MUROBBI, MAAFKAN SAYA

Oktober 17, 2017 Forum Tarbiyah 0 Komentar

 Gambar : ilmfeed.com
     
Beberapa waktu yang lalu disuatu pagi, tiba-tiba saja ada bisikan halus yang mendorong saya untuk membuka lembar demi lembar memori lama yang begitu pantas saya syukuri hari ini. Tentang sebuah lingkaran kecil. Halaqoh, begitu kata mereka dan itulah kali pertama saya mengenalnya. Saya agak malu menyimpulkan, mungkin saat ini saya sedang merindu. Ya, rindu pada setiap momen-momen halaqoh yang membersamai perjalanan hidup saya hingga sekarang. Dan teramat rindu, pada wajah-wajah sang murobbi dengan beragam karakteristiknya. Melahirkan perbaikan-perbaikan.

Siapa saja murobbi-murobbi kita? bagaimana kabar mereka? bagaimana kabar halaqoh kita? bagaimana kabar teman-teman halaqoh kita? bagaimana perbaikan diri kita? nilai-nilai kebaikan apa yang sudah kita lakukan? dan target-target kebaikan apa yang belum dan akan kita capai? saya pikir, saya perlu mengintimidasi pikiran dengan pertanyaan-pertanyaan ini. Demi menumbuhkan kerinduan pada lingkaran kecil yang di dalamnya selalu ada keberkahan dan doa para malaikat, yang mempertemukan saya dengan saudara-saudara dan diikat dengan kecintaan karena Allah, juga penyemangat untuk berjamaah melakukan amal-amal kebaikan.

Pencapaian saya hari ini, besar maupun kecil tidak lepas dari kebaikan Allah, yang salah satunya Dia datangkan melalui sentuhan dakwah sang murobbi. Mereka meradiasi energi kebaikan setiap kali bertemu dengan lingkaran kecilnya, walau harus teruji kesabarannya ketika saya masih sering mengikuti lelah, bosan, malas, dan kemudian membuat alasan-alasan syar'i agar lebih terdengar halus untuk bolos satu atau dua pertemuan, eh kelanjutan, ya begitulah syaitan. Murobbi, maafkan saya. Atau seringkali tidak merespon digrup, menghilang tidak ada kabar bak ditelan bumi, bahkan kurang memprioritaskan halaqoh untuk sekedar jalan-jalan dengan teman. Ah, jadi malu. Murobbi, maafkan saya.

Setelah proses perjalanan panjang, pertemuan yang berulang-ulang, dan bertambahnya umur yang harus berbanding lurus dengan pendewasaan sikap dan pikiran, saya harus berubah. Saya akan mencoba datang lebih awal, menunggumu sambil membaca dan berusaha mentadabburi ayat demi ayat. Tidak akan ada lagi pesan tak berbalas, tidak ada lagi alasan yang dibuat-buat, melawan rasa malas, kantuk, bosan, lelah, dan berkomitmen untuk hadir dalam setiap pertemuan. Bismillah, bukankah rasa terimakasih akan lebih bermakna jika dilakukan dengan perbuatan ?

Terimakasih untuk murobbiyah pertama saya yang memperkenalkan saya dengan halaqoh, dan para murobbi lainnya yang menguatkan dan mengkokohkan saya untuk tetap berada dalam lingkaran kebaikan ini. Terimakasih telah menghadirkan biah Islamiyah, menumbuhkan semangat dakwah, dan saya bersyukur karena halaqoh bisa membuat saya terus merasa hidup.

“Seorang mukmin memang menjadikan dunia hanya sebagai tempat persinggahan, tapi dia tamu yang baik, mampir untuk membaikkan dan meninggalkan kebaikan” (Salim A Fillah)

Penulis : Salsabila


 Gambar : ilmfeed.com       Beberapa waktu yang lalu disuatu pagi, tiba-tiba saja ada bisikan halus yang mendorong saya untuk membuk...

0 Komentar: