Kamulah Surgaku

Juli 21, 2017 Forum Tarbiyah 1 Komentar

Gambar : negaraislam.net

"Surga itu... tempat yang indah, tempat yang tentram, dan tempat yang memberi kebahagiaan yang  abadi"

Itu lah jawaban yang selalu diucapkan kebanyakan orang dalam mendefinisikan arti surga. Dalam dunia yang  kian merapuh,  banyak perubahan yang terjadi dalam hidup ini. Banyak manusia yang terlalu mementingkan harta, tahta, serta rela mengikuti hawa nafsu mereka dengan beralasan sunnahnya. Bukan itu saja, bahkan banyak dari mereka membawa nama surga sebagai perantara, agar hati sang hawa pun luluh untuk membagi cintanya. Namun bukan surga itu yang ingin aku bahas kali ini.

Tapi,  surgaku mengarah kepada dia. Dia yang selalu aku rindukan semenjak aku di negeri Rantau. Sosoknya memang tak kan pernah terganti, ditambah lagi dengan jarak yang memisahkan kami. Aku rindu dengan omelannya di tiap pagi, rindu dengan senyum serta tawanya dan yang pasti aku rindu berada dalam dekapannya.

Dulu aku tak menyadari, bahwa ternyata surgaku teramat dekat denganku. Namun setelah tahun silih berganti, aku rindu dan selalu rindu dengan surgaku.

Pertambahan usia, membuatku semakin mengerti bahwa hidup tak selalu bercerita tentang keindahan dan kebahagiaan. Setidaknya, kini aku mampu melihat perjalanan kehidupan yang telah dia tempuh. Bagaimana surgaku menyemangatiku dari jauh. Bagaimana dia memberiku bekal untuk masa depanku. Raut wajah yang selalu terbayang kala diri ini mulai lengah untuk belajar di tanah perantauan. Karna aku dan dia tahu, jika kami tak akan selamanya hidup bersama, berdua, berdampingan di dunia ini.

Sungguh diri ini amat malu, jika dibandingkan dengan Uwais al-qorni (salah satu sahabat Rasul SAW). Bagaimana tidak, tanpa gelar dan tahta dia mampu mewujudkan mimpi ibunya untuk ketanah suci. Sedang kan aku? Kita? Yang mungkin sudah bergelar saja belum mampu mewujudkan mimpi sang ibunda.

Kehidupan di zaman sekarang memang membuat orang tua semakin terbengkalai. Manusia lebih banyak mementingkan dunia, mengagungkan materi dan rela menitipkan sang Ibu ke sebuah Panti hanya karna kesibukan yang tiada batasnya, tanpa memikirkan nasib  seseorang yang memiliki surga ditelapak kakinya.


Penulis : Maya Ratna Sari

Gambar : negaraislam.net "Surga itu... tempat yang indah, tempat yang tentram, dan tempat yang memberi kebahagiaan yang  abadi&q...

1 komentar: