Renungkanlah

Juni 21, 2013 Forum Tarbiyah 0 Komentar

Sungguh sebenarnya Allah telah mencukupkan apa-apa kebutuhan kita...

Sahabat… Mari kita renungkan beberapa potongan ayat surat al-Muluk berikut

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ :2

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Sahabat… Allah ciptakan kehidupan dan kematian didunia ini sebagai ujian. Adakalanya manusia berhasil dalam menghadapi ujian tersebut, dan ada kalanya mereka gagal.

Mereka yang berhasil adalah mereka yang senantiasa berjalan diatas petunjuk dan aturan Allah, sedangkan mereka yang gagal adalah mereka yang menyimpang dan lari dari jalan-NYA.

Mereka yang berhasil adalah mereka yang terus beramal kebaikan tanpa henti dan tanpa lelah, sedangkan mereka yang gagal adalah mereka yang mengerjakan maksiat, tanpa taubat, hingga ajal menjemputnya.

Adapun sebaik-baiknya orang yang bermaksiat adalah mereka yang bertaubat, meminta ampun kepada Rabbnya.

Sahabat… Kehidupan dunia ini memang cenderung menjauhkan manusia dari Sang Pencipta.

Harta berlimpah, seharusnya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, justru, menjadi sarana ma’siat kepada-NYA. Harta yang seharusnya menimbulkan rasa cinta antar sesama, justru menjadi sebab permusuhan antar mereka. Harta yang seharusnya membuat bahagia, tetapi sebaliknya, menjadikan manusia sengsara.

Memang, kesilauan terhadap benda-benda dunia, telah melengahkan manusia dari mengingat Allah, seakan akan benda yang ada didunia ini adalah sebuah keindahan yang tiada tara, tiada tandingnya, yang tak bisa musnah, yang keindahannya dianggap melebihi keindahan dan kebesaran Tuhan.

Sahabat… Terkadang, orang yang kita cintai selalu kita puji-puji, kita sanggung-sanjung, seolah-olah tiada cacat dan cela.

Bahkan tidak sedikit manusia yang menangis, hingga kering air mata, karena merindukan orang yang dicintainya. Dada mereka sesak, menahan rasa rindu, karena tidak bisa bertemu dengan pujaan hatinya.

Sementara itu, Tuhan yang menciptakan, menghidupkan, memberi makan, melengkapi keperluan, tidak pernah dirindui, bahkan dilupakan, luput dari ingatan.

Kesempurnaan-NYA jarang sekali disebut, Kebesaran-NYA tidak lagi diagungkan, pujian terhadap-NYA seakan-akan lenyap dalam detik kehidupan.

Sahabat… Syair-syair dan kata mutiara sering dilantunkan sebagai ungkapan kekaguman pada pada insan yang dicinta. Sementara zikir sebagai ungkapan kekaguman dan kesyukuran kepada Tuhan, sudah tiada.

Yaa, itulah… Manusia memang terlalu banyak memberi ruang hatinya kepada makhluk ciptaannya, tetapi manusia menyempitkan ruang hati mereka untuk Tuhannya, dan bahkan melupakan-NYA.

Tumpuan-tumpuan harapan selalu disandarkan kepada manusia. Mengemis, meminta, bertekuk dan bersujud, bahkan merendahkan diri kepada manusia, seakan-akan manusialah penguasa bumi ini, seakan-akan manusialah yang memberi rezeki.

Sementara itu, tangan ini lupa untuk bertengadah kepada penguasa langit dan bumi, penguasa siang dan malam, Raja diatas segala Raja, Yang Maha Berkehendak dan Maha berkuasa.

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ :1

Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Ya Allah…tunjukkanlah kami jalan yang lurus, dan jadikanlah kami orang-orang yang terpaut dan menyandarkan segala urusan hanya kepada-MU.

Penulis: Habibullaharrahman

Sungguh sebenarnya Allah telah mencukupkan apa-apa kebutuhan kita... Sahabat… Mari kita renungkan beberapa potongan ayat surat al-Muluk...

0 Komentar: