Happy Little Soul

Agustus 04, 2017 Forum Tarbiyah 0 Komentar

Gambar: Sumedico.com

Happy little soul adalah judul buku karya Retno Hening yang terinspirasi dari anak lucunya yaitu Kirana. Buku ini sangat inspiratif dan mengajarkan kita sebagai seorang ibu dan calon Ibu tentang bagaimana mendidik anak agar jiwa dan mentalnya sehat.

Mendidik anak bukanlah pekerjaan yang mudah yang bisa dipermudah. Anak adalah karunia Allah yang hanya akan diberikan kepada orang-orang yang Allah percayai untuk mengemban amanah untuk membesarkannya.

Dalam buku ini Retno membagikan pengalaman tentang pentingnya komunikasi antara Ibu dan Anak atau Orang tua dan anak. Komunikasi yang baik akan menghasilkan jiwa dan mental yang sehat pada anak-anak. Komunikasi disini artinya merespon apa saja yang keluar dari mulut anak dan mendengarkan cerita apa saja yang ingin mereka ceritakan kepada kita.

Contoh nyata dari komunikasi yang bagus antara orang tua dan anak adalah Pak Rudy Habibie. Kedekatan ayahnya dengan Pak Habibie menghasilkan mental yang kuat dan menjadikan Pak Habibie menjadi pemuda yang pintar dan berdaya saing.

Komunikasi sangat berkait erat dengan kesehatan mental sang anak karena ketika orang tua merespon apa saja yang dikatakan oleh anak, maka secara tidak langsung anak akan merasa diperhatikan dan disayangi oleh orang tuanya dan mereka juga mendapatkan cukup kasih sayang sehingga tidak mencari sumber kasih sayang yang lain. Yang dimaksud sumber kasih sayang yang lain adalah mereka mencari perhatian dari orang lain atau bahkan meminta perhatian kepada orang tuanya sendiri dengan cara melakukan hal-hal yang membuat orang menumpukan perhatian kepada dia dengan cara ikut-ikutan tawuran, merokok, dan minum minuman keras.

Bisa dikatakan secara tidak langsung bahwa komunikasi bisa meminimalisir perbuatan kriminal yang dilakukan oleh anak-anak atau remaja.

Selanjutnya adalah tentang betapa pentingnya mengajarkan anak perkataan maaf, terima kasih dan tolong. Banyak anak sekarang yang tidak tahu cara mengucapkan maaf dan tolong sehingga apa yang mereka lakukan terkesan kurang ajar. Hal seperti ini tidak 100% kesalahan sang anak, namun ini kesalahan orang tua juga yang tidak melatih anak sejak dini untuk menggunakan kata-kata tersebut.
Mengucapkan kata terima kasih bisa membuat orang merasa dihargai dan mampu menularkan energi positif kepada orang yang mempunyai niat menolong untuk lebih semangat untuk menolong orang lain.

Sedangkan kata tolong dan maaf bisa mengajarkan anak tentang sifat rendah diri dan tidak sombong, karena dengan kata tolong berarti kita menghargai orang lain dan kata maaf berarti kita menghormati orang lain. Hal tersebut tidak bisa berhenti sampai mengajarkan sang anak saja namun orang tua sendiri harus mencontohkannya karena anak bersifat mencontoh apa yang orang tua mereka lakukan.
Begitulah keajaiban dari tiga kata tersebut.

Selanjutnya adalah meminta maaf terhadap anak ketika berbuat salah. Meminta maaf bukan hanya tugas anak kepada orang tua saja namun ini juga tugas orang tua terhadap anak. Sopannya anak kepada orang tua tidak lain adalah karena sopannya orang tua terhadap anak. Jika orang tua menuntut anak untuk sopan namun orang tuanya tidak sopan kepada anaknya maka itu sama saja dengan menuangkan air di gelas yang bocor atau useless alias tidak berguna.

Tidak akan terbakar lidah jika orang tua meminta maaf kepada anak tapi kerendahan hati orang tua untuk meminta maaf bisa mengajari sang anak dan membuat mereka merasa dihargai sebagai seorang anak dan mengajarkan dia tentang tingginya budi dan harga diri. Wallahu Ta'ala A'lam.

Penulis : Subainah

Gambar: Sumedico.com Happy little soul adalah judul buku karya Retno Hening yang terinspirasi dari anak lucunya yaitu Kirana. Buku ini ...

0 Komentar: