia untuk memilih salah satu diantara dua jalan tersebut. Jalan untuk berhijrah atau menetap. Buruknya, kebanyakan manusia saat ini takut akan berhijrah. Mereka lebih memilih menetap ditempat asal mereka dan merasa khawatir untuk meninggalkan apa yang sudah jadi dimilikinya, karna sudah terpengaruh dengan situasi lingkungan mereka.

Misalnya, dalam menuntut ilmu. Seorang pelajar yang menganggap bahwasanya dirinya sudah cukup pintar, tapi kepintarannya hanya sekilas dalam lingkup lokal dan tidak memandang diranah luar lokal, sehingga dari pandangannya tesebut, ilmunya tidak berkembang, hanya sebatas ilmu lokal, dan terlabihnya dengan lingkungannya. Lain hal nya dengan teman-temannya yang kurang motivasi dalam belajar, berfikir bahwasanya sekolah itu hanya formalitas berkala, dampaknya, seiring jalannya pergaulan, akhirnya terpengaruh dan mengikuti kebiasaan buruk itu.

Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan Sahabat Rasulullah dan orang-orang muslim terdahulu, yang mana usaha dan jihad mereka untuk mendapatkan ilmu dan mengembangkannya sangatlah gigih dan penuh idealisme. Contohnya orang-orang yang mengeluarkan hadist Rasulullah seperti Imam Bukhori, Muslim Ibnu Majjah dan lain lainya, dibutuhkan ratusan kiloan meter dan kelamnya hari yang ditempuh demi mendapatkan kepastian satu hadist, dan masih banyak  lagi tokoh-tokoh muslim yang hijrah demi mendapatkan apa yang menjadi tujuan mereka yang harus kita teladani.

Memang tidak menutup kemungkinan untuk orang diluar sana yang memegang semangat idealisme dalam menuntut ilmu sehingga mereka berhijrah untuk mengembangkannya dan berharap agar menjadi manfaat bagi orang sekitar. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya orang yang sudah berhasil berprestasi dalam menuntut ilmu di luar negri dan kembali kedaerahnya untuk menyalurkan ilmunya yang diraih sehingga bisa menjadi amal jariah dikehidupan kedua mereka. Seperti syair yang diungkapkan sang gerbang kota ilmu, Ali ibn Abu Tholib bahwasanya ilmu berbisik kepada amal, dan amal menjawabnya, jika tidak, maka ilmu akan sia sia.  

Rasullullah SAW bersabda, “Sesungguhnya segala perbuatan tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan dibalas bedasarkan apa yang dia niatkan, siapa hijrahnya demi mendapatkan keridhoan Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karna dunia yang dikehendakinya atau wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya bernilai sebagaimana yang dia niatkannya.”(HR.Bukhori dan Muslim) 

Pada hakikatnya orang yang berhijah memiliki tujuan tersendiri, tergantung bagaimana seseorang itu menata niatnya. Lebih baik jika kita berhijrah untuk menghilangkan rasa kemalasan menuju semangat, akhlak buruk menuju akhlak yang baik, pergaulan yang buruk menuju pergaulan yang baik, kebiasaan yang buruk menuju kebiasaan yang baik, kebodohan menuju keilmuan, dan kecintaan terhadap dunia yang berlebih menuju kecintaan terhadap akherat yang tiada henti.

Pada saat ini berhijrah adalah jalan yang baik untuk orang yang masih prematur dalam ilmu pengetahuan dan agama dengan mengubah segi pandang yang hakikatnya luas ternoda dengan kebiasaan lingkungan yang sempit. Yakni dengan memperdalam, mengembangkan dan memperluas ajaran Allah SWT. 


Penulis : Ridho Ardiansyah

Gambar : oasemuslim.com سافر تجد عوضا عن ما تفارقه  . فانصب تصب فان لذيذ العيش في النصب Fitrahnya manusia adalah berusaha menjadi ...

0 Komentar: