Jadilah Membership Allah

Agustus 03, 2017 Forum Tarbiyah 0 Komentar

Gambar: iabpa.org

Dikala susah melanda, dikala hati berkeluh kesah, dikala gejolak amarah menggebu-gebu, dikala perasaan menyalahi keadaan. Semua perasaan itu datang ketika cobaan menghampiri. Ya setiap kita pasti mendapat cobaan, up and down sudah pasti ada, tak kenal waktu dan tak kenal siapa orang itu.

Suatu hari saya merenung dan bertanya-tanya pada diri saya sebelum akhirnya semua rasa negatif ini berujung tak karuan. Mengapa diumur saya yang masih setengah dari umur ibu bapa saya ini cepat sekali mengeluh, ngomel, kesel kalau ada saja yang tidak sesuai dengan harapan kita, sedangkan jika kita lihat orang tua kita yang diibaratkan sudah makan manis dan pahitnya hidup tapi tetap survive dan hampir tidak pernah kelihatan susah, yang dimana cobaan bertubi-tubi datang silih berganti.

Pertanyaan itu lantas saya tanyakan kepada ibu saya. Tanpa ragu dan berfikir panjang, beliau menjawab “Nanggepin semua itu biasa saja, yang penting ibadahnya istiqomah, ketika datang cobaan ya sudah siap nerimanya karna sudah ada bekal yang selama ini kita kerjakan, mungkin ketika kita dapet cobaan lalu kita biasa aja itu karna dzikirnya kita setiap hari yang membuat kita tenang, nih ya ibaratnya kita punya kartu membership di sebuah restoran, dan ketika restoran itu lagi penuh dan tidak ada tempat, terus kita tunjukin kartu membership kita, pasti habis itu langsung dikasih pelayanan khusus dan dikasih tempat, sama aja ketika kita lagi dalam keadaan susah terus selama ini kita selalu maksimalin ibadah dan istiqomah, insyaAllah nanti Allah akan kasih ketenangan disaat mengahadapinya, jadi intinya istiqomah dalam ibadah”, saya langsung mikir, mungkin selama ini kita selalu nuntut ini itu tapi ibadah aja kita tidak maksimal dan istiqomah, gimana Allah mau ngasih apa yang kita mau. Seperti biasa, beliau menyampaikannya sesederhana itu tapi sangat mengenai hati.

Reminder itu penting, pada dasarnya kita sudah tahu bahwa hal yang kita lakukan itu salah tapi perlu ada yang mengingatkan lagi agar kita terbangun dan segera sadarkan diri, seperti misalnya ada seorang anak yang lebih memilih bermain PS daripada belajar, padahal ia tahu bahwa keesokan harinya akan ada ulangan di sekolahnya. Ketika ibunya mengingatkan dan memberi tahu, ia baru beranjak dan segera mengambil bukunya.

Pada akhirnya kita harus selalu bergantung dan percaya pada Allah, kita harus sering-sering menyadarkan diri dan bertanya pada diri sendiri. Mengapa begitu mengkhawatirkan masa depanmu padahal engkau tau bahwa Allah-lah yang mengetahui segala-galanya di dunia ini. Mengapa sangat bergantung dan berharap kepada manusia padahal Allah-lah yang membolak-balikan hati manusia. Mengapa ada perasaan takut akan rezeki yang datang pada esok hari padahal kau tau tidak ada daun yang jatuh dimuka bumi ini yang lepas dari penglihatan Allah SWT.

Ada banyak hal yang kita anggap remeh namun besar efeknya jika kita pandai merenunginya, ada banyak hal besar yang kita terlalu sibuk dibuatnya sehingga lupa akan hal kecil disekitar kita yang dapat mengalahkan besar nya hal tersebut. Pandai-pandai lah mencari hikmah dibalik setiap peristiwa, karna pasti ada sebuah pelajaran yang Allah SWT hendak sampaikan kepada kita, dan percaya deh pasti itu BAIK.

Dalam firman-Nya di sebutkan "Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku." ( Al-Qaf : 29 )

Mungkin ini salah satu hikmah yang dapat saya ambil dari masalah yang saya hadapi, karna kalau masalah itu tidak datang, saya tidak akan melontarkan pertanyaan itu ke ibu saya. Dan saya jadi sadar kalau harus meningkatkan ibadahnya lagi. Benar kata beliau, kita harus jadi membershipnya Allah SWT dengan istiqomah dalam ibadah, agar ketenangan selalu datang dimanapun dan bagaimanapun keadaanya. Wallahu a’lam

Penulis : Inas Syarifah

Gambar: iabpa.org Dikala susah melanda, dikala hati berkeluh kesah, dikala gejolak amarah menggebu-gebu, dikala perasaan menyalahi k...

0 Komentar: