Nikmatnya Menjadi Keluarga Allah

Oktober 23, 2017 Forum Tarbiyah 0 Komentar


Related image
Gambar : madinatulquran.or.id


“Orang yang membaca alquran seharusnya melihat bagaimana Allah SWT menyayangi makhlukNya ketika mengalirkan makna-makna firmanNya untuk memberikan pemahaman kepada mereka. Dan hendaknya ia memahami bahwa yang sedang dibacanya bukanlah perkataan manusia. Dan harusnya menghadirkan kebesaran dan kesucian Dzat yang menyatakan firman tersebut dan menghayatinya.”  – Ibn Qayyim al-Jauziyah.

Al-Quran, adalah sebuah penghormatan bagi manusia yang tidak pernah dirasakan oleh malaikat sekalipun. Membacanya adalah sebuah Kemuliaan dan limpahan segudang pahala yang bahkan malaikat saja merasa iri dengan apa yang manusia rasakan. Iya, Kemuliaan itu akan menjadi kesempurnaan jika kita membaca surat cinta-Nya dengan ikhlas dan menghadirkan seluruh hati hingga berlarut-larut didalamnya sampai enggan jauh darinya. 

Allah SWT, pencipta kita memilih kita dari sekian banyak makhluk yang lain untuk bermunajat kepada-Nya. Dia memberikan rahasia cinta-Nya kepada kita, manusia yang sombong lagi enggan untuk meminta kepadaNya, manusia yang merasa mampu berbuat segalanya tanpa bantuan dari-Nya. Tapi Allah, mengizinkan kita untuk menikmati bukti cinta-Nya kepada kita.

Baiklah, jika salah seorang diantara kita ingin berdekatan dengan kekasih hati, apa yang akan dilakukan? Tentu ingin berbincang dengannya bukan? Mengakrabi semua tentangnya dengan gembira. Nah, bagaimana jika kita didera rasa rindu yang mendalam karena tak jua bertemu kekasih hati? Pastilah kita berusaha mencari obat untuk memulihkan rasa rindu tersebut, baik dengan melihat, menyentuh apa saja pemberiannya hatta mungkin kalau ada surat cinta darinya, berulang kali tak kenal bosan kita membacanya. Begitu pula kalau mau dekat dengan sang pemilik cinta, Allah SWT. Kita yakin jalan agar bisa bertemu dengan-Nya adalah dengan memahami al-Quran sebaik mungkin, membacanya, menghafalnya bahkan menghadirkannya didalam hati kita, selalu.

Mencintai al-Quran adalah jalan hati dan akal untuk mengenal Allah dengan baik. Para ulama merasakan kebenaran adanya sensasi cinta tersebut. Bahkan mereka mampu merasakan adanya sentuhan gaib ketika Membaca surat dari kekasih yang dirindukan. 

Hasan bin Ali Radhiyallahu ‘anh mengatakan, “Generasi sebelum kalian telah melihat al-Quran ini sebagai risalah-risalah dari Tuhan mereka. Mereka merenungkan dikala malam, lalu merasakan kehilangan dikala siang”. Bagaimana kondisi kita saat ini? Generasi kita saat ini? Adakah kita merasakan kehilangan kalau tak sempat membacanya di siang hari? Adakah kita bercengkrama dengannya di malam hari?

Kenikmatan bercengkarama dengan al-Quran pasti membuat ketagihan. Pasti di antara kita ada yang merasakan ketika kita telah menyelesaikan satu surah atau satu juz, tiba-tiba mulut dan hati serasa tak mau berhenti ingin meneruskan bacaan, menambahnya lagi dan lagi.

Para pecinta al-Quran adalah yang teristimewa di antara orang-orang yang istimewa, dan yang terpilih. Hatta mereka disebut sebagai keluarga Allah di muka bumi, MasyaAllah. Kemuliaan apalagi yang paling bahagia selain menjadi keluarga Allah. Nabi bersabda didalam hadith shahih. “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulallah, siapakah mereka itu?” Beliau menjawab, “Mereka adalah ahlul Quran, mereka adalah ahlinya Allah yang paling istimewa.” (HR. Ibnu Majah).

Siapapun pasti iri dengan mereka yang menjadi orang-orang terpilih. Yang mendapat predikat keluarga Allah tentu bukan sembarangan orang. Karena itu, yuk kita iri dengan orang-orang seperti ini. Rasa iri seperti inilah yang di anjurkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua orang: orang yang diberi al-Quran oleh Allah, lalu ia melaksanakannya ditengah malam dan siang, serta orang yang diberi harta oleh Allah, lalu ia menafkahkannya di waktu malam dan siang.” (HR Bukhari dan Muslim).

Semoga Allah SWT memberikan limpahan Taufik dan hidayah-Nya selalu untuk kita semua dan semoga Allah SWT memudahkan kita dalam berlomba-lomba dalam kebaikan.

Wallahu a’lam bishshawab.

Penulis : Azka Saadan

Gambar : madinatulquran.or.id “Orang yang membaca alquran seharusnya melihat bagaimana Allah SWT menyayangi makhlukNya ketika men...

0 Komentar: