Family Gathering Fotar: Menyegarkan Kembali Badan dan Pikiran

Mei 07, 2016 Forum Tarbiyah 0 Komentar

Peserta Family Gathering Fotar, sebagian sudah pulang, hehe.
Pagi, 7 Mei 2015. Matahari meninggi. Kampus IIUM sudah sibuk. Sebagian kelas 'study circle' masih berjalan. Yang tidak ada kelas pun disibukkan dengan kegiatan-kegiatan akhir pekan. Mulai dari mencuci baju, membersihkan kamar, atau berolahraga menggerakkan badan. Pun dengan keluarga Fotar IIUM, memanfaatkan akhir pekan dengan mengadakan 'family gathering'. Alhamdulillah ada puluhan yang menyempatkan hadir, mulai dari pengurus, anggota halaqah, hingga beberapa guru Fotar.

Kegiatan dimulakan dengan doa pagi dan senam. Saudara Alla Khairi dengan lincah memimpin senam pemanasan yang cukup membuat keringat berlelehan. Setelah itu kegiatan diisi dengan berbagai macam permainan yang memadukan ketangkasan fisik, ketangkasan akal, dan juga kerja sama para peserta.

Pada salah satu permaninan semisal, masing-masing kelompok ditantang untuk adu cepat menyelesaikan soal cerdas cermat keislaman. Bedanya, selain adu cepat para peseta juga beradu lari untuk menjemput masing-masing pertanyaan. Jadi baik badan dan akal sama-sama tersegarkan.

"Siapan saja nama.... huh.. hah.. huh.. nama para asabiqunal... huh.. hah.. huh.. assabiqunal awwalun!" baru mau membacakan pertanyaannya saja sudah terengah-engah, hehe.

Oh ya, peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil. Peserta ikhwan dibagi menjadi dua kelompok. Sementara peserta akhwat dikumpulkan ke dalam tiga kelompok. Masing-masing permainan dimulai dengan babak penyisihan. Lalu pemenang dari kelompok ikhwan dan pemenang dari kelompok akhwat bertemu di babak final.

Permainan-permainan lain yang tentu tak kalah seru adalah estafet bola, berburu koin, estafet tali, dan tebak kata. Yang terakhir ini mengadopsi format acara di salah satu stasiun televisi dimana seorang peserta harus menebak sebuah kata dengan menanyakan klu benar atau salah kepada anggota kelompok yang lain.

"Nama negara...", tanya si peserta. Yang lain menimpali, "Tidak... tidak..." Si peserta kembali bertanya "Nama kota..." Kali ini benar. Iya lantas mengerjar, "Kota di Eropa..." Ternyata bukan. "Kota di Afrika..." Lagii-lagi bukan. "Kota di Asia...", desaknya lagi. "Benar... Benar..."

Ia lantas mengulik lebih lanjut, "Kota di Arab..." Dan benar. Lalu ia mulai menyebutkan beberapa nama kota, mulai dari, "Teheran...", lalu "Damaskus..", kemudian "Qatar". Jengkel mungkin karena tak kunjung benar, si peserta menjawab secara random, "Seoul..." Haha, tawa pecah.

Kegiatan diakhiri ketika matahari semakin meninggi. Kelompok Ikhwan Tansri menjadi jawara pagi ini. Diikuti oleh Kelompok Akhwat KLM dan Kelompok Akhwat Jet. Keringat berlelehan. Alhamdulillah ada teh o ais yang menyejukkan. Juga bubur kacang hijau yang sedap.
Melingkar :)
Sembari menikmati kudapan, Dr. Ali Sophian menyampaikan taujih singkat tentang tarbiyah dan ukhuwah. Beliau menggarisbawahi pentingnya membangun dan mengeratkan persaudaraan. Apalagi, tarbiyah adalah kerja sepanjang hidup. Ukhuwah penting untuk mengikat molekul-molekul semangat dan keilmuan sehingga kerja-kerja tarbiyah kita dapat lebih masif dan bermakna. 

Ukhuwah juga saling menguatkan, saling mendukung. Setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan yang acap kali berbeda. Di sini lah tali ukhuwah mengaktifkan fungsi untuk saling mengisi.

"Kegiatannya seru banget. Mengasah otak. Juga lumayan mengeluarkan keringat." ungkap salah seorang peserta, Rulli Mandafar, mahasiswa jurusan Mass Communication. Alhamdulillah ya masih bisa menggunakan sedikit waktu di masa-masa yang sebenarnya hectic ini untuk kembali menyegarkan semangat, merapatkan ukhuwah, dan mensyukuri segala karunia Allah. Sampai jumpa di family gathering selanjutnya. 

Peserta Family Gathering Fotar, sebagian sudah pulang, hehe. Pagi, 7 Mei 2015. Matahari meninggi. Kampus IIUM sudah sibuk. Sebagian ...

0 Komentar: