Terbiasa Menunda

Mei 05, 2017 Forum Tarbiyah 0 Komentar

Gambar : umad.com

“Tidur dulu ah… main game dulu ah….”
“Nanti aja lah, sekarang mau santai dulu”

Ucapan-ucapan tersebut tentu sangat sering kita jumpai di sekitar kita, atau bahkan jangan-jangan kita sendiri yang secara rutin mengucapkannya. Seringkali kita menunda suatu pekerjaan yang seharusnya segera kita laksanakan. Salah satu penyebabnya adalah karena kita merasa masih ada waktu untuk mengerjakannya nanti. Hal ini tentu membuat hidup kita sebagai muslim yang seharusnya produktif menjadi tidak produktif. 

Coba kita ganti situasinya jadi seperti ini:
”Wah, kerja tugas dulu lah. Kalau tugas sudah selesai baru mau main game sampai puas”
”Aku harus kerja tugas sampai selesai dulu, setelah itu baru deh bisa tidur puas”
Nah, beda kan? Walaupun di kedua situasi sama-sama ada tidur, main game dan mengerjakan tugas tapi perbedaannya jelas kan?

Padahal Ibnu Al jauzi telah mewanti-wanti kita agar tidak mengulur-ulur waktu. Beliau pernah mengatakan, “Jangan sekali-kali mengulur-ulur waktu, karena ia merupakan tentara iblis yang paling besar.” Penundaan merupakan bekal orang yang bodoh dan lalai. Itulah sebabnya orang yang saleh berwasiat, “Jauhilah saufa (nanti)”, penundaan juga kemalasan, merupakan penyebab kerugian dan penyesalan.”

Setidaknya ada 4 penyebab utama kebiasaan menunda-nunda yang dapat dijabarkan beserta cara mengatasinya. Pertama, kurangnya motivasi. Tentu saja jika kita tidak termotivasi dalam melakukan sesuatu maka kita akan enggan untuk melakukannya. Adapun cara mengatasi kurangnya motivasi adalah dengan mencari motivasi dari dalam diri sendiri. Bagaimana caranya? Salah satunya adalah dengan membayangkan apa yang akan kita dapat setelah kita menyelesaikan tugas tersebut. Misalnya pada saat kita kekurangan motivasi dalam menyelesaikan tugas research paper yang menumpuk, maka kita harus bisa membayangkan bagaimana kalau tugas itu segera diselesaikan. Bayangkan perasaan lega dan waktu santai yang bisa didapatkan setelah menyelesaikan semuanya. 

Kedua, perasaan malas mengerjakan sesuatu. Rasa malas adalah suatu hal yang umum terjadi, apalagi ketika kita dihadapkan pada situasi dimana kita harus menyelesaikan banyak tugas dalam waktu yang cenderung sangat terbatas. Jadi, bagaimana cara mengatasi rasa malas? Salah satunya adalah dengan berkoordinasi dengan sahabat seperjuangan untuk senantiasa “menampar” kita pada saat rasa malas itu melanda. Dengan demikian, ketika rasa malas melanda diri kita maka kita punya seseorang yang akan menjauhkan diri kita dari rasa malas tersebut. 

Ketiga, kurangnya kedisiplinan. Hal ini merupakan karakter yang terbentuk dari kebiasaan. Jika pada masa lalu kita terbiasa tidak disiplin dalam melakukan suatu hal, maka ke depannya tentu kecenderungan kita untuk selalu bersikap tidak disiplin sangat besar. Oleh karena itu, kita harus memotong siklus ketidakdisiplinan dari kehidupan kita. Sehingga pada masa yang akan dating kita bisa bersikap disiplin dalam melakukan suatu pekerjaan dan mencapai tujuan kita. Salah satu cara mendisiplinkan diri adalah dengan membuat jadwal kegiatan tentatif harian dan menyediakan reward and punishment

Jika kita berhasil menyelesaikan semua pekerjaan yang seharusnya kita selesaikan pada hari itu tanpa menunda untuk keesokan harinya, maka berilah sedikit reward kepada diri kita, misalnya seperti membeli menu makanan yang sedikit lebih mahal dan lezat. Namun, jika ternyata sebaliknya maka kita harus memberi punishment kepada diri kita agar tidak mengulanginya lagi seperti melakukan push up 30 kali. 

Keempat, rasa stress. Kebanyakan dari kita cenderung stress ketika berhadapan dengan hal-hal yang harus kita kerjakan. Adapun salah satu cara mengatasinya adalah dengan mengambil wudhu dan shalat dua rakaat. Akan lebih baik lagi jika dilanjutkan dengan tilawah minimal dua halaman Alquran. Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman “Ketahuilah bahwa hanya dengan mengingat Allah maka hati akan merasa tentram.” (QS. ar-Ra’d: 28)

Semoga kita semua bisa mulai meninggalkan sikap menunda-nuda dan mulai menjadi muslim yang lebih produktif. Aamiin ya rabbal ‘aalamiin. 

Penulis : Rangga Tri Nugraha

Gambar : umad.com “Tidur dulu ah… main game dulu ah….” “Nanti aja lah, sekarang mau santai dulu” Ucapan-ucapan tersebut tentu s...

0 Komentar: