Sudahkah Perbankan Syari'ah Sempurna?

November 26, 2016 Forum Tarbiyah 0 Komentar

Ah, paling-paling namanya saja syari'ah. Benarkah?
Ketika mendengar kata “bank syari'ah” maka orang-orang akan berpikir “Wah, Alhamdulillah sudah ada sistem perbankan yang dipraktekkan mengikuti syari'ah” atau “Ah, paling-paling sama saja dengan bank konvensional, hanya namanya saja syari'ah dan segalanya dimulai dengan bismillah” malah ada juga yg berfikir “Mau ada riba atau engga, gue pokoknya pake yang murah aja”.

Memang, sampai saat ini perbankan syari'ah sendiri belum mencapai kata “sempurna”. Sempurna disini berarti sudah sesuai dengan semua ketentuan syari'ah. Tetapi pengkajian akan hal ini masih terus dilakukan demi terciptanya sebuah sistem yang sesuai. Bukanlah mudah untuk membuat sebuah sistem yang berdasarkan pada syariah ketika sistem konvensional sudah sangat mengakar. Dalam sebuah negara, sistem perbankan berada di dalam sistem keuangan, baik itu perbankan syariah atau bukan, dan pemerintahlah yang mengatur sistem ini melalui bank sentralnya. Maka ketika tidak ada keseriusan dari pemerintah untuk mengubah sistem perbankan menjadi sejalan dengan syariah, akan berat juga mengimplementasikan hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh para cendekiawan. Sebab, pada akhirnya pemerintahlah yang mengendalikan dan membuat keputusan. 

Dengan tidak adanya komitmen dari pemerintah, para penduduknya pun pada akhirnya menjadi skeptis terhadap sistem perbankan syari'ah yang sedang dalam perkembangan ini. Banyak keraguan terhadap produk-produk bank syari'ah yang dianggap masih kurang sesuai dengan istilah syari'ah itu sendiri dan banyak pula yang merasa bahwa kemudahan yang didapat dari menggunakan bank konvensional melebihi bank syari'ah. Tetapi, yang perlu kita ingat disini adalah berurusan dengan riba adalah sesuatu yang haram dan sudah sangat jelas larangannya tertera dalam Al-Qur’an yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ 
فَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِن تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum di pungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan, jika kamu bertobat dari pengambilan riba) maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak pula dianiaya.”(al-Baqarah: 278-279).

Yang ingin saya tekankan disini adalah, Allah dan Rasulullah akan memerangi siapa saja yang mencampur hartanya dengan harta riba. Coba kita bayangkan, bagaimana kalau kita sampai diperangi oleh Allah dan Rasulullah… Nauzubillah min zalik. Semoga kita selalu mendapat petunjuk dari Allah.

Rasulullah pun pernah menekankan sendiri mengenai riba ini, Rasulullah bersabda bahwa: “Allah melaknat orang yang memakan riba, yang memberi makan dengannya, kedua saksinya, dan penulisnya, lalu beliau bersabda, “mereka semua itu adalah sama". (HR. Muslim)

Sudah jelas bahwa semua orang yang memiliki keterkaitan dengan praktek riba akan dilaknat oleh Allah SWT. Maka dari itu, mari, kita semua berusaha untuk menjauhkan diri dari segala praktek riba. Memang, sistem perbankan syari'ah belum sempurna, belum dapat sepenuhnya sesuai dengan syari'ah dan masih banyak yang harus diperbaiki. Tapi setidaknya kita telah berusaha untuk terhindar dari praktek riba, bukankah usaha kitalah yang bernilai dimata Allah SWT? 

Dan kalau memang masih banyak keraguan, mari kita sama-sama berusaha untuk membuat sistem perbankan syari'ah menjadi lebih baik lagi, terlebih kepada para pemuda muslim, pemuda harapan bangsa, mari kita buktikan bahwa ajaran Islam tidaklah mempersulit hidup, tetapi memudahkan dan juga memiliki tujuan untuk menguntungkan semua pihak. Tidak seperti sistem kapitalis yang hanya berpihak kepada mereka yang memiliki harta yang paling banyak. Siapa yang memiliki harta yang paling banyak, maka dialah yang akan menerima lebih banyak lagi harta, iya, itulah sistem kapitalis yang sudah mengakar didunia ini.

Ayo, kita ubah dunia ini agar menjadi tempat yang lebih indah untuk kita tinggali sementara sebelum kita tinggalkan.

Penulis: Yusuf Ali

Ah, paling-paling namanya saja syari'ah. Benarkah? Ketika mendengar kata “bank syari'ah” maka orang-orang akan berpik...

0 Komentar: