Berhenti Mengeluh dan Bersyukurlah

April 14, 2017 Forum Tarbiyah 0 Komentar

Gambar: everydaypowerblog.com

Pasti sebagai manusia di bumi Allah ini, kita pernah atau bahkan sering mengeluh. Mulai dari keluhan atas banyaknya pekerjaan, atas rezeki yang kita peroleh, ataupun rasa sakit yang kita terima secara langsung ataupun tidak langsung. Padahal, harus kita sadari bahwa Allah SWT menyuruh kita hidup di dunia ini untuk melakukan kebajikan agar mampu menjadi pribadi yang bermanfaat untuk orang lain. Karena, dunia adalah kehidupan yang sementara dan tidak abadi, tempat di mana kita bersusah payah untuk meraih surga-Nya.

Kita harus berlomba-lomba dalam kebaikan, melakukan hal-hal yang bermanfaat. Niat pribadi pun harus diniat kan untuk Allah, sehingga apa yang kita kerjakan di dunia ini berujung pahala. Lelahnya kita pun insyaAllah mampu menggugurkan dosa-dosa yang telah kita kerjakan selama ini. Jadi, daripada hidup berleha-leha tanpa bekerja keras, untuk apa?

Lalu, kita sudah lelah bekerja, lelah belajar, tapi realita tidak seindah ekspetasi. Seperti contoh, kita sebagai pelajar, sudah bersusah payah belajar pagi siang dan malam, doa pun tidak henti-hentinya, namun saat pembagian hasil ujian, hasilnya tidak sesuai dengan usaha yang sudah kita kerjakan. Kenapa ya? Di posisi seperti ini, kita sebagai hamba Allah hanya bisa berpikir positif terhadap apa yang Allah sudah rencanakan.

Mungkin, lelahnya kita belajar, mampu berbalas pahala, atau mungkin ikhlasnya kita pun mampu membawa pahala. Mungkin juga, Allah akan mengganti nikmat kita lebih besar lagi. Dan masih banyak kemungkinan yang akan terjadi, kalau kita berpikir positif. Jadi, berhentilah mengeluh dan bersyukur atas semua rencana Allah. Seperti halnya di dalam surat Ibrahim ayat 7, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. 

Dalam hal bersyukur, manusia mempunyai tiga tingkatan. Pertama, orang itu memiliki nikmat, namun ia tidak pernah mengucapkan Alhamdulillah. Padahal, masih banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita, seperti, bernafas. Kita hidup dengan bernafas dan kita tidak perlu mengeluarkan uang sepersen pun. Yang kedua adalah orang yang diberi nikmat dia bersyukur, diberi cobaan dia bersabar. Ini merupakan tingkatan standar yang dimiliki umat manusia. Lalu tingkat ketiga adalah, orang yang diberi nikmat dia bersyukur, diberi cobaan dia bersyukur. 

Subhanallah. Karena, kalau Allah cinta hamba-Nya, Allah akan memberikan cobaan kepadanya.
Lalu, bagaimana cara kita bersyukur diatas keluh kesah kita? Hal yang pertama adalah perbanyak dzikir. Karena dzikir mampu membuat kita mengingat Allah, serta mengingat akan nikmat yang Allah berikan dan kebesaran yang Allah miliki. Allah yang memiliki semua dzat didunia ini. Bersyukurlah, maka Allah akan memberikanmu nikmat yang berlipat. InsyaAllah. 

Lalu, cara kedua adalah, membayangkan sesuatu yang lebih berat, seperti contoh, jika terjadi kebakaran, hal yang biasa ditanyakan oleh orang yang bersyukur atas cobaan adalah orang yang langsung mencari solusi bagaimana cara untuk memadamkan api, bukan yang menanyakan bagaimana kebakaran ini bisa terjadi atau siapa pelakunya.

Jika setengah dari rumahnya terbakar, ia masih akan berkata, Alhamdulillah, bukan sepenuh rumahku terbakar. Atau bagaimana jika seluruh rumahnya terbakar? Maka ia akan berkata, Alhamdulillah aku dan keluarga ku tidak ada didalam rumah. Jadi, bersyukurlah atas semua cobaan dan masalah yang diberikan Allah, bisa jadi, cobaan yang diberikan mampu memperingan kita di akhirat nanti. Wallahu ta'ala a'lam.


Penulis : Dema Talitha Nelfiati

Gambar: everydaypowerblog.com Pasti sebagai manusia di bumi Allah ini, kita pernah atau bahkan sering mengeluh. Mulai dari keluhan at...

0 Komentar: