Gaul tapi Cinta Qur’an*

April 14, 2012 Forum Tarbiyah 2 Komentar

Membaca Qur'an
Oleh Ali Rakhman

Benar bahwa penampilan menggambarkan kepribadian seseorang, tetapi menghukumi orang hanya karena penampilan semata-mata, bisa menimbulkan kekeliruan.

Begitu sampai dari stasiun setiawangsa ke terminal putra, akupun duduk sejenak untuk melepaskan lelah sambil menunggu bis untuk pulang kekampus tercinta UIA, tepat pukul 9.30pm. Agar waktuku tidak terbuang, maka ku rogoh sebuah buku yang ada didalam tas, sebuah karya Dr. Hamid Fahmi Zarkasi dengan judul “Misykat” yang baru saja aku beli.

Hmmm …. Sebuah buku yang ringan dibaca tetapi syarat dengan makna. Mulai dari topic ‘apa itu BARAT’ kemudian ‘Apa itu TIMUR’ sampai pada pembahasan ‘agama’, ‘filsafat’ , ‘etika’ (baca:akhlak) dll.

Ditengah keasyikkanku membaca, tiba-tiba saja aku dikejutkan oleh seseorang. Sepertinya dia student UIA. Gayanya seperti anak gaul, rambut agak panjang, pakai jaket hitam kulit, celana levi’s digulung, dan memakai sepatu kain berwarna. Sambil memperbaiki rambutnya dia berjalan menuju stop contact listrik untuk menyalakan kipas angin, karena memang udara ketika itu sangat gerah, apalagi dia sedang memakai jaket, sementara itu bus dari UIA belum juga datang.

Kemudian dia duduk pas didepanku. Sambil membaca, aku memperhatikannya, tetapi aku tidak menyapanya, karena ku kira dia anak gaul dan aku khawatir gak nyambung kalau aku ajak bicara.

Beberapa saat kemudian….

Dia membuka tas….

Oh…! Rupanya dia mengeluarkan al-Qur’an, lengkap dengan terjemahannya, lalu dia membuka dan membacanya walaupun saat itu orang sedang ramai, karena sedang menunggu bis.

Tidak seperti kebanyakan orang yang malu-malu membaca Qur’an didepan orang ramai, karena mungkin takut dibilang riya’. Tetapi anak itu terus saja membaca. Hmmmm… mungkin dia tahu bahwa ‘tidak melakukan kebaikan hanya karena takut dibilang riya’ maka itu adalah riya’.

Ya…

Aku mendengar suara bacaannya walaupun tidak begitu jelas karena bisingnya suara kendaraan yang ada diterminal, kulihat dia begitu semangat. Terus dan terus membaca… sampai akhirnya bis dari UIA datang dan akan berangkat menuju kampus.

Sungguh aku tidak menyangka, disebalik penampilannya yang gaul tetapi didalam dadanya tertanam kecintaan kepada al-Qur’an. Sebuah pelajaran yang indah bagiku untuk tidak melihat orang lain dari segi penampilan. Benar bahwa penampilan menggambarkan kepribadian seseorang, tetapi menghukumi orang hanya karena penampilan semata-mata, bisa menimbulkan kekeliruan.

Selain itu, kejadian itu membuat aku berbisik dalam hati, agar tidak menganggap aku lebih baik dari orang lain.

Hmm… Dan pelajaran lainnya yang tak kalah penting adalah bahwa al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca ketika didepan sajadah atau di Masjid, tetapi dimana saja selagi itu tempat suci dan kapan saja selagi memungkinkan bagi kita untuk membacanya.

Jum’at 13 April 11.30 pm

*edisi menyambut Mukhyyam

Membaca Qur'an Oleh Ali Rakhman Benar bahwa penampilan menggambarkan kepribadian seseorang, tetapi menghukumi orang hanya karen...

2 komentar: