Ini tentang CINTA

November 03, 2017 Forum Tarbiyah 0 Komentar

Gambar : shutterstock.com

Izinkan pada pagi yang teduh ini aku sedikit berbicara tentang cinta. Ini yang kuyakini, dan ini yang kulalui. Kalian tahu bahwa Allah bukanlah pemberi harapan palsu? Ia menepati janji. Dan Ia tidak akan membuatmu mengharapkan sesuatu yang semu.

Jadi tatkala tiba-tiba kita mencintai seseorang, pernahkah kita bertanya? Kenapa aku mencintai wanita atau pria yang satu ini, bukan yang lain, bukankah masih banyak wanita ataupun pria yang jauh lebih cantik dan tampan dari sosok ini?

Layaknya bercerita tentang takdir, aku tak pernah percaya dengan kata kebetulan. Kembali ke pertanyaan sebelumnya. Kira-kira apa yang akan menjadi jawaban kita? Dan nyatanya terkadang kita mencintainya tanpa alasan. Tanpa angin dan hujan, apalagi badai debu di padang gersang. Bahkan tidak sedikit dari kita yang berkata "cinta pada pandangan pertama".

Nah yang ingin aku sampaikan pada point ini adalah "Allah-lah yang membuatmu untuk mencintainya". Dalam bahasa lain, Allah mengabarkanmu bahwa itu akan menjadi jodohmu.

Namun, sekarang masuk pada permasalahan lain. Tatkala Allah mengilhamkan sebuah rasa pada seseorang, Allah membiarkan seorang hamba itu mencapainya dengan cara mereka sendiri. Allah sudah arahkan pada dua jalan; cara yang benar, dan cara yang salah.

Layaknya sebuah doa. Kalian pernah tidak tiba-tiba pengen punya gadget baru dengan merek terkenal? Lantas apa yang kalian lakukan? Cara yang benar adalah berdoa kemudian berusaha. Dan cara yang salah adalah kalian mencurinya. Sehingga apa? Kita diharamkan darinya.

Layaknya sebuah do'a ini, pernahkah kalian berfikir bahwa Allah ingin memberikan kalian sesuatu yang kalian dambakan, namun Allah ingin bagaimana agar kalian berdo'a dan beribadah pada-Nya, karena itu adalah alasan kalian diciptakan. Jadi yang Allah inginkan adalah agar kalian beribadah, namun hasil yang kalian dapatkan adalah buah.

Kembali ke topik percintaan tadi. Tatkala kita tiba-tiba mencintai seseorang, berarti Allah sudah ingin menjadikannya pasangan kita. Permasalahan selanjutnya adalah soal cara.

Cara yang baik adalah dengan bersabar, menjaga hati, menjaga pandangan, menjaga kemaluan, kemudian mempersoleh diri, dan jangan lupa berdoa.

Adapun cara yang salah adalah; kita tidak bersabar menunggu waktunya, stalking seluruh kegiatannya, mencoba menghubunginya, membuat janji untuk akan tetap bersama, kemudian menikah dengan segala impian dengan merusak hati dari sebelumnya.

Jadi jangan katakan Allah PHP jika tiba-tiba kita kena tikung. Sakit? Ya iyaa, salah siapa? Kita tak sabar melewati prosesnya.

Maka SEKUFUKAN lah dirimu karena Allah, dan dengan cara yang Allah berikan.

FYI: Aku dan istriku ternyata kita telah saling mencintai selama sepuluh tahun sebelum kita menikah. Dan kita baru sama-sama tahu setelah label halal melekat pada kita berdua.

Shabbahakumullahu 'ala khayr.

Penulis : Moe Azz


Gambar : shutterstock.com Izinkan pada pagi yang teduh ini aku sedikit berbicara tentang cinta. Ini yang kuyakini, dan ini yang kulalu...

0 Komentar: