Tanpa Pamrih

Oktober 12, 2017 Forum Tarbiyah 0 Komentar


Image result for ilustrasi pelit
Gambar : horstinsurance.com

Sudah dua puluh tahun hidup di dunia ini, tapi kok rasanya baru di tahun ini ngerasa bahwa ternyata benar kalo “Semuanya sudah diatur oleh sang Maha Mencintai”. Yups, kadang ada benarnya juga apa yang orang bilang bahwa “Semakin bertambah umur, maka semakin dewasa pula kita dalam berpikir”. Dua puluh dua tahun adalah umur dimana status kemahasiswaan akan segera lenyap dan absolutely the real life is coming syuun.. #hiks BUT this is not what i'm going to talk about…

Selama menjadi mahasiswa yang merantau di negeri tetangga, ada berbagai kepribadian manusia yang aku temui. Ada yang baik, ada juga yang ngeselin.  Ada yang suka memberi dan ada juga yang pelit (kalo dalam bahasa arabnya “Bakhil”). Hmm bukan hanya pelit untuk orang lain aja sih, tapi bahkan untuk dirinya sendiri pun Masya Allah, susah dijelaskan!.

Terkadang susah untuk menebak, kenapa masih banyak manusia yang sangat amat berkecukupan, malah kelebihan dalam materi tapi susah banget untuk mengulurkan tangannya untuk orang lain. Apa sih alasan mereka untuk tidak berbagi? Karna pada hakikatnya apa yang kita miliki, semua itu hanyalah titipan semata dan di setiap rezeki yang ada pada kita, pastinya di rezeki itu ada hak orang lain juga.

Mungkin kita hanya sebagai perantara dari Allah SWT untuk menyampaikan rezeki itu, atau mungkin Allah SWT memberi kita kesempatan untuk mengumpulkan pundi-pundi amal melalui sedekah kita kepada orang lain agar di akhirat kelak kita bisa mendapatkan kebahagiaan yang Hakiki. Ada kutipan dari Ibnul Qayyim yang sangat menarik untuk kita ketahui, ia berkata:

“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah -dengan hikmah-Nya- berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti –dengan rahmat-Nya- membukakan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu”.

Jadi seperti yang Ibnul Qayyim telah katakan kalau rezeki itu sudah diatur bahkan sejak sebelum kita lahir di dunia ini. Tapi kenapa masih banyak yang takut rezekinya ditikung? #Hiks. Yah, kemungkinan salah satu alasan kenapa orang-orang merasa berat dalam memberi ialah karena ketakutan dalam diri sendiri. Misalnya seperti takut uang kita habis, takut gak bisa shopping, takut gak bisa hangout bareng teman-teman, atau mungkin takut kita gak bisa mendapatkan hal yang sama dengan apa yang kita berikan kepada orang lain. 

Tapi guys percayalah, semua sudah diatur oleh sang Maha Kuasa selama kita percaya kalau Allah SWT tau apa yang kita butuhkan. Kenapa aku bisa berkata seperti ini, karna aku sering banget ngelihat dan ngerasain kalo ternyata ketika kita memberi sesuatu kepada orang lain, cepat atau lambat Allah pasti bakal menggantikannya bahkan lebih dari apa yang kita berikan dulu. 

Satu pesan dari aku untuk yang masih berjuang demi mendapatkan gelar, walaupun status kita masih sebagai “Seorang pelajar”, bukan berarti hal ini menjadi penghalang untuk tetap berbagi kepada yang lain. Karna mungkin dengan semakin banyaknya memberi, maka semakin mudah pula jalan kita dalam belajar. So, keep spreading the kindness around you !


Penulis : Maya Ratna sari

Gambar : horstinsurance.com Sudah dua puluh tahun hidup di dunia ini, tapi kok rasanya baru di tahun ini ngerasa bahwa ternyata ben...

0 Komentar: