Cukup Terpelajarkah Diri ini?

November 18, 2016 Forum Tarbiyah 0 Komentar

Sadarkah kita dunia juga merupakan tempat menimba ilmu? | Gambar: bostondotcom
Sering kali kita menganggap diri kita adalah orang yang terpelajar. Tapi apakah kita sudah merasa benar-benar terpelajar untuk selalu bersyukur atas nikmat Allah dan mempunyai tradisi belajar yang baik?

Sudah umum kita menganggap bahwa menuntut ilmu hanya ketika berada di sekolah ataupun kampus. Sadarkah kita, seperti halnya sekolah, dunia tempat kita hidup juga merupakan tempat menimba ilmu? Ketika sekolah menuntut kita untuk terus belajar lebih baik. Dunia pun seperti itu. Adalah sebuah kekeliruan ketika  kebanyakan dari kita mempersempit makna belajar hanyalah ditunaikan di sekolah.

Ketika kita dilahirkan, sesungguhnya sudah menjadi kewajiban kita untuk belajar sampai ketika kematian menjemput kita. Tentu tujuan belajar adalah untuk menjadikan diri lebih baik dan semakin mendekatkan kita kepada Allah. Di setiap pembelajaran pasti ada ujiannya, dan ujian-ujian itulah yang nantinya akan menguatkan kita.

Contohnya ketika seorang bayi yang baru terlahir dan belum bisa apa-apa, maka bayi tersebut akan memulai proses belajar untuk berbicara, berjalan atau berlari. Atau ketika ujian kenaikan kelas, maka setelah menghadapi ujian tersebut kita akan naik tingkatan. Namun, pertanyaannya adalah, apakah kita belajar untuk ujian atau ujian untuk belajar? Realitanya kebanyakan dari kita belajar hanya ketika ujian akan datang saja. Sudah seharusnya kita menata diri untuk menganggap ujian bukan lagi kesusahan semata. Ujian adalah perayaan. Sambutlah ujian dengan kebahagiaan. Karena ada di setiap ujian ada pembelajaran yang menguatkan kita.

Tentu ujian bukan hanya di sekolah. Bahkan ujian yang lebih pelik malah sering terjadi dalam kehidupan nyata. Itulah sebabnya kita diwajibkan untuk belajar dimana pun itu. Belajarlah untuk lebih baik di belahan dunia mana pun kita berada, dan jadilah manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Sehingga ketika kematian datang, setidaknya kita sudah meninggalkan ilmu yang bermanfaat di dunia, yang akan terus mengalir dan hidup ketika kita meninggal.

Setiap Muslim harus  belajar ilmu agama, sebagai bekal terbaik menjalani kehidupan ini. Namun, banyak yang mempelajari islam malah semakin keruh hatinya, semakin hampa hidupnya serta semakin jauh dari Allah. Bahkan menjadi salah satu yang terdepan dalam memusuhi islam (Nau’dzubillahimindzaliq).

Seorang Muslim harus belajar bagaimana mensyukuri hidup sebagai anugerah terbaik yang Allah berikan dan memaknai hidup ini dengan meninggalkan sesuatu yang bermanfaat. Bukan hidup sekadar hidup saja namun, mewarnai hidupnya untuk islam. Harus berkorban memberikan yang terbaik untuk islam serta mendayagunakan kemampuan diri yang telah Allah berikan.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دُعَاءٍ لاَ يُسْمَعُ
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu', jiwa yang tidak merasa puas & doa yang tidak didengar [HR. Nasai No.5442].

Sudah sewajarnya seorang Muslim menjadikan profesinya sebagai sarana dakwah. Memberikan manfaat yang banyak kepada orang lain. Sehingga bukan hanya materi yang didapati, tapi juga terkandung manfaat dalam pekerjaanya. Ada kebahagiaan orang lain dalam aktivitasnya. Sudahkah kita?

Penulis : Farid Muhammad

Sadarkah kita dunia juga merupakan tempat menimba ilmu? | Gambar: bostondotcom Sering kali kita menganggap diri kita adalah orang yang ...

0 Komentar: