Berikanlah Aku 10 Pemuda...

Oktober 04, 2015 Forum Tarbiyah 0 Komentar

Berikan aku...
100 orang hanya bermimpi, tetapi berikanlah aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia!
Begitulah sepenggal pidato Soekarno saat menjabat sebagai presiden Republik Indonesia. Mewakili para pemuda saat itu, presiden Soekarno mengungkapkan harapannya pada seluruh pemuda untuk dapat membangun kejayaan bagi bangsa ini. Ya, pemuda adalah salah satu elemen yang akan terus menyambung estafet kepemimpinan dalam segala aspek. Pemuda adalah generasi penerus bangsa. Pemuda adalah miniatur masyarakat yang lahir dengan jiwa-jiwa penuh semangat, obsesi, cita, dan cinta. Pemuda hadir dengan pemikiran-pemikiran, ide, gagasan, dan kreatifitas untuk terus berkarya.

Ditengah perkembangan zaman yang semakin kacau ini, begitu penting mempersiapkan generasi baru yang mampu memimpin, mengelola, memperbaiki dan mewujudkan cita-cita negeri ini. Dan siapa lagi kalau bukan kita, pemuda Islam yang harus ikut berkontribusi untuk mewujudkannya. Dalam Al quran banyak dikisahkan perjuangan para Nabi dan Rasul a.s yang mereka adalah orang-orang terpilih dari kalangan pemuda yang berusia sekitar empat puluhan. Bahkan ada diantara mereka yang telah diberi kemampuan untuk berdebat dan berdialog sebelum umurnya genap 18 tahun. Berkata Ibnu Abbas r.a. “Tak ada seorang nabi pun yang diutus Allah, melainkan ia dipilih di kalangan pemuda (yakni 30-40 tahun). Begitu pula tidak seorang ‘Alim pun yang diberi ilmu, melainkan ia (hanya) dari kalangan pemuda”.

Sejarah perkembangan Islam di zaman Rasulullah pun telah membuktikan bagaimana golongan pemuda saat itu dapat membuat kebangkitan Islam di Mekkah. Mereka memeluk Islam dan menerima seruan dakwah Rasulullah hingga berjuang bersama untuk menyampaikan syraiat-Nya. Sampai cahaya Islam hadir dan dapat kita rasakan sekarang ini. Mulai dari Ali bin Abi Thalib, Ja’far bin Abi Thalib 18, ‘Aamir bin Fahirah 23 tahun, Mush’ab bin ‘Umair 24 tahun, Abdullah bin al Jahsy 25 tahun, Umar bin al Khathab 26 tahun,Abu Bakar Ash Shiddiq 37 tahun. Secara keseluruhannya, mereka berasal dari kalangan pemuda, bahkan ada di antara mereka seorang remaja yang belum atau baru dewasa. Usamah bin Zaid diangkat oleh Nabi SAW sebagai komander untuk memimpin pasukan kaum muslimin menyerbu wilayah Syam (saat itu merupakan wilayah Rom) dalam usia 18 tahun. Padahal di antara prajuritnya terdapat orang yang lebih tua daripada Usamah, seperti Abu Bakar, Umar bin Khathab dan lainnya.

Sebagai pemuda Islam tentu kita memiliki tugas besar untuk membuat perubahan. Kita dituntut untuk memiliki visi yang besar, bahwa kita adalah sebuah kelompok yang akan menggerakan peradaban. Seorang guru berkata, sebuah perubahan dapat dilakukan dari pengamalan mindset 3+1. Ya, ini adalah mindset bagi pemuda untuk membuat sebuah peradaban baru. Pertama adalah عقلية الهندسة , mindset sebagai seorang engineer. Bahwa kita harus menjadi seorang social designer, karena semenjak Allah SWT meletakkan kita menjadi khalifah, maka tugas kita itu adalah memakmurkan bumi. Seorang social designer pasti mempunyai visi yang jauh. Bahwa kita ingin melakukan perubahan besar dalam skala global untuk Indonesia. Kemudian, ketika kita memiliki sebuah ide yang besar, tentu kita juga memiliki tantangan. Tapi cara kita memandang tantangan ini, haruslah dengan mindset yang kedua عقلية التسخير, bahwa kita memandang setiap masalah dengan mindset sebagai penakluk. Mungkin kita tidak bisa terbang seperti burung, tapi kita bisa membuat pesawat yang dapat terbang sama seperti burung. Bahwa tantangan itu tidak akan pernah lebih besar daripada kemampuan kita sebagai manusia. Dan kita harus lebih besar dari tantangan yang kita hadapi.

Yang ketiga adalah عقلية التجريب, mindset untuk bereksperimen. Kita harus terbiasa dengan pengalaman trial and error. Tidak boleh takut dengan pengalaman-pengalaman baru. Terus mencoba dan jangan takut pada sebuah kegagalan. Karena dari kegagalan kita belajar. Dan pelengkap dari ketiga mindset yang ada yaitu عقلية الإبداع , memulai sesuatu yang baru.Berani menemukan hal-hal baru, mencobanya, dan memulainya. Membuat sebuah inovasi dengan kreativitas. Maka mulai dari sekarang kita bangkit dan bergerak, mendesain, menaklukan setiap tantangan, dan berani membuat eksperimen, hingga tercipta sebuah inovasi baru untuk Indonesia.

“Apakah kita akan menjadi orang yang akan membawa perubahan atau hanya menjadi penonton dari perubahan itu”. Pilihannya ada pada diri kita masing-masing. Perjuangan ini bukan hanya untuk Indonesia, tapi juga untuk kejayaan Islam yang mungkin hadir dari negeri kita tercinta Indonesia. Sebuah pesan dari Asy- Syahid DR Abdullah Azzam “Wahai pemuda Islam, engkau tumbuh dalam desingan peluru-peluru, dentuman meriam, raungan kapal terbang dan deru suara tank. Jagalah diri kalian! jangan terpengaruh oleh senandung lagu milik orang yang dibuai kenikmatan hidup. Jangan terlena oleh musiknya orang yang bermewah-mewahan dan kasurnya orang yang kekenyangan”.

Penulis: Bintu Farafisha

Berikan aku... 100 orang hanya bermimpi, tetapi berikanlah aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia! Begitulah sepenggal pidato Soe...

0 Komentar: