Makna Kebaikan

Maret 29, 2017 Forum Tarbiyah 0 Komentar

Gambar: rec.or.id
Sebagai seorang muslim, sudah menjadi kewajiban kita mengerjakan amalan kebaikan dan menghindari apa yang dilarang dalam segala aspek kehidupan. Hal ini diperintahkan untuk memberikan kesadaran terhadap diri kita akan arti Ikhlas dalam kebahagiaan, baik di dunia nyata maupun di akhirat .

Dalam nilai Islam, kebaikan yang dilakukan dengan keikhlasan terhadap sesama itu berbanding lurus dengan yang namanya sedekah. Selain berbagi manfaat terhadap orang lain, sedekah ini pada hakikatnya kembali kepada diri setiap individu. Menjadikan kita wasilah untuk orang lain dan mereka dalam lingkup wasilah terhadap diri kita. Bisa dibilang ketika kita menebarkan kebaikan maka akan menciptakan siklus lingkungan yang baik dan menghasilkan kebaikan di sekitarnya. Betapa dahsyatnya konsep bersedekah dalam Islam.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, ”Setiap tulang manusia harus disedekahi setiap hari selagi matahari terbit, mendamaikan dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, menolong orang hingga ia dapat naik kendaraan atau mengangkatkan barang bawaannya merupakan sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, setiap langkah kaki yang kau ayunkan ke masjid adalah sedekah, dan menyingkirkan aral di jalan juga sedekah.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Allah SWT tidak pernah memandang dengan remeh kebaikan yang telah ditunaikan oleh hamba-Nya. Sebagaimana yang disebutkan dalam firman Nya,” Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat balasanya pula.”(QS. Al Zalzalah: 7-8)

Sungguh jika orang yang belum meyakini sepenuhnya akan rahmat Allah SWT maka mereka menganggap amalan kebaikan merupakan suatu yang merepotkan, dan mementingkan kepentingan personalitas dalam kehidupannya.

Menurut penelitian Dr. Lynn Alden dari University of British Columbia, kebaikan yang dilakukan kepada orang lain ternyata bermanfaat untuk menyembuhkan depresi, ketakutan dan kekhawatiran. Penelitian tersebut dilakukan terhadap responden agar melakukan beberapa kebaikan kepada orang lain sebanyak dua hari dalam seminggu selama empat minggu berturut-turut.

Terkadang mereka memberikan hadiah kecil kepada orang lain, menjemput sesama ketika dinas, mengunjungi orang sakit dan berbagi harapan dan doa, atau berterima kasih. Namun terbukti sangat besar bahwa orang yang sering melakukan kebaikan terhadap orang lain memiliki tingkat masalah dan depresi yang rendah, bahkan rasa ketakutan dan tekanan terhirup udara kebahagiaan yang lapang setelah ikhlasnya menolong sesama dalam ikatan kebersamaan.

Jika seseorang berbuat kebaikan antara sesama maka akan membuat rasa harmonis di ranah masyarakat yang menimbulkan kedamaian dan ketentraman dalam lingkungan publik. Ada sebuah kisah seseorang ulama yang selalu bertata kerama dan berkehidupan dengan tetangganya yang non-muslim, kemudian tetangganya tersebut masuk Islam, bukan karena dakwah ulama ini tetapi karena dari karakter yang penuh teladan dan kebaikan yang terpancar dari sang ulama.

Melihat kisah Rasulullah SAW yang mana setiap kali ketika hendak berangkat ke masjid bertemu seorang kafir Quraish yang selalu meludahi beliau dan melempari dengan kotoran. Ketika dia jatuh sakit, justru Rasulullah menjadi orang pertama yang menjenguknya. Apa yang terjadi berikutnya? Dia pun mengucapkan dua kalimat syahadat dan masuk islam. Inilah buah dari kebaikan Rasulullah SAW. Wallahu'alam.

Penulis : Ridho Ardiansyah

Gambar: rec.or.id Sebagai seorang muslim, sudah menjadi kewajiban kita mengerjakan amalan kebaikan dan menghindari apa yang dilarang da...

0 Komentar: