Muslim Seperti Apakah Kita?

Desember 08, 2016 Forum Tarbiyah 0 Komentar

Gambar: aboutislam.net

Saudara ku sekalian, zaman kini sudah berubah dan tantangan pun semakin berat. Salah satu tantangan bagi kita seorang muslim di zaman ini adalah menjaga identitas kita yang boleh dibilang sudah hampir hangus ditelan zaman. Mau tidak mau kita yang sudah bersyahadat memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan Rasulullah Muhammad SAW. Apakah dengan kita menjadi seorang muslim, akankah orang lain yakin bahwa kita benar-benar seorang muslim? Apa sih identitas kita sebagai seorang muslim? Ya. Jawaban yang paling sederhana adalah akhlakul karimah.

Bukankah Rasulullah Muhammad SAW sudah mengajarkan kita bagaimana berperilaku yang baik, yaitu berusaha memiliki akhlaqul karimah. Wahai umat, kemana akhlak- akhlak para Rasul dan para sahabat serta orang-orang soleh? Kemana sikap saling tolong menolong dan mengucapkan salam sesama muslim ? Kemana senyum-senyum dan husnudzan yang semestinya dipupuk setiap saat. Bukankah Rasulullah mengkhawatirkan kalian di penghujung hidupnya?

Seakan-akan saat ini identitas itu terasa asing bagi kita. Padahal setiap kita adalah Da’i untuk agama kita. Da’wah bukan hanya tugas para ustad dan ulama namun ini tugas kita bersama.

Satu kalimat yang mungkin merepresentasikan keadaan kita saat ini yaitu seperti apa yang dikatakan oleh Sayyid Muhammad al-Naquib bin Ali al-Attas “The Loss of Adab”. Dimana adab-adab yang semestinya kita jaga dan kita pupuk telah hilang dan tergantikan oleh derasnya arus mode zaman ini.

Maka dari itu penulis ingin mengajak kepada saudara-saudara semua agar berusaha untuk selalu istiqomah dalam kebaikan. Berusahalah untuk berbuat kebaikan walaupun kita belum sepenuhnya baik, Berkatalah yang baik-baik walaupun lisan kita masih kaku mengatakannya, dan Saling nasihat menasihati lah walau diri ini masih berusaha memperbaiki diri.

Dengan begitu ukhuwah kita akan terbangun sehingga akhlak yang sudah Rasulullah SAW ajarkan tersebar keseluruh muslim sehingga ini menjadi identitas kita sebagai seorang muslim.

(13)إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ

 (14)اُولَئِكَ أصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqomah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. (13) Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (14) [QS. Al Ahqaf: 13- 14]

Pada akhirnya, jika diri kita disibukan dengan kebaikan maka layak kah kita menjadi seorang Da’i yang tidak perlu harus berbicara banyak tapi akhlaknya sudah menjelaskan apa itu Islam dan siapakah itu Muslim?? Wallahua'lam.

Penulis : Abdullah Faqots

Gambar: aboutislam.net Saudara ku sekalian, zaman kini sudah berubah dan tantangan pun semakin berat. Salah satu tantangan bagi kita s...

0 Komentar: