Bumi Tidak Akan Pernah Sesak Dengan Manusia

Juli 29, 2017 Forum Tarbiyah 0 Komentar

Gambar : shutterstock.com

”Bumi ini tidak akan pernah sesak oleh manusia, yang membuat bumi semakin sesak adalah akhlak manusia.”

Itulah salah satu penggalan nasihat dari Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal yang memberikan kuliahnya di Gedung Fakultas Ekonomi IIUM pada ahad (23/07) kemarin. Saya semakin sadar bahwa sifat manusia semakin tidak terkendali dan perlu dibenahi. Salah satu sifat manusia yang membuat bumi bertambah sesak adalah sombong. Kesombongan manusia sebenarnya tak beralasan. Bahkan, manusia itu tidak punya modal sepeserpun untuk dipamerkan atau disombongkan.

Apapun yang manusia miliki seperti harta, jabatan dan ilmu yang tinggi seharusnya tidak menjadikannya sombong. Karena kepemilikannya hanya sementara. Yang bersifat duniawi itu sekedar pinjaman. Saat meninggalkan bumi, tak satupun yang tersisa kecuali amal-amal kebaikan. Jasad manusia yang telah meninggal kadang lebih tidak berguna  dari pada burung merpati atau angsa. Bayangkan saja, kalau angsa mati, bulunya masih bisa digunakan  untuk main badminton. Manusia mati jadi apa? Tubuhnya akan hancur bersama tanah.

Jangan sombong! Kalau dia orang kaya maka tidak akan sekali-kali ia mengingat dan membeberkan berapa banyak harta yang ia punya. Kalau dia sungguh cerdas tidak akan sekali-kali ia memamerkan kepintaran dan kehandalannya.Sungguh yang kaya dan pintar tak akan pernah mengungkit kekayaan dan kepintarannya, sebaliknya yang suka mengungkit jasa-jasa mereka. Itulah mereka yang kontribusinya sedikit dan kecil. Amalnya habis karena selalu diungkit-ungkit. Apalagi semakin menjadi kalau pujian itu datang. Ingatlah, pujian dari orang lain tidak selamanya baik. Itu adalah tipuan dari manusia yang akan menumbuhkan bibit-bibit firaunisme. Dimana kamu merasa diri kamu Tuhan dan berhak menentukan derajat orang banyak.

Jangan ada rasa istighna dalam hati! Jangan merasa cukup, merasa orang lain lebih kecil, lebih rendah dari dirimu. Lebih remeh sampai dengan mudahnya meremehkan orang lain. Tak ada gunanya berbuat seperti itu. Suatu hari nanti akan malu dan menyesal. Tak ada yang pernah tahu bahwa suatu saat nanti mungkin orang yang pernah diremehkan bisa jadi lebih baik.

Obat untuk menghindari kesombongan itu adalah selalu memperbanyak membaca asmaul husna. “Man Arofa Rabbahu, Arofa Nafsahu” siapa yang mengenal bahwa Allah Maha Besar dan Maha Segala-galanya tidak akan merasa sombong. Disitu manusia akan tahu diri bahwa sebenarnya dia melarat, bodoh dan elek (jelek.red).

Kekurangan manusia yang lain adalah manusia yang tidak kreatif, tumpul, tidak toleran dan berpikir dengan sumbu pendek. Kalau kita tidak siap hidup di bumi ini lebih baik tidak usah hidup. Karena hanya bisa jadi beban dunia! Hanya menambah jatah beras! Demi menjadi manusia yang baik dan berbudi, harus terus tawadhu, berbuat sesuatu untuk memajukan ummat. Menggali potensi untuk mengembangkan diri, keluarga dan ummat. Sudah saatnya manusia menyuarakan kebenaran yang ada, bukan hanya sekedar membenarkan keadaan. Karena kebenaran itu tidak banyak yang berani menyuarakannya.

Seminar dan nasihat, dalil, ceramah tak akan pernah cukup untuk membuat dunia ini lebih baik, kalau itu terjadi mungkin dari dulu di bumi tak pernah ada tindakan kejahatan. Maka mari berbuat untuk ummat!!!


Penulis : Inkan Lukie Marrisca

Gambar : shutterstock.com ”Bumi ini tidak akan pernah sesak oleh manusia, yang membuat bumi semakin sesak adalah akhlak manusia.” ...

0 Komentar: