Kaya harta dan hati

Maret 06, 2012 Forum Tarbiyah 4 Komentar


"Seandainya kemiskinan itu berwujud manusia maka aku yang pertama kali membunuhnya". (Imam Ali)

Duh, belum apa-apa kok judulnya udah tentang kekayaan? Kayak ngga ada kerjaan aja nih si penulis. ngga pa-pa! Sekali-kali kita nyinggung tentang duit, ya ngga? Saya tau saya ini belum banyak pengalaman tentang nyari uang atau bahkan bisa dibilang seorang yang hijau dalam permasalahan ini, akan tetapi Rasulullah mengajarkan untuk terus belajar dan belajar di dalam hidup ini. Imam Nawawi punya buku tentang fiqh yang di dalamnya membahas detail tentang wanita, pernikahan, perceraian, dsb padahal beliau sendiri belum merasakan menikah. Jadi apa salahnya saya membahas tentang ini? Oke, cukup untuk pendahuluan. Sekarang kita masuk ke intinya.


Begini, saya mau bertanya, adakah Rasulullah sallahu alaihi wasallam itu melarang umat dan pengikutnya untuk menjadi orang kaya? Kalau iya, mengapa sayyidina Abu Bakar, Umar dan Utsman berlomba-lomba menginfakkan hartanya di jalan Allah, dan mereka semua ini adalah orang-orang kaya, dan infaknya ngga tanggung-tanggung, sayyidina Umar setengah hartanya di infakkan, sayyidina Abu Bakar, seluruh hartanya di infakkan, kemudian apakah mereka jadi miskin? Jadi tambah kaya! Ya, kaya harta dan kaya hati! 

Kalau kita di suruh infaq kira-kira berapa sih yang kita keluarin? Paling poll 10 ringgit (maap ya sok tau) itu juga dua hari kepikirannya, udah dikit, di pikirin, ngga ikhlas pula. hehehe! Terus berdalih, dikit kan yang penting ikhlas. Yang bener itu banyak yang penting ikhlas. Buat ngelatih berinfak yang ikhlas caranya gampang. Datengin orang miskin, kasih duit 100 atau 50 ringgit langsung depan dia, wajah dia  pasti berbinar-binar, senyum dan mungkin kita bakal di peluk karena saking senengnya, ya ngga? Enak ngga rasanya? Seneng ngga kita? Pahalanya? Jangan tanya! Allah menjanjikan di dalam alquran, dan Allah adalah maha penepat janji. Jangan takut, pasti diganti.


Oke, kita lanjut pembahasan tentang kaya hati dan harta ini. Anda tau mahar Rasulullah ketika menikahi Khadijah itu berapa? 1000 unta! Kira sekitar 1 juta US Dollar, 9 milyar! Itu baru maharnya saja, belum harta Rasulullah yang lainnya, keren ngga Rasul kita? Subhanallah, dalam berbagai hadis disebutkan bahwa Rasul sering berdoa untuk dijauhkan dari kemiskinan, miskin harta dan juga hati (Allahumma inni ‘adzubika minal kufri wal faqri, Allahumma inni ‘adzubika min ‘adzabil qabri, laa ilaha illa anta)

 Imam Ali berkata: seandainya kemiskinan itu berwujud manusia maka aku yang pertama kali membunuhnya. Terus apakah Rasulullah ngga pernah miskin? Ya pernah lah, 3 tahun Rasulullah miskin. Setelah itu kaya raya, apa pelajaran yang bisa kita ambil? Kalau jadi orang miskin jangan lama-lama. Hehe..kidding..

Umat islam itu harus kaya, harus bisa bersaing dengan orang-orang yahudi dan kafir lainnya. Kenapa? Karena dengan kekayaan kita umat islam bisa menguasai dunia.  Anda tahu berapa jumlah orang yahudi di dunia ini? Cuma  40 juta! Tapi tengkuk Amerika dan Eropa mereka pegang, dari mulai perekonomian, perdagangan, media, pokoknya hampir seluruh aspek! Kita umat islam? Hanya bisa menikmati. Kata Yusuf Qardhawi, sebagai umat yang di banggakan, kita harus menjadi umat yang kaya harta dan hati. Temen saya si Donald trumph pernah bilang gini, “anda terlahir miskin itu ngga apa-apa. yang repot itu anda mati miskin”. Yaa, saya ngga begitu percaya sama omongan dia sih, tapi ada benernya juga si doi.

Muncul banyak pertanyaan, terus kalau semua orang itu orang kaya, siapa yang jadi orang miskin?  Ya terserah siapa aja asal jangan kita orang islam. hehe. Intinya jangan terpaku oleh banyak pertanyaan. Allah itu Maha Adil kok. Kalau kita umat Islam itu kaya, siapa yang untung? Ya orang Islam secara khusus, karena dengan itu kita bisa mempergunakan harta kita dengan baik. Bukankah Allah di dalam Alquran menyuruh kita umat islam untuk berjihad dengan harta dulu baru dengan jiwa. Ya karena  dengan harta kita bisa beli senjata, tank, rudal dan lain sebagainya untuk memusnahkan musuh-musuh Allah. Muncul pertanyaan aneh lagi, kalau jadi orang kaya kan ntar dihisabnya lama? Lho, emang kenapa? Kan kita orang kaya pasti ada jalur VIP nya dong ber AC dan lain sebagainya. Hehe.. kidding..

Rasulullah adalah suri tauladan yang terbaik, Rasul pernah jadi orang miskin pernah juga menjadi orang kaya, pernah menjadi pengembala pernah juga menjadi panglima, pernah menjadi ayah pernah juga menjadi seorang anak. Rasul kita adalah yang paling bisa kita tiru pengalamannya di bandingkan dengan rasul-rasul yang lain seperti contohnya nabi Sulaiman seorang raja, Nabi Yusuf seorang menteri, Nabi Daud pembuat besi dan masih banyak nabi-nabi yang lain yang kita agak sulit meniru atau mencontohnya. 

Itulah mengapa Rasulullah SAW adalah nabi akhir zaman, hidupnya menjadi pedagang lebih lama dibanding menjadi Rasul, dari sini bisa kita ambil kesimpulan bahwa ternyata berdagang itu penting untuk menjadi orang yang kaya, disebutkan bahwa 9 dari 10 pintu rezeki ada di perdagangan. Islam masuk ke Indonesia tanpa sebilah pisau pun, masuk melalui jalur dagang. 

Disebutkan juga dalam berbagai riwayat bahwa Rasulullah itu suka menjual barang yang tidak cepat busuk (bukan berarti yang cepat busuk itu ngga di perdagangkan). Beliau adalah seorang pedagang pakaian dan baju-baju. Penulis dulu juga berdagang di kampus LIPIA Jakarta Cuma bukan dagang baju tapi dagang HP (sama-sama ngga cepet busuk kan ya. hehe) Alhamdulillah hampir satu kampus dari dosen sampai mahasiswa, kalau mau membeli HP, nanyanya ke saya (nanya doang beli ngga) hehe.. jadi curhat.

Oke kita balik lagi, Hasan Albanna seorang Mujaddid itu dalam penyebaran dakwahnya beliau mampu meng-organize banyak pabrik dan usaha-usaha perekonomian lainnya di Mesir pada saat itu demi tegaknya dakwah, jadi jangan pernah berpikir kalau orang-orang (sebut saja PKS) itu kaya akhir-akhir ini malah jadi jelek, orientasinya sudah melenceng. Ya salah itu. Malah justru kita bersyukur orang-orang PKS yang sudah mulai banyak yang kaya karena kita tahu kredibilitas mereka dan sumbangsihnya untuk dakwah, coba kalau hanya orang-orang partai berlambang tumbuhan dan hewan yang kaya, apa jadinya negeri ini? Ubah mindset kita, semakin kaya semakin baik dengan izin Allah. Orang yang kaya lebih banyak berkontribusi untuk ummat, mereka bisa bangun masjid, sekolah, rumah sakit, rumah-rumah untuk orang fakir miskin, dsb.

Sebenarnya masih banyak yang mau saya bicarakan, tapi anggap saja ini part 1, oke? Itu juga kalau di bolehkan untuk mengirimkan lagi.

Salam,

Idrus Salim Al Jufrie

"Seandainya kemiskinan itu berwujud manusia maka aku yang pertama kali membunuhnya". (Imam Ali) Duh, belum apa-apa kok ju...

4 komentar:

  1. Sukran. tulisannya menarik. pencerahan nih..^^

    BalasHapus
  2. sepakattt.
    masya allah, semakin banyak aja ikhwah fotar yang entrepreneur.
    jom sama2 buat jaringan pengusaha kelak kalo kita semua di tanah air, insha allah

    BalasHapus
  3. sepakat, buat jaringan! apapun spesialisasi kita, entrepreneurship penting untuk kita kuasai.
    thanks..

    BalasHapus
  4. Allahuakbar! Ayo bangkit mujahid/mujahidah!

    BalasHapus