Ketulusan Cinta Sang Singa Merah

Juli 26, 2017 Forum Tarbiyah 1 Komentar



Gambar: wallpaperswide.com

Ini tentang cinta yang terus tumbuh dan menguat tanpa rasa ingin memiliki. Cinta yang mendarah daging, akarnya kuat menancap pada hati seorang perempuan di zaman keemasan. Ummu Umarah namanya, seorang ksatria perempuan pada zaman Rasulullah SAW. Rasa cintanya kepada Allah dan Rasulullah begitu besar hingga ia rela mengorbankan nyawa di medan perang.
Begitu kuat cintanya itu hingga ia rela menjadikan tubuhnya sebagai perisai, menahan tebasan-tebasan musuh di perang Uhud. Semata-mata untuk melindungi Rasulullah SAW. 
Cinta memang biasanya berjalan lurus dengan keinginan memiliki yang kuat. Tetapi tidak untuk Ummu Umarah. Pengorbanan dan cintanya yang begitu besar untuk Allah, Rasul dan agama-Nya rela ia berikan tanpa mengharapkan balasan apapun di dunia.
Hingga disebutkanlah dalam sejarah, setelah perang Uhud dan ia mendapat luka tebasan begitu banyak di badannya hingga lebih dari 20 luka. Rasulullah mengahampiri tendanya saat sedang dirawat. Maka dengan spontan Ummu Umarah berdiri. bergegas menutupi aurat dan lukanya yang belum selesai diobati. Ia tak ingin Rasul tahu luka dan keadaanya yang begitu parah. Rasulullah pun sedih melihat ada darah yang menetes dari kain yang menutupi luka itu.
“Ya Rasulullah bagaimana keadaan engkau, wahai Rasulullah?” tanya Ummu Umrah tanpa sedikitpun memperihatkan bahwa ia sedang kesakitan.
“Ya Ummu Umarah apa yang engkau harapkan atas semua pengorbanan ini? tanya Rasulullah SAW
“Wahai Rasulullah hanya satu yang saya harapkan, doakanlah agar saya menjadi tetanggamu di dalam surga.”
Ummu Umarah, seorang sahabat perempuan berhati baja. Yang mempunyai nama panggilan begitu melekat pada dirinya yaitu, Hamro Asad (Singa Merah). Ia telah mengajarkan kepada setiap muslimah bahwa cinta tak melulu tentang rasa ingin memiliki. Tak selalu dibumbui oleh rasa cemburu. Mencinta tak selalu melemahkan. Rasa cinta yang ada pada seorang Ummu Umarah membuktikan kelembutan hati yang dibalut keberanian tak tertandingi. Dari cintanya lahir kekuatan zohir dan batin.
Dari beliau kita belajar hakikat ketulusan. Ketulusan hati, pikiran dan perbuatan demi yang dicinta. Yang mungkin di mata mereka yang melihat semua itu adalah sebuah pengorbanan. Tapi di mata Ummu Umarah semua itu hanyalah cinta.

 Penulis : Syahidah Azzahra

Gambar: wallpaperswide.com Ini tentang cinta yang terus tumbuh dan menguat tanpa rasa ingin memiliki. Cinta yang mendarah daging,...

1 komentar:

  1. Ternyata Ummu Umarah nama perempuan,ya. Subhanalloh, julukan yang sangat mulia melekat pada seorang muslimah.

    BalasHapus