Indonesia Ajiib!

November 22, 2017 Forum Tarbiyah 0 Komentar


Image result for photoghraphy bendera indonesia
Gambar : bobo.grid.id
Sepatutnya sebagai seorang muslim yang ditakdirkan Allah SWT untuk lahir dan bertumbuh kembang di Indonesia, menjadikan kita sebagai seseorang muslim yang banyak bersyukur atas limpahan karunia-Nya ini. Sebab apa? Indonesia sebagai negara dengan mayoritas muslim yang terbesar tidak hanya di Asia melainkan juga terbesar di dunia, negara yang memiliki iklim sangat kondusif untuk beribadah, beraktifitas dan bekerja. Juga di tambah lagi akan kekayaan alamnya yang sangat-sangat melimpah. Sungguh segala potensi yang Indonesia miliki ini, jika kita bandingkan dengan negara lain akan membuat negara lain pun iri.  Ditambah lagi dengan rakyatnya yang suka gotong-royong, cinta damai, saling menghargai perbedaan menambah besarnya karunia Allah SWT terhadap negara tercinta kita Indonesia.

Kita semua seharusnya bersyukur kepada Allah, atas segala rahmat dan limpahan karunia kepada negara kita Indonesia yang MasyaAllah. Salah seorang wartawan Al-Jazeera memberi kesaksian, “Indonesia ajib! tidak ada yang seperti Indonesia”, beliau melanjutkan, “Ikatan batin, ikatan ukhuwah, ikatan gotong royongnya juara Indonesia itu.” Dari pernyataanya ini kita sudah bisa melihat bukti nyatanya. Contohnya saat aksi bela islam 212, 411, atau aksi yang ada di Borobudur . Makanan melimpah ruah disana karena “The power of emak-emaknya”. Mereka bersatu padu, saling bergotong royong untuk masak berbagai macam makanan. Juga banyak para pedagang yang meng-gratiskan makanan sudah menjadi bukti bahwa budaya gotong-royong negara kita sungguh luar biasa.

Wartawan Al-Jazeera itu sempat memberi contoh dari negara tetangga kita, atau bisa dibilang negara dimana tempat kita menuntut ilmu sekarang, Malaysia. Dia bercerita saat beliau meliput tentang banjir di Kelantan, saat bulan ketiga setelah peristiwa itu beliau masih menyaksikan ada nenek-nenek yang masih membersihkan sendiri lumpur yang masuk ke rumahnya setinggi lutut. Kata dia, “Ini di Indonesia haram! Gak mungkin terjadi di Indonesia yang seperti ini.” Kenapa?, Karena sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia pada saat kerja bakti hari pertama pasti sasarannya adalah rumah orang yang paling lemah seperti nenek-nenek itu.

Kemudian wartawan Al-Jazeera itu marah-marah terhadap pemerintahan federal Malaysia gara-gara Kelantan itu diperintah oleh Partai Islam Se-Malaysia (PAS) yang dimana itu adalah partai pembangkang atau oposisi bukan di pimpin oleh UMNO maka bantuan dari pemerintahan pusat sangat lambat. Apa kata wartawan itu, “Tau ga apa yang saya lihat di Aceh? 40 tahun GAM dan TNI tembak-tembakan tanpa henti, tapi begitu tsunami terjadi, saya menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri mereka ngangkutin mayat, yang depan pakai seragam TNI yang belakang gerilyawan GAM. Itu hanya di Indonesia!.”

Cerita selanjutnya datang dari salah seorang ustadz dari Jogjakarta yang bertugas mengantar para donatur-donatur dari Qatar dan Kuwait untuk membantu para korban gempa di Jogjakarta. Para donatur dari Qatar dan Kuwait itu malah stress dan shock saat mau memberikan bantuan kepada para korban, lah kenapa? Yang para donatur itu bayangkan adalah ketika memberi bantuan kepada para korban akan seperti saat mereka memberi bantuan di Bam, Iran saat terjadi gempa tahun 2003. Rumah para korban gempa disana hancur lebur, para korban menangis-nangis di dekat rumah mereka itu, kemudian diberi bantuan dan difoto. Bagus untuk laporan mereka dengan menyertakan bukti foto itu.

Tapi saat ke Jogja pada saat mau menyerahkan bantuan ke Bantul, MasyaAllah para donatur itu malah dibuatkan panggung, dekorasinya bagus, dan disambut hadrah. Semua para korban itu tersenyum tertawa-tawa, menggunakan seragam, dan juga memberikan suguhan kepada para donatur itu makanan-makanan yang sangat banyak seperti lemper, wajik, jadah, tempe bacem, dll. Wajah para korban itu tidak ada yang bersedih dari anak-anak sampai para dewasa mereka semua tertawa-tawa dan tersenyum-senyum. Maka para donatur itu tanya ke ustadz yang mengantarkan mereka itu, “Ya ustadz, aina musibah?.”, “Wahai ustadz, mana musibahnya?.” Sang donatur itu melanjutkan, “Ini kalau ditempat saya namanya walimah, bukan musibah.”

Sungguh kekuatan ikhuwah Islam apa yang dimiliki oleh Indonesia sehingga menjadikan orang-orangnya cinta akan kebersamaan. Dan ini mustahil terjadi atas ajaran orang-orang yang di kitab suci mereka mengajarkan tentang kasta-kasta. Ini semua pasti berasal dari ajaran Nabi tercinta kita Nabi Muhammad SAW yang dibawa oleh para dai berabad-abad tahun lalu. Semoga Allah SWT merahmati mereka para dai-dai terdahulu yang mampu menjadikan negara kita menjadi negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia ini. Dan semoga Allah memberikan kecintaan untuk berdakwah di dalam hati kita seperti halnya nenek moyang kita terdahulu. Sehingga kita mampu untuk meneruskan jalan dakwah mereka, jalan dakwah para pejuang untuk menyebar luaskan agama rahmat ini ke segala penjuru dunia. Aamiin.


Penulis : Athariq Faisal

Gambar : bobo.grid.id Sepatutnya sebagai seorang muslim yang ditakdirkan Allah SWT untuk lahir dan bertumbuh kembang di Indonesia, men...

0 Komentar: