Saat Diam menjadi Dakwah

Desember 12, 2016 Forum Tarbiyah 0 Komentar

Sumber: Pinterest

Bilal Philips bercerita, sebelum masuk islam, saat ia tinggal di Malaysia bersama keluarganya, Ibunya mengasuh seorang muslim dari Indonesia. Muslim tersebut tidak pernah bercerita sedikitpun tentang ajaran Islam, tapi dia beribadah dan bermuamalah dengan baik. Hingga suatu hari, saat Bilal Philips memeluk islam, tidak ada pertentangan dari keluarganya. Mereka telah melihat Islam dari seorang yang pernah diasuhnya.

Sebuah tayangan di Youtube bertema "khowatir 5" menyajikan nilai-nilai kebaikan di negara Jepang tentang kesopanan, ke-amanahan, dan ketertiban. Kemudian dia menyajikan pula gambaran di beberapa negara muslim. Secara umum, di jepang lebih baik. Dalam hal amanah, mereka bahkan mempunyai slogan "nothing get lose in japan". Dimanapun barang anda ketinggalan, insyaAllah anda akan menemukannya utuh tanpa kekurangan.

Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat dipercaya sekalipun oleh Orang yang tidak beriman. Saat hendak hijrah ke Madinah, beliau meminta Ali RA untuk mengembalikan barang titipan dari kaum kafir quraisy Mekkah. Soal akhlak, tidak ada yang yang lebih baik dari Nabi Muhammad SAW. "Sesungguhnya, aku diutus untuk menyempurnakan Akhlak" Begitu sabda Nabi. Ketika Aisyah RA ditanya tentang akhlak beliau, jawabnya "Akhlaknya adalah Al Quran".

Akhlak yang baik merupakan pemandangan pertama yang membuat orang jatuh cinta, bahkan sebelum tau tentang keilmuannya sekalipun. Rumus ini berlaku sebaliknya. Ilmu yang banyak bisa terlihat tak bernilai saat akhlak tak ada. Konon, Iblis adalah makhluk yang pandai, oleh karena itu Allah tidak menguji mereka dengan pertanyaan seperti malaikat. Tetapi meminta untuk bersujud kepada Adam AS, namun karena kesombongannya ia tidak mau melakukan hal itu.

Sebuah wise words "Action speaks louder than words" juga tampak nyata dalam kehidupan kita, kan? Sudah naluri manusia untuk lebih percaya pada yang nyata terjadi daripada sekadar janji. Di dalam Al Quran, perintah beriman hampir selalu datang bersama perintah untuk berbuat baik. ".....Berimanlah dan berbuat baiklah kalian...." Allah SWT juga akan Mengangkat derajat orang yang berilmu dan berbuat baik.

Dalam situasi apapun, berusahalah untuk menjadi muslim yang baik. Muslim yang tidak membuang sampah sembarangan, Muslim yang tidak datang terlambat, Muslim yang menghormati dan Suka menolong orang lain, Muslim yang giat beribadah, Muslim yang berprestasi, Muslim yang mencontoh Akhlak Rasulullah SAW sebaik mungkin. Itulah yang akan menjadi Citra Islam. Maka jadilah muslim yang mengamalkan ajaran Islam. Bukan sekedar Tau ajaran Islam.

Dengan akhlak yang baik, dakwah tentang Islam akan lebih terlihat dampaknya. Umar RA berkata " Jadilah Pendakwah ke jalan Allah meskipun dalam Diam". Sahabat bertanya " Bagaimana caranya wahai Umar RA?" "Dengan Akhlakmu" Jawab Umar RA. Kita tidak akan punya kekuatan untuk mengendalikan orang lain seperti kekuatan untuk mengendalikan diri kita sendiri. "Mulailah dari diri sendiri, sekarang dan dari yang terkecil" begitu pesan Aa Gym.

Mulailah dakwah dengan berakhlak yang baik, agar Diam pun tetap bernilai dakwah.

Dari Momentum Hari Kelahiran Nabi ini, belajarlah untuk Mencontoh beliau dengan membaca ulang Akhlak yang mengagumkan dalam Perjalanan hidup Manusia Paling Allah SWT cintai tersebut.

Penulis : Muhammad Hamka

Sumber: Pinterest Bilal Philips bercerita, sebelum masuk islam, saat ia tinggal di Malaysia bersama keluarganya, Ibunya mengasuh seor...

0 Komentar: