4 Pelajaran Tarbawiyah dalam Surat Al Kahfi

Februari 26, 2016 Forum Tarbiyah 0 Komentar

Surat Al Kahfi

Kenapa surat Al Kahfi dipilih Allah untuk dibaca disetiap hari raya pekanan umat Islam? Kenapa surat ini dinamai dengan surat Al Kahfi? Lalu apa hubungan surat ini bisa menyelamatkan kita dari fitnah dajjal? Semoga penulis mampu mengungkapnya dengan artikel ini, insya Allah

Di zaman yang penuh dengan fitnah dan cobaan ini, maka tidak ada kekuatan yang mampu menolong kita dari cobaan ini kecuali Allah. Fafirru ilallah larilah kepada Allah, dan salah satu cara agar berlari berlindung kepada Allah adalah dengan membaca Al Quran dan mentadabburi ayat-ayatNya. Surat yang disunnahkan untuk dibaca dengan reward selamat dari fitnah dajjal, fitnah yang telah diwanti-wanti dari zaman Nabi Nuh adalah surat Al Kahfi.

Al Kahfi, itulah nama yang dipilih Allah untuk surat ini, surat ini banyak bercerita tentang fitnah kehidupan yang beragam, fitnah agama, fitnah harta, fitnah ilmu, dan fitnah kekuasaan. Prof Nashir Umar menganalogikan surat ini bagaikan goa bagi seorang mukmin untuk lari dan berlindung dari fitnah. Jadi, pemilihan kata Al Kahfi merupakan sebuah simbol bagi seorang muslim, bagi yang ingin selamat dari fitnah itu, larilah ke goa ini, bacalah dan tadabburilah isinya.

Fitnah-fitnah itu akan menyerang siapapun yang telah mendeklarasikan diri sebagai seorang mukmin, seperti yang difirmankan Allah dalam surat Al ‘Ankabut ayat : 2

أحسب الناس أن يتركوا أن يقولوا أمنا و هم لا يفتنون
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi."

Apalagi cobaan itu akan semakin berat dipikul oleh orang-orang yang berusaha memperbaiki keadaan. Sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasul yang mushlih, beliau dikenal sebagai orang yang sholeh berakhlak mulia dan itu tidak menimbulkan permusuhan dari kaumnya, akan teteapi keadaan berubah ketika Rasulullah berusaha memperbaiki keadaan masyarakat dengan risalah Islam yang beliau bawa.

Untuk bekal bagi setiap mukmin, ada 4 pelajaran tarbawiyah yang penting dalam surat Al Kahfi:

1. Keteguhan akan semakin kuat apabila dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki visi yang sama.

Para pemuda yang memiliki modal iman yang kuat dan hanya tunduk kepada Allah, mereka akan diberi tambahan hidayah oleh Allah, seperti yang difirmankan Allah dala surat Al Kahfi ayat 13 :

إنهم فتية أمنوا بربهم وزدناهم هدى ١٣
                         13." Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.”

Jelas diayat ini bahwa mereka berjuang bukan sendiri, tapi bersama dalam sebuah kelompok. Profesi mereka adalah berdakwah secara sembunyi dari rumah ke rumah. Bersama mereka berjuang menguatkan aqidah, ketika mereka dihadapkan dengan ujian berupa ajakan dari seorang raja untuk menyembah selain kepada Allah, Allah teguhkan hati mereka seraya berkata, "Tuhan kami adalah Tuhan langit dan Bumi."

وربطنا على قلوبهم إذ قاموا فقالوا ربنا رب السماوات و الأرض لن ندعوا من دونه إلها لقد قلنا إذا شططا ١٤
14. Dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, "Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran"

2. Tidak ada kata rugi bergabung dalam kafilah kebaikan

Mari kita fokus kepada anjing yang mengikuti Ashabul Kahfi, disaat orang-orang sibuk menperdebatkan jumlah para pahlawan, Allah malah menyebut-nyebut makhluk ini. Allah berfirman :
سيقولون ثلاثة رابعهم كلبهم ويقولون خمسة سادسهم كلبهم رجما بالغيب و يقولون سبعة و ثامنهم كلبهم ٢٢

22. Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: "(jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjing nya", sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: "(jumlah mereka) tujuh orang, yang ke delapan adalah anjingnya".

Coba kita renungi, apa peran anjing dalam kelompok orang-orang sholeh ini? Hanya duduk menjaga pintu goa, tidak lebih dari itu. Akan tetapi karena anjing ini bergabung dengan orang-orang sholeh, Allah malah memuliakannya. Allah malah menyebutnya lebih banyak daripada pahlawan-pahlawan itu. Orang-orang akan melupakan peran pejuang-pejuang kecil, dan akan memuji bahkan berdebat yang tidak penting tentang kemuliaan pahlawan besar, tapi berbeda dengan cara pandang Allah, walau dengan kontribusi yang sedikit, tidak dianggap manusia, Allahlah yang akan memuliakan mereka.

Kalau anjing yang bergabung dalam kelompok kebaikan walau dengan kontribusi yang sedikit dimuliakan Allah, bagaimana dengan manusia yang mengorbankan hartanya, waktunya, bahkan nyawanya untuk ishlah situasi dan kondisi masyarakatnya? Tidak ada kata rugi dalam kamus pejuang kebaikan.

3. Sabar dalam menuntut ilmu agar mendapat hikmah yang lebih mendalam

Tiada yang menafikan kemuliaan Nabi Musa. Beliaulah manusia paling mulia dizamannya. Bahkan diantara nabi dan rasul, beliaulah yang paling banyak disebut di dalam Al Quran. Objek dakwah beliaupun bukan sembarang manusia. Fir’aun, diktator paling sering disebut Allah, mengaku sebagai tuhan dan tega menyembelih bayi yang baru lahir. Tidak hanya Fir’aun, beliau juga punya tugas memperbaiki keadaan anak cucu para nabi yaitu Bani Israel yang telah lama diperbudak oleh Fir’aun. Tetapi kali ini, beliau diperintahkan oleh Allah untuk belajar dengan Hamba yang shaleh. Disinilah diuji emosi seorang nabi yang mulia.

Nabi Musa berjanji kepada sang guru, agar bersabar dan tidak banyak bertanya, tetapi sang guru langsung menjawab kepada manusia mulia ini,”Kamu tidak akan pernah bisa bersabar bersamaku.” Secara zhahir, semua yang dilakukan sang guru tidak masuk akal bahkan bertentangan dengan pemahaman nabi Musa. Melubangi kapal ditengah lautan, membunuh seorang anak, dan membangun kembali tembok di kampung yang tidak melayani mereka berdua dengan baik dan mereka dalam keadaan lapar? Normal apabila nabi Musa memperingati keganjilan ini.

Main point dalam kisah nabi Musa adalah, Ilmu adalah penyelamat, dan untuk meraih itu perlu kesabaran demi membaca hikmah dan ibrah yang lebih sempurna. Karena ilmu yang mendalam dari seorang guru menyelamatkan mereka dari raja yang memungut “uang keamanan” dari setiap kapal, membunuh seorang anak untuk menjaga keimanan kedua orang tuanya, karena sang guru diberi ilmu oleh Allah bahwa anak ini memilki tabi’at yang buruk. Dan membangun kembali tembok karena tersimpan harta 2 orang anak yatim peninggalan orang tua yang shaleh. Akhirnya sang guru mengungkapkan bahwa tidak sabar dalam menuntut ilmu dan tergesa-gesa dalam menilai malah akan menghasilkan konklusi yang dangkal.

4. Tugas pemangku kekuasaan adalah menfasilitasi kebaikan dan menutup segala pintu menyebarnya keburukan

Allah memberi kekuasaan dan kekuatan kepada Dzulqarnain, dimudahkan dalam menaklukkan dan memperluas daerah kekuasaan. Tetapi berbeda dengan penguasa yang lain, Dzulqarnain malah memanfaatkan nikmat itu untuk mengajak manusia makin dekat dengan Allah, memberi kemudahan agar tersebarnya kebaikan dan mencegah keburukan. 

قال أما من ظلم فسوف نعذبه ثم يرد إلى ربه فعذبه عابا نكرا و أما من أمن و عمل صالحا فله جزاء الحسنى و سنقول له من أمرنا يسرا
87. Berkata Dzulkarnain: "Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia kembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya
88. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami"

Disaat kita disuguhkan dengan kisah penguasa yang menghalangi manusia untuk mentauhidkan Allah, mengancam untuk mengadzab siapapun yang berani menentangnya. Di kisah nabi Musa dan hamba sholeh, dihadirkan lakon seorang penguasa yang memanfaatkan kekuasaan untuk menzalimi rakyatnya, dan ditutup dengan teladan Dzulqarnain.

Kita semua akan dihadapkan segala bentuk ujian ini, baik ujian agama, harta, ilmu dan kekuasaan. Maka dibutuhkan keteguhan untuk menghadapinya dan teman seperjuangan adalah faktor penting agar selalu ingat akan visi bersama, menjadi hamba Allah dan wakil-Nya demi memakmurkan dunia. Membersamai pejuang perlu kesabaran, tiada kata rugi untuk kontribusi bersama mereka, karena itulah penyebab dimuliakan Allah. Disaat berjalan bersama, akan dihadapkan oleh peristiwa yang mengganjilkan, maka bersabarlah dalam membaca keadaan, menarik hikmah dan pelajaran karena setiap saat Allah ingin menabah kapasitasmu agar semakin matang menghadapi kehidupan,. Disaat kedudukanmu semakin tinggi, manfaatkan untuk menebar kebaikan dan menutup celah tersebarnya keburukan. Hadapilah fitnah itu karena setelah Rasulullah wafat, kita dipersiapkan untuk menghadapi fitnah akhir zaman!

Penulis: Kieren Akbar

Surat Al Kahfi Kenapa surat Al Kahfi dipilih Allah untuk dibaca disetiap hari raya pekanan umat Islam? Kenapa surat ini dinamai de...

0 Komentar: