Adab di Masjid, karena Masjid adalah Sebaik-baik Tempat Kita

Agustus 01, 2016 Forum Tarbiyah 0 Komentar

Masjid adalah rumah Allah.

Masjid adalah rumah yang paling agung bagi setiap muslim di muka bumi ini. Rumah tempat berkumpulnya semua saudara satu keyakinan tanpa membedakan kaya dan miskin. Tidak ada peraturan di mana yang kaya harus berdiri didepan bilamana yang miskin berdiri di luar ruangan. Tidak hanya untuk solat, masjid mempunyai banyak fungsi yang lain, seperti tempat untuk menuntut atau sharing ilmu, tempat belajar untuk anak-anak, dan masih banyak lagi. 

Disamping banyak fungsi masjid selain untuk solat ada juga adab-adab ketika kita berada di dalam masjid. Jangan takut dulu ketika mendengar kata adab karena Islam tidak akan mewajibkan sesuatu yang susah dilakukan oleh manusia. Adab ini hanya peraturan yang bermanfaat bagi seluruh jama’ah supaya tetap aman dan nyaman beribadah di masjid. Baiklah buka mata dan hati, semoga ilmu yang sedikit ini mampu kita fahami dan kita amalkan, insyaALLAH


1. Ikhlas semata-mata karena Allah ta’ala
Hendaknya seorang muslim melangkahkan kakinya ke masjid hanya karna Allah ta’ala bukan untuk mendapatkan pujian dari mulut-mulut manusia yang pujianya sama sekali tidak bisa kita jadikan jaminan untuk masuk surga Allah. Seperti halnya hadits yang pertama yaitu “segala sesuatu bergantung pada niat”. Nah jadikalau niatnya solat karena Allah ya niatnya semata-mata ingin meraih ridhonya Allah, tapi kalau niatnya ingin famous atau nge-top ya silahkan pergi ke korea lalu bergabung dengan opa-opa bikin boyband.

2. Berpakaian sebaik-baik pakaian
Stop! Jangan salah tafsir ya. Di sini kata sebaik-baiknya pakaian bukan berarti yang mahal,baru,keren dan nge-jreng. Maksud dari kata sebaik-baiknya adalah yang bersih, bebas dari najis dan menutup aurat, menutup ya bukan “membungkus”.

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid” (QS. AI-A’raf: 31)

3. Menghindari mengkonsumsi makanan yang berbau
Peraturan yang ini mungkin agak sedikit berat bagi orang-orang yang suka pete, jengkol, kabau, bawang merah dan putih, bawang bombai, termasuk rokok dan makanan lain yang meninggalkan bau yang menyengat di mulut, akan tetapi peraturan ini membawa kebaikan bagi seluruh penghuni masjid pada saat beribadah. 

Bau yang menyengat akan masuk kedalam hidung lalu diproses oleh otak lalu otak akan mengeluarkan informasi bahwa bau ini tidak sedapdan sesetengah orang akan merasa mual dan akhirnya menggangu kekusyukan dalam beribadah. Nabi kita juga telah bersabda: “Barang siapa yang makan bawang putih atau bawang merah maka hendaklah menjauhi kita”, atau bersabda, “Maka hendaklah dia menjauhi masjid kami dan hendaklah dia duduk di rumahnya”. HR Bukhari dan Muslim dan dinilai shahih oleh Syeikh Al-Albani dalam Irwaul Gholil no.54.

4. Dilarang keras meludah dimasjid.
Sepertimana Allah karuniakan kita Aql dan fikiran yang Allah juga tidak karuniakan melainkan kepada manusia saja. Maka dari itu sudah seharusnya kita berfikir tentang baik dan buruknya tindakan kita, termasuk juga dalam menjaga kebersihan masjid. 

Seperti yang kita ketahui menjaga kesehatan badan dan rumah itu penting dan menjaga kebersihan masjid itu juga sangat penting, maka dari itu dilarang keras meludah atau membuang kahak dilantai ataupun di dinding masjid. 

Lalu kalau meludah di sajadah atau di mukenah milik masjid boleh dong? Tetap tidak. Karena sajadah dan mukenah akan digunakan oleh orang lain, sedangkan bekas kahak dan ludah akan meninggalkan bau yang tidak sedap dan juga bekas yang kotor yang akan mengganggu kenyamanan dalam beribadah.

“Meludah di masjid adalah suatu dosa, dan kafarat (untuk diampuninya) adalah dengan menimbun ludah tersebut”. - Shahih al-Bukhari no 40 

5. Larangan melingkar di dalam masjid untuk berkumpul untuk kepentingan dunia

Terdapat larangan melingkar di dalam masjid (untuk berkumpul) demi kepentingan dunia semata. Hal ini juga mencakupi urusan jual-beli juga. Sepertiman yang difirmankan oleh nabi Muhammad: “Akan datang suatu masa kepada sekelompok orang, di mana mereka melingkar di dalam masjid untuk berkumpul dan mereka tidak mempunyai kepentingan kecuali dunia dan tidak ada bagi kepentingan apapun pada mereka maka janganlah duduk bersama mereka” - HR al-Hakim jilid 4 halaman 359 dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani.

6. Larangan berteriak dan gaduh

Sebab, masjid dibangun bukan untuk ini. Demikian pula mengganggu dengan obrolan yang keras. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ketahuilah bahwa setiap kalian sedang bermunajat (berbisik-bisik) dengan Rabbnya. Maka dari itu, janganlah sebagian kalian menyakiti yang lain dan janganlah mengeraskan bacaan atas yang lain” - HR Ahmad, Abu Dawud, dan al-Hakim dan dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihal-Jami’

Apabila mengeraskan bacaan Alquran saja dilarang jika memang mengganggu orang lain yang sedang melakukan ibadah, lantas bagaimana kiranya jika mengganggu dengan suara-suara gaduh yang tidak bermanfaat?! 

Sungguh, di antara fenomena yang menyedihkan, sebagian orang—terutama anak-anak muda—tidak merasa salah membuat kegaduhan di masjid saat shalat berjamaah sedang berlangsung. Mereka asyik dengan obrolan yang tiada manfaatnya. Terkadang mereka sengaja menunggu imam rukuk, lalu lari tergopoh-gopoh dengan suara gaduh untuk mendapatkan rukuk bersama imam. Untuk yang seperti ini kita masih meragukan sahnya rakaat shalat tersebut karena mereka tidak membaca Al-Fatihah dalam keadaan sebenarnya mereka mampu.

Tetapi, mereka meninggalkannya dan justru mengganggu saudara-saudaranya yang sedang shalat. Hal ini berbeda dengan kondisi sahabat Abu Bakrah radhiallahu’anhu yang ketika datang untuk shalat bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam didapatkannya beliau Shallallahu’alaihi Wasallam sedang rukuk lalu ia ikut rukuk bersamanya dan itu dianggap rakaat shalat yang sah.

Lalu bagaimana dengan anak-anak yang berlari-larian didalam masjid, kan sama saja mereka juga tertawa bahkan lebih kuat dari kita?

Saudara-saudariku, cara kita berfikir dan anak-anak tidak sama. Kalau dalam psikologi ada yang namanya Id, Ego, dan SuperEgo. Id ini mewakili keinginan, Ego ini mewakili hasrat untuk mendapatkan sedangkan SuperEgo ini adalah tentang tata krama atau nilai sosial lainya.

Anak-anak kecil mereka hanya mempunya Id dan Ego, mereka belum sampai tingkatan SuperEgo yaitu berfikir tentang orang lain atau baik buruk tindakan mereka, yang mereka tahu hanya bermain dan memenuhi keingintahuan mereka. sedangkan kita para gadis-gadis manis dan bujang-bujang yang menawan tentunya sudah sampai tingkatan berfikir SuperEgo yaitu berfikir tentang tata krama dan nilai social lainya. 

Jadi mari kita gunakan hadiyah Aql dari Allah dengan sebaik-baiknya dengan menilai positive dan Negativenya perbuatan kita, bermanfaat atau tidak kalau kita tertawa terbahak-bahak dan tidur ditengah-tengah tempat solat.

7. Adab bagi wanita 

Tidak terlarang bagi seorang wanita untuk pergi ke masjid. Namun rumah-rumah mereka lebih baik Jika seorang wanita hendak pergi ke masjid, ada beberapa adab khusus yang perlu diperhatikan: (a) Meminta izin kepada suami atau mahramnya. (b) Tidak menimbulkan fitnah. (c) Menutup aurat secara lengkap. (d) Tidak berhias dan memakai parfum.

Perbuatan kaum wanita yang memakai parfum hingga tercium baunya dapat menimbulkan fitnah, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, “Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian keluiar menuju masjid, maka tidak akan diterima shalatnya sehingga ia mandi” - HR.Ibnu Majah no 4002 dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu dan dinilai shahih oleh Syeikh Al-Albani dalam shahih Ibni Majah no. 32
Wallahu'alam

Penulis : Subainah

Masjid adalah rumah Allah. Masjid adalah rumah yang paling agung bagi setiap muslim di muka bumi ini. Rumah tempat berkumpulnya sem...

0 Komentar: