Remaja Muslim, Valentine’s Day, dan Perlawanan Budaya (1)

Februari 14, 2013 Forum Tarbiyah 0 Komentar

Setiap tanggal 14 Februari rasanya ada yang special bagi sebagian kaula muda, apalagi di zaman yang saat ini sudah kental dengan budaya-budaya baratnya. Mereka punya sebuah perayaan besar yang lebih dikenal dengan Valentine’s day.Mereka bersibuk-sibuk ria menyambut kedatangannya, rasa bangga ketika merayakannya pun kini menjadi fenomena hampir di kalangan remaja di seluruh penjuru dunia. Seakan Valentine’s day sudah menjadi satu ritual yang amat sayang jika terlewatkan. Sebenarnya ada pertanyaan yang kita kemukakan , apa sih sebenarnya valentine’s day itu? Apakah esensinya? Dan bolehkan bagi remaja muslim ikut berkecimpung dalam merayakannya? Apakah perayaan itu bagian dari kultur dan peradaban islam,sehingga kita harus menyemarakkannya? Kalau belom tahu,yuk kita simak sejarah dari hari valentine itu terlebih dahulu.

History of Valentine’s Day

Ada berbagai versi tentang asal muasal Valentin’s Day ini. Beberapa ahli mengatakan bahwa ia berasal dari seorang yang bernama Saint (Santo) Valentine seorang suci kalangan Kristen yang menjadi martir karena menolak untuk meninggalkan agama Kristiani. Dia meninggal pada tanggal 14 Pebruari 269 M., di hari yang sama saat dia menyerahkan ucapan cinta. Dalam legenda yang lain disebutkan bahwa Saint Valentine meninggalkan satu catatan selamat tinggal pada seorang gadis anak sipir penjara yang menjadi temannya. Dalam catatan itu dia menuliskan tanda tangan yang berbunyi “From Your Valentine” ada pula yang menyebutkan bahwa bunyi pesan akhir itu adalah Love From Your Valentine”.

Cerita lain menyebutkan bahwa Valentine mengabdikan dirinya sebagai pendeta pada masa pemerintahan Kaisar Claudius. Claudius kemudian memenjarakannya karena dia menentang Kaisar. Penentangan ini bermula pada saat Kaisar berambisi untuk membentuk tentara dalam jumlah yang besar. Dia berharap kaum lelaki untuk secara suka rela bergabung menjadi tentara. Namun banyak yang tidak mau untuk terjun ke medan perang. Mereka tidak mau meninggalkan sanak familinya. Peristiwa ini membuat kaisar naik pitam. Lalu apa yang terjadi? Dia kemudian menggagas ide “gila”. Dia berpikiran bahwa jika laki-laki tidak menikah, maka mereka dengan tidak segan-segan akan bergabung menjadi tentara. Maka dari itu, dia memutuskan untuk tidak mengijinkan laki-laki menikah.

Valentine juga tidak mendukung ide gila ini. Sebagai seorang pendeta dia bertugas menikahkan lelaki dan perempuan. Bahkan setelah pemberlakuan hukum oleh kaisar, dia tetap melakukan tugasnya ini dengan cara rahasia. Hingga menyeret dirinya ke dalam penjara dan akhirnya dijatuhi hukuman mati.

Walaupun demikian dia selalu bersikap ceria sehingga membuat beberapa orang datang menemuinya di dalam penjara. Mereka menaburkan bunga dan catatan-catatan kecil di jendela penjara. Mereka ingin dia tahu bahwa mereka juga percaya tentang cinta dirinya. Salah satu pengunjung tersebut adalah seorang gadis anak sipir penjara. Dia mengobrol dengannya berjam-jam. Di saat menjelang kematiannya dia menuliskan catatan kecil “Love from your Valentine."

Dan pada tahun 496 Paus Gelasius menseting 14 Pebruari sebagai tanggal penghormatan buat Saint Valentine. Akhirnya secara gradual 14 Pebruari menjadi tanggal saling tukar menukar pesan kasih dan Saint Valentine menjadi patron dari para penabur kasih. Tanggal ini ditandai dengan saling mengirim puisi dan hadiah seperti bunga dan gula-gula. Bahkan sering pula ditandai dengan adanya kumpul-kumpul atau pesta dansa.

Dari paparan di atas kita tahu bahwa kisah cinta Valentine ini merupakan kisah cinta milik kalangan Kristen dan sama sekali tidak memiliki benang merah budaya dan peradaban dengan Islam. Tapi, kenapa sih remaja-remaja muslim ikut larut dan merayakannya?
  1. Banyak dari para remaja muslim yang tidak tahu latar belakang sejarah Valentine’s Day sehingga mereka tidak merasa risih untuk mengikutinya. Dengan kata lain, remaja muslim banyak yang memiliki kesadaran sejarah yang rendah. Wah, harus lebih banyak baca buku lagi nih.
  2. Adanya anggapan bahwa Valentine’s Day sama sekali tidak memiliki muatan agama dan hanya bersifat budaya global yang mau tidak mau harus diserap oleh siapa saja yang kini hidup ditengah hiruk pikuknya budaya barat. Hati-hati guys..!!
  3. Keroposnya benteng pertahanan relijius remaja sehingga tidak mampu lagi menyaring budaya dan peradaban yang seharusnya mereka “lawan” dengan keras. Ayo mas,mba,teteh,aa,diperbanyak ikutan kajian-kajian islaminya.
  4. Adanya perasaan loss of identity kalangan remaja muslim sehingga mereka mencari identitas lain sebagai pemuas keinginan mendapat identitas global.
  5. Hanya mengikuti trend yang sedang berkembang agar tidak disebut ketinggalan zaman.Upps!! hari.
  6. Adanya pergaulan bebas yang kian tak terbendung dan terjadinya de-sakralisasi seks yang semakin ganas.
Bagian 2 bisa dibaca di sini

Setiap tanggal 14 Februari rasanya ada yang special bagi sebagian kaula muda, apalagi di zaman yang saat ini sudah kental dengan buday...

0 Komentar: