Menanggung Pulang Anak Rantau

Mei 31, 2017 Forum Tarbiyah 0 Komentar


Gambar : lyceum.id

Menjelang berakhirnya Final examination dan juga waktu sudah mendekati hari-hari libur mudik kembali ke kampung halaman, sepertinya ini waktu yang cocok untuk berbagi nasihat yang berhubungan dengan kepulangan para perantau penuntut ilmu.

  Ada ungkapan bahwa “sejauh manapun kamu pergi berkelana menuntut ilmu, pasti selalu ada alasan untuk pulang, yaitu keluarga dan kampung halaman”.

Imam Syafi’I Rahimahullah banyak berujar tentang keutamaan merantau menuntut ilmu, Salah satu syairnya yang terkenal adalah. “Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan hidup asing (di negeri orang)”. Selain itu beliau mengungkapkan “Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan..Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang”.

Merantau identik dengan sebuah perjuangan untuk menjadi lebih baik. Memaksa diri agar keluar dari zona nyaman. Bertaruh dengan ketidak pastian masa depan dan menukarnya dengan segala kenyamanan yang sudah didapat dengan sebuah harga dan harapan yang tinggi, berharap semuanya berakhir dengan baik ketika kembali.

  Sebulan, setahun bahkan  bertahun-tahun tinggal di negri orang bikin setiap  anak rantau pasti makin rindu sama kampung halamannya masing2. Memang benar nasihat lama yang sering diungkapakan itu “Rumahku syurgaku”, tempat dimana semuanya berawal, tempat dimana kehangatan keluarga dan sanak saudara mewarnai kehidupan ini. Makanya ga heran rumah selalu menjadi tempat yang selalu dirindukan bagi setiap orang yang meninggalkanya untuk waktu yang cukup lama. Pertanyaanya adalah Apa yang akan dibawa ketika kesempatan pulang itu sudah ada? Apa bedanya jika diawal kita pergi bernilai C dan pulang pun membawa C? Apa bedanya?

Menanggung pulang anak rantau, disatu sisi bahagia bisa berjumpa dengan sanak saudara disatu sisi melihat jauh kedalam diri yang masih belum menciptakan perubahan besar. Bagaimanapun semuanya berproses, maka solusinya adalah…menjelang pulang bukan hanya mempersiapkan baju yang baru, oleh-oleh yang banyak, penampilan yang luar biasa. Tapi persiapkan juga mental dan ruhiah kita, berusahalah menjadi pribadi yang baru, pribadi yang lebih santun, yang suka tolong menolong dan berbuat kebaikan. Semoga kita bisa terus berusaha berubah menjadi lebih baik dan pulang menjadi pribadi yang baru. Wallahu A'lam


Penulis : Abdullah Faqots

Gambar : lyceum.id Menjelang berakhirnya Final examination dan juga waktu sudah mendekati hari-hari libur mudik kembali ke kampun...

0 Komentar: