Kesabaran dan Konsistensi

Juni 24, 2017 Forum Tarbiyah 1 Komentar

Gambar : harianterbit.com
Tinggal menghitung detik sebelum umat Islam kembali berpisah dengan bulan Ramadhan. Berbahagialah bagi mereka yang telah berbuat kebaikan dan menutupnya dengan sempurna. Adapun bagi mereka yang telah menyia-nyiakan, sungguh mereka tidak sadar betapa berharganya waktu dan peluang yang terbuang, namun berusahalah untuk menutupnya dengan kebaikan pula, karena setiap amalan dinilai dari penutupnya.

Hati orang-orang yang bertaqwa pasti akan merindukan bulan Ramadhan, hati mereka sedih karena harus berpisah darinya. Bagaimana tidak? Bulan Ramadhan yang penuh keistimewaan itu hanya bisa dirasakan oleh umat Islam sebulan sekali dalam 1 tahun. Dan apakah mereka mengetahui  akan bertemu dengan bulan Ramadhan lagi atau tidak? Deraian air mata mulai membasahi pipi mereka karena rasa takut tidak bisa bertemu dengannya lagi.

Dengan berakhirnya bulan Ramadhan, umat Islam tentunya diharapkan menjadi sosok yang lebih baik, termasuk dalam kesabaran. Karena bulan Ramadhan itu sendiri mengajarkan kita makna kesabaran. Sabar adalah akhlak yang mulia, dan Allah SWT bersama dengan orang-orang yang sabar.

Rasululah bersabda: Puasa adalah separuh kesabaran (HR. Tirmidzi) Ibnu Rajab Al-Hanbali berkata, Sabar ada tiga macam: sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah SWT, sabar dalam meninggalkan hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT, dan sabar terhadap takdir Allah SWT yang memberatkan.

Ketiga macam sabar ini terhimpun dalam puasa, terdapat kesabaran dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah SWT, Kesabaran dalam meninggalkan keinginan dan syahwat yang diharamkan Allah SWT, dan sabar terhadap penderitaan yang dialami oleh orang berpuasa seperti lapar, dahaga, kelemahan fisik dan jiwa.

Nah, apakah kita dapat mempertahankan kesabaran kita selain di bulan Ramadhan? Perlu diingat bahwa hidup ini seperti roda yang berputar. Kadang kita berada diatas dan kadang pula kita berada dibawah. Tergantung bagaimana kita  memposisikannya, musibah ‎adalah sebuah ujian dan cobaan yang datang dari Allah SWT untuk menguji hamba-Nya sebagai pembersih dan penghapus dosa-dosanya serta menjadikannya dalam timbangan ‎kebaikan mereka apabila bersabar.

Bagaimana dengan amalan-amalan yang sudah kita lakukan selama bulan Ramadhan? Apakah amalan-amalan itu akan tetap terjaga selama 11 bulan ke depan? Janganlah kita menjadi lupa terhadap apa yang sudah kita amalkan di bulan Ramadhan.

Bisa dilihat bagaimana umat Islam yang memperbanyak ibadahnya seperti membaca Al-Quran di bulan Ramadhan. Untuk mengkhatamkan Al-Qur’an, mereka sudah mempersiapkan jadwal dan strategi dalam membacanya. Namun apakah itu hanya di bulan Ramadhan saja? Dan jika Ramadhan sudah berakhir, apakah Al-Quran akan kita simpan? Sungguh rugi bagi mereka yang jauh dari lantunan dan bacaan Al-Quran.

Rasulullah
bersabda:
Sesungguhnya barang siapa yang dalam dirinya tiada bacaan Al-Quran maka ia seperti halnya rumah yang roboh
Sesibuk apapun kita di dunia, jangan biarkan Al-Quran itu tertutup oleh debu, sediakanlah waktu untuk senantiasa membaca Al-Quran. Layaknya manusia yang memerlukan makanan sebagai gizi tubuh untuk kehidupan sehari-hari. Maka jadikanlah Al-Quran sebagai salah satu gizi hati kita dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun selain mengkhatamkan Al-Quran, umat Islam juga memperbanyak sholatnya di bulan Ramadhan. Yang dimaksud adalah sholat Sunnah, seperti sholat Tarawih, sholat Tahajud, sholat Dhuha, Sholat Qabliyah dan Ba’diyah, dan lainnya. Mereka tidak lupa untuk melakukan sholat Sunnah selain  sholat wajib. Mereka bisa menjaga konsistensi pada saat itu. Namun apakah konsistensi itu akan berhenti setelah selesainya bulan Ramadhan? Tidak salah bukan untuk merutinkan yang Sunnah? Bayangkan jika setiap sholat kita tidak bisa khusyu', berapa banyak sholat wajib yang tidak sempurna? Maka, pentingnya kita melakukan sholat Sunnah, sebagai penyempurna sholat wajib kita yang tidak sempurna.
Sebagaimana hadits berikut ini, dari Abu Hurairah ra, berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah  bersabda,
إِنَّأَوَّلَمَايُحَاسَبُبِهِالْعَبْدُيَوْمَالْقِيَامَةِمِنْعَمَلِهِصَلاَتُهُ،فَإِنْصَلَحَتْفَقَدْأَفْلَحَوَأَنْجَحَ،وَإِنْفَسَدَتْفَقَدْخَـابَوَخَسِرَ،فَإِنِانْتَقَصَمِنْفَرِيْضَةٍشَيْئًا،قَـالَالرَّبُّتَبَـارَكَوَتَعَالَى: اُنْظُرُوْاهَلْلِعَبْدِيمِنْتَطَوُّعٍ،فَيُكَمَّلُبِهِمَاانْتَقَصَمِنَالْفَرِيْضَةِثُمَّيَكُوْنُسَائِرُعَمَلِهِعَلَىنَحْوِذَلِكَ.
“Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba di hari kiamat adalah sholatnya. Jika sholatnya baik, maka beruntung dan selamatlah dia. namun, jika (sholatnya) rusak, maka merugi dan celakalah dia. Apabila dalam sholat wajibnya ada yang kurang, maka Tuhan Yang Mahacusi lagi Mahamulia berfirman, " Lihatlah, apakah hamba-Ku ini memiliki amalan sholat-sholat Sunnah, yang bisa dijadikan penyempurna untuk sholat wajibnya yang kurang tadi!" Kemudian amalannya yang lain juga akan dihisab dengan cara seperti itu." (Sunan At-Tirmidzi, no 413, Ahmad, no. 9494 dishahihkan oleh Al-Arnauth).

Masih banyak amalan-amalan lainnya yang bisa dilakukan selain di bulan Ramadhan. Dan alangkah baiknya jika kita dapat menjaga konsistensi  dalam beribadah di sepanjang waktu, tidak hanya di bulan Ramadhan saja. Karena pada dasarnya manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk beribadah kepada-Nya, tidak ada pernyataan “hanya disaat bulan Ramadhan” disitu.

Dengan berakhirnya bulan Ramadhan kali ini, semoga apa-apa yang sudah kita amalkan sebulan yang lalu diterima disisi Allah SWT, dan kita menjadi hamba-hamba yang pandai bersabar dalam menghadapi musibah dan mensyukuri nikmat yang diberikan oleh-Nya, serta tetap senantiasa beribadah kepada-Nya. Dan juga semoga umur kita disampaikan ke bulan Ramadhan yang akan datang. Amin ya rabbal'alamin

Semua yang tertulis menjadi pelajaran dan pengingat untuk para pembaca dan penulis sendiri. Semoga bermanfaat.


Penulis : Muhammad Ihsan




Gambar : harianterbit.com Tinggal menghitung detik sebelum umat Islam kembali berpisah dengan bulan Ramadhan. Berbahagialah bagi merek...

1 komentar:

  1. subhanallah, mengena sekali, terima kasih wejangannya

    BalasHapus