Musim Ujian Menjelang

April 30, 2017 Forum Tarbiyah 0 Komentar

Gambar : theodysseyonline.com

Hai teman-teman, ayooo ngaku siapa yang sekarang sudah mulai merasa deg-degan karena sebentar lagi mau ujian? Saya, saya *hehe.. sayup-sayup terdengar. Yup, kita semua sama-sama tahu bahwa ujian akhir semester tinggal hitungan hari lagi yaitu sekitar 20 hari. Pastinya sudah ada yang mulai belajar kan, *Manteep. Tapi kalau belum mulai gimana? Jangan khawatir! Kamu masih punya waktu kok.

By the way, ada lho diantara kita yang terkadang bila musim ujian datang, bukannya lebih giat belajar dan berdo’a, eh…malah kebalikannya: bawaannya bad mood aja, malas, galau dan yang pasti tidak siap untuk menghadapi ujian. Nah, yang demikian itu adalah indikasi bahwa kita mungkin belum paham landasan dan tujuan kita menjalani ujian. Ibarat naik pesawat terbang, sebelum meninggalkan landasan kita harus sudah tahu tujuan naik pesawat ini mau kemana dan dalam rangka apa. Ujian yang kita hadapi di kampus diantaranya adalah untuk memenuhi hak akal kita. Akal merupakan salah satu dari lima hal yang sangat dijaga dalam Islam. Selain itu, menjalankan ujian dengan maksimal juga bagian dari sunguh-sungguh menuntut ilmu. Allah جل جلاله telah menyiapkan keutaman-keutamaan yang agung bagi para penuntut ilmu, seperti: Ditinggikan derajatnya, dihitung sebagai orang yang berada di jalan Allah, dimudahkan menuju surga dan masih banyak lagi keutamaan yang lain.

Hidup yang kita jalani ini, selalu penuh dengan ujian. Allah جل جلاله berfirman dalam surat Al-‘Ankabut ayat 2 dan 3: Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji? (2). Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.(3). 

Ujian-ujian tersebut Allah berikan kepada orang beriman, karena Allah ingin mengetahui seberapa besar keimanan mereka kepada-Nya dan Allah juga ingin mengangkat derajat mereka disisi-Nya. Demikian juga dengan ujian dalam belajar, fungsinya adalah untuk mengetahui sejauh mana pemahaman kita terhadap materi-materi pelajaran dan juga untuk menaikkan tingkat pendidikan kita, pasti pada nggak mau kan kalau kuliahnya nggak naik-naik tingkat, hehe… So, ujian ini hanyalah sarana, bukan tujuan akhir, sehingga keberkahan ilmu tetap bisa kita rasakan walaupun musim ujian telah berlalu.

Peluang memperoleh keberkahan ilmu akan lebih besar bila kita memperhatikan adab-adab selama dalam masa ujian. Pertama, memahami dengan baik bahwa ilmu itu adalah cahaya. Ingat nggak nasehat Imam Waqi’ kepada Imam Syafi’i: “Al-Ilmu nuurun, wa nuurullah laa yuhdaa lil’aashi.” Ilmu itu adalah cahaya, dan cahaya Allah itu tidak akan diberikan kepada ahli maksiat. Oleh karena itu, agar ilmu bisa kita pahami dengan baik maka kita perlu membersihkan diri dari dosa dan kemaksiatan, yaitu dengan memperbanyak istighfar dan taubat. Kedua, mengikut sertakan Allah جل جلاله dalam ujian kita.

Di Penghujung ayat ke 282 surat Al-Baqarah, Allah جل جلاله berfirman: Dan Bertaqwalah kamu kepada Allah, maka Ia akan mengajari kamu…(282). Maka sangat dianjurkan sekali pada musim ujian ini kita tetap memperhatikan hak-hak Allah جل جلاله ,jangan sampai gara-gara sibuk belajar, tilawah Al-Quran kita yang biasanya one day one juz malah dikurangi menjadi one day one page. Atau sholat yang biasanya tepat waktu, jadi sering delay nya, tapi justru sebaliknya hendaklah kita termotivasi memperbanyak amal sholeh dengan harapan bahwa Allah akan membantu kita dalam belajar, alias PDKT gitu sama Allah جل جلا له.

Ketiga, mengutamakan kejujuran saat menjawab soal ujian. Kalau dulu ada yang terbiasa mencontek, maka sekarang sudah saatnya berubah. Coba bayangkan ijazah seseorang yang diperoleh setelah melewati ujian-ujian yang tidak jujur, kemudian dengannya ia mendapat pekerjaan, maka bisa jadi rezeki yang dia dapat menjadi tidak berkah. Na’udzubillaah… Keempat, Berdo’a dan bertawakkal kepada Allah جل جلاله .Minta terus sama Allah جل جلاله supaya diberikan kemudahan dalam belajar, diberikan kesehatan dan hasil yang memuaskan serta yang paling utama adalah meminta keberkahan ilmu. Setelah belajar dengan maksimal, do’a dengan sungguh-sungguh, dan jujur dalam ujian, maka selanjutnya jangan lupa berserah diri kepada Nya, sehingga InshaAllah tidak ada lagi penyesalan saat kita menerima hasil ujian nanti. So, yang semangat ya teman-teman, Good luck for all of you! :)

Penulis : Ainul Mardhiah 

Gambar : theodysseyonline.com Hai teman-teman, ayooo ngaku siapa yang sekarang sudah mulai merasa deg-degan karena sebentar lagi mau ...

0 Komentar: