Atau, Lebih Baik Diam..

Mei 14, 2015 Forum Tarbiyah 0 Komentar

Lebih baik diam...

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam,...”. [Bukhari no. 6018, Muslim no. 47]

Bismillahirrahmanirrahiim, semoga apa yang saya tulis (dan copast sebagian, hehe) bisa membawa perubahan dalam kehidupan sehari hari kita, walaupun sedikit. Teman teman mungkin sudah sering banget dengar hadits di atas, berkata baik atau diam. Dan mungkin karena keseringan dengar, makna dari hadits ini jadi hal yang ngga terlalu dipikirkan. Mungkin.

Ketika saya mencoba buat memikirkan maksud dari hadits tersebut, ada beberapa poin yang terpikir oleh saya. Pertama, berkata baik adalah bukti kalo kita beriman. Bisa dibilang kalo perkataan kita masih bisa nyakitin teman kita, iman kita masih harus dipertanyakan. Sedih juga ya kalo dua dari enam rukun iman kita aja masih diragukan. Kedua, berkata baik buat saya adalah tidak menyakiti teman, tidak bohong dalam berbicara, tidak bikin teman berharap dari kata kata kita (atau simpelnya sering kita sebut PHP -pemberi harapan palsu), berbicara hanyal hal hal yang betul menurut kita begitu. Contohnya, bicara ceplas ceplos, muji temen cantik atau ganteng cuma buat nyenengin dia (lol), bilang siap dateng on time tapi malah telat, bilang siap ngerjain suatu amanah tapi malah kerja ala kadarnya. Mungkin kalo buat teman teman, berbohong adalah sesuatu yang udah lama ditinggalin, dan itu sangat bagus.

Tapi masih jarang dari kita yang benar benar "mean what we say". Berkata sesuatu yang bisa kita buktikan dan kita pertanggung jawabkan. Mungkin kita lupa kalau itu masih bagian dari berkata baik, dimana kalo kita tidak bersungguh sungguh sama perkataan kita, iman kita dipertanyakan. Ketiga, jika kita benar benar menerapkan hadits tersebut, dunia ini akan lebih enak untuk dihuni (haha lebay, tapi emang gitu adanya). Ngga akan ada orang yang nyakitin hati kita, ngga ada orang telat, ngga ada orang ini ngga ada orang itu. Tapi poin poin diatas cuma pemikiran saya aja sih, aku mah apa atuh. Hehe. Poin itu bisa aja salah atau ga tepat, nah mari kita liat pembahasan berikut, yang saya kutip beberapa sumber.

Kalimat “barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat”, maksudnya adalah barang siapa beriman dengan keimanan yang sempurna, yang (keimanannya itu) menyelamatkannya dari adzab Allah dan membawanya mendapatkan ridha Allah, “maka hendaklah ia berkata baik atau diam” karena orang yang beriman kepada Allah dengan sebenar-benarnya tentu dia takut kepada ancaman-Nya, mengharapkan pahala-Nya, bersungguh-sungguh melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Yang terpenting dari semuanya itu ialah mengendalikan gerak-gerik seluruh anggota badannya karena kelak dia akan dimintai tanggung jawab atas perbuatan semua anggota badannya, sebagaimana tersebut pada firman Allah :

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya kelak pasti akan dimintai tanggung jawabnya”. (QS. Al Isra’ : 36)

Bahaya lisan itu sangat banyak. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda: “Bukankah manusia terjerumus ke dalam neraka karena tidak dapat mengendalikan lidahnya”.

Di kali lain beliau juga bersabda: “Tiap ucapan anak Adam menjadi tanggung jawabnya, kecuali menyebut nama Allah, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah kemungkaran”.

Jika kita memahami hal ini dan beriman kepada-Nya dengan keimanan yang sungguh-sungguh, maka Allah akan memelihara lidahnya sehingga dia tidak akan berkata kecuali perkataan yang baik atau diam. MasyaaAllaah.

Sebagian ulama berkata: “Seluruh adab yang baik itu bersumber pada empat Hadits, antara lain adalah Hadits “barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam”. 

Sebagian ulama memaknakan Hadits ini dengan pengertian; “Apabila seseorang ingin berkata, maka jika yang ia katakan itu baik lagi benar, dia diberi pahala. Oleh karena itu, ia mengatakan hal yang baik itu. Jika tidak, hendaklah dia menahan diri”. Dalam hal ini maka perkataan yang mubah diperintahkan untuk ditinggalkan atau dianjurkan untuk dijauhi Karena takut terjerumus kepada yang haram atau makruh dan seringkali hal semacam inilah yang banyak terjadi pada manusia.
Allah berfirman: "Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir."(QS. Qaaf : 18)
Bayangkan misalnya kita bilang ke teman kita "iya ini udah di jalan koo" padahal baru selesai mandi, gimana malaikat itu akan merespon?

Kemungkinan 1: geleng geleng dan langsung nyatet
Kemungkinan 2: bilang "ckck bohong lagi nih dia" dan nyatet
Kemungkinan 3: langsung nyatet dan ngga bilang apa apa karena udah keseringan.
Well, ga jelas ya? Hehehee. Tapi dengan berpikir kalo ada makhluk Allah yang akan merespon setiap perkataan kita, seharusnya itu bisa bikin kita cuma berkata yang baik baik aja. Itu baru makhluk Allah, kita juga sering lupa kalo Allah tau setiap kata yang kita ucapkan.

Pengarang kitab Al Ifshah mengatakan: Adapun sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam “maka hendaklah ia berkata baik atau diam” , menunjukkan bahwa perkatan yang baik itu lebih utama daripada diam, dan diam itu lebih utama daripada berkata buruk. Demikian itu karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam sabdanya menggunakan kata-kata “hendaklah untuk berkata benar” didahulukan dari perkataan “diam”. Berkata baik dalam Hadits ini mencakup menyampaikan ajaran Allah dan rasul-Nya dan memberikan pengajaran kepada kaum muslim, amar ma’ruf dan nahi mungkar berdasarkan ilmu, mendamaikan orang yang berselisih, berkata yang baik kepada orang lain.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta`ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (QS. Al-Ahzab : 70 – 71)

Dari ayat diatas, kata yang baik bukan hanya sebagai satu kewajiban, namun lebih dari itu, ia memiilki dampak positif bagi setiap muslim. Diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Allah SWT akan menjadikan orang yang berutur kata dengan baik, bahwa amalnya akan diperbaiki oleh Allah SWT. Menurut Ibnu Katsir firman Allah ( يصلح لكم أعمالكم ) maknanya adalah ( يوفقهم للأعمال الصالحة ) Allah akan menunjukkan mereka pada amal-amal shaleh. Atau memudahkan mereka untuk melakukan amal shaleh.
  • Akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT.
  • Mendapatkan kemenangan yang besar (surga). Ibnu Katsir mengatakan bahwa yang dimaksud adalah diselamatkan dari Azab Allah SWT serta dihantarkan ke dalam keni'matan yang langgeng (surga).
Subhanallah, semoga Allah memudahkan kita dalam urusan perkataan kita. Dengan tulisan ini, insyaaAllah saya akan berusaha lebih keras untuk selalu berkata baik, saya harap teman teman juga begitu. Baarakallahu lii wa lakum.

Penulis: F.A.

Lebih baik diam... Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Bar...

0 Komentar: