Islam dan Pergaulan

Maret 29, 2013 Forum Tarbiyah 1 Komentar


Bagaimana seharusnya kita bergaul?

Islam itu sempurna. Kesempurnaannya tercakup dalam seluruh aspek kehidupan kita. Islam mengatur tingkah kita, bahkan pada prilaku yang kita anggap sepele. Islam inginkan kita hidup teratur dan terorganisir, bukan berantakan dan bebas tanpa aturan. Islam ingin membentuk generasi-generasi yang beradab dan bermartabat.

Salah satu adab hidup yang diatur oleh Islam yang menyangkut hubungan kita dengan sesama manusia adalah adab bergaul.

Apa aja sih adab bergaul dengan sesama manusia? Apakah sama bergaul dengan muslim dan non-muslim? Dengan orang-orang tua dan orang yang dihormati? Keluarga dan tetangga? laki-laki dan perempuan?

Mau tau kan jawabannya? Baca sampe habis yaa.. Ini nih beberapa macam adab pergaulan yang diatur oleh islam:

1.Pergaulan Seorang Muslim dengan Non Muslim
Dalam perkara-perkara umum (sosial) kita harus tetap menjalin hubungan yang baik dengan non muslim sekalipun.

Contoh baik: Nabi berdiri ketika iring-iringan jenazah non muslim melewati beliau. Kehidupan di Madinah yang heterogen dimasa Nabi pun berlangsung dengan damai dan sejahtera serta hak2 para non-muslim terpenuhi selagi para mereka menunaikan kewajibannya sebagai warga negara.

Dalam masalah aqidah dan ‘ubudiyah, kita tegas terhadap non muslim. Seperti: kita tidak mengucapkan dan menjawab salam kepada mereka, tidak mengikuti ritual ibadah mereka, dan semacamnya.

2. Pergaulan Sesama Muslim
Sesama muslim adalah bersaudara, seperti tubuh yang satu dan seperti satu bangunan yang kokoh dan saling mendukung antar bagiannya. Pergaulan sesama muslim dibalut dengan ukhuwah islamiyah.

Ada banyak hak saudara kita atas diri kita, diantaranya sebagaimana dalam hadits Nabi: 1) jika diberi salam hendaknya menjawab, 2) jika ada yang bersin hendaknya kita doakan, 3) jika diundang hendaknya menghadirinya, 4) jika ada yang sakit hendaknya kita jenguk, 5) jika ada yang meninggal hendaknya kita sholatkan dan kita antar ke pemakamannya, 6) jika dimintai nasihat hendaknya kita memberikannya. Juga: tidak meng-ghibah saudara kita, tidak memfitnahnya, tidak menyebarkan aibnya, berusaha membantu dan meringankan bebannya, dan sebagainya. Jika kamu mencintai saudaramu, ungkapkan. Hadiah juga bisa menumbuhkan rasa cinta diantara kita. Jangan mudah mengkafirkan sesama muslim kecuali jika ada sebab yang benar-benar jelas dan jelas.

3. Pergaulan Antar Generasi
Yang tua menyayangi yang lebih muda. Yang muda menghormati yang lebih tua. Ada sebuah ungkapan yang cukup terkenal: "kamaa tadiinu tuudan", sebagaimana kamu berutang seperti itu juga kamu akan dihutangi. Maknanya, kamu akan mendapatkan perlakuan yang sama dengan perlakuanmu terhadap orang lain.

4. Pergaulan dengan Orang yang Dihormati
Hormatilah orang yang dihormati oleh kaumnya. Bagi orang-orang yang biasa dihormati, jangan gila hormat. Juga, penghormatan harus tetap dalam bingkai syariat Islam. Contoh orang-orang yang biasa dihormati: tokoh masyarakat, pejabat atau penguasa, orang-orang yang mengajari kita, dan sebagainya.

5. Pergaulan dengan Ortu dan Keluarga
Bersikap santun dan lemah lembut kepada ibu dan bapak, terutama jika telah lanjut usianya. Jangan berkata uff kepada keduanya. Terhadap keluarga, hendaknya kita senantiasa saling mengingatkan untuk tetap taat kepada ajaran Islam. Sebagaimana Nabi telah melakukannya kepada Ahlu Bait. Dan Allah berfirman: Quu anfusakum wa ahliikum naara.


6. Pergaulan dengan Tetangga
Tetangga harus kita hormati. Misalnya dengan tidak menzhalimi, menyakiti dan mengganggunya, dengan membantunya, dengan meminjaminya sesuatu yang dibutuhkan, memberinya bagian jika kita sedang masak-masak.

7. Pergaulan dengan lawan Jenis
ALLAH memerintahkan kaum lelaki untuk menundukkan pandangannya, sebagaimana firman- NYA; Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. (an-Nuur: 30)

Sebagaimana hal ini juga diperintahkan kepada kaum wanita beriman, ALLAH berfirman; Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. (an-Nuur: 31)

Tentang Menutup Aurat

ALLAH berfirman dan jangan lah mereka mennampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka melabuhkan kain tudung ke dadanya. (an-Nuur: 31)

Juga Firman-NYA; Hai nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri- isteri orang mukmin: Hendaklah mereka melabuhkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.

Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenali, kerana itu mereka tidak diganggu. Dan ALLAH adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (an-Nuur: 59).

Perintah menutup aurat juga berlaku bagi semua jenis. Dari Abu Daud Said al-Khudri berkata: Rasulullah SAW bersabda: Janganlah seseoranglelaki memandang aurat lelaki, begitu juga dengan wanita jangan melihat aurat wanita.

a. Adanya pembatas antara lelaki dengan wanita;

Kalau ada sebuah keperluan terhadap kaum yang berbeza jenis, harus disampaikan dari balik tabir pembatas. Sebagaimana firman-NYA: Dan apabila kalian meminta sesuatu kepada mereka (para wanita) maka mintalah dari balik hijab. (al-Ahzaab: 53)

b. Tidak berdua-duaan Di Antara Lelaki dan Perempuan;

Dari Ibnu Abbas .a. berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Janganlah seorang lelaki berdua-duaan (khalwat) dengan wanita kecuali bersama mahramnya. (Hadis Riwayat Bukhari & Muslim)

Dari Jabir bin Samurah berkata; Rasulullah SAW bersabda: Janganlah salah seorang dari kalian berdua-duan dengan seorang wanita, kerana syaitan akan menjadi ketiganya. (Hadis Riwayat Ahmad & Tirmidzi dengan sanad yang sahih)

c. Tidak Melunakkan Ucapan (Percakapan)
Seorang wanita dilarang melunakkan ucapannya ketika berbicara selain kepada suaminya. Firman ALLAH SWT; Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara (berkata-kata yang menggoda) sehingga berkeinginan orang yang ada penyakit di dalam hatinya tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik. (al-Ahzaab: 32)

Berkata Imam Ibnu Kathir; Ini adalah beberapa etika yang diperintahkan oleh ALLAH kepada para isteri Rasulullah SAW serta kepada para wanita mukminah lainnya, iaitu hendaklah dia kalau berbicara dengan orang lain tanpa suara merdu, dalam pengertian janganlah seorang wanita berbicara dengan orang lain sebagaimana dia berbicara dengan suaminya. (Tafsir Ibnu Kathir 3/350)

d. Tidak Menyentuh Kaum Berlawanan Jenis
Dari Maqil bin Yasar .a. berkata; Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi itu masih lebih baik daripada menyentuh kaum wanita yang tidak halal baginnya. (Hadis Hasan Riwayat Thabrani dalam Mujam Kabir)

Penulis: Shofia Shabrina A

Bagaimana seharusnya kita bergaul? Islam itu sempurna. Kesempurnaannya tercakup dalam seluruh aspek kehidupan kita. Islam mengatur t...

1 komentar: