Menjadi Wanita Shalihah

Desember 05, 2011 Forum Tarbiyah 3 Komentar



Menjadi wanita shalihah tentunya menjadi dambaan setiap muslimah di dunia ini. Begitu mulianya seorang wanita shalihah, sampai-sampai Rasulullah SAW pun bersabda, “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim).

Dalam QS At-Tahrim ayat 5, Allah SWT secara eksplisit menggambarkan bahwa ada setidaknya enam kriteria wanita shalihah ini, yaitu:

Muslimatin
Seorang wanita shalihah haruslah seorang Muslim. Dia meyakini bahwa Islam adalah agamanya, tali penolongnya, dan dasar keyakinan baginya. Menjadi seorang Muslimah berarti melaksanakan ketentuan dan aturan dari Allah SWT.

“Islam itu adalah engkau harus bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa Ramadhan, dan menunaikan haji ke Baitul Haram jika kamu mampun.” (HR. Muslim)

Mu'minaatin
Wanita yang shalihah adalah seorang yang beriman. Terhadap Allah dan agamanya, dia meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan membuktikan dengan perbuatan. Susah memang untuk mengukur kadar keimanan seseorang. Tapi seorang wanita beriman akan tercermin dari perkataan dan perbuatannya bukan? Karena itu sahabat, mari kita coba untuk selalu berkata dan berbuat yang bermanfaat dalam rangka menjaga keimanan kita terhadap Allah SWT.

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu…” (QS Al-Ahzab: 70-71).

Koonitatin
Maksud dari koonitatin adalah wanita yang taat kepada Allah dan suaminya. Wahh.. walaupun sebagian dari kita belum memiliki suami, tapi ini juga merupakan hal yang mesti kita ketahui. Suami yang seperti apa dulu yang harus ditaati? Tentu saja ada kriterianya.. Makanya sahabatku sayang, yuk kita cari calon pendamping hidup kita yang shaleh, yang bisa membimbing kita dan keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah ma wahdah wa rahmah... Kita minta dari sekarang seorang imam bagi kita yang bisa jadi teladan bagi kita dunia akhirat.. "Orang yang mulia adalah orang yang memuliakan istri/suami-nya, sedangkan orang yang hina adalah orang yang menghinakan istri/suaminya." (Al-Hadist).

Dan percayalah bahwa wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik, pun sebaliknya, wanita keji untuk lelaki yang keji, begitu janji Allah dalam QS An-Nur ayat 26.

Kaibatin
Wanita yang shalihah adalah wanita yang banyak bertaubat. Dia selalu berusaha untuk membersihkan hati dan pikirannya. Salah satu caranya adalah dengan banyak berdzikir alias mengingat Allah dan juga banyak membaca Al-Qur'an. Percaya deh Allah sangat mencintai hamba-Nya yang banyak mengingat-Nya. Rasulullah SAW pun bersabda, “Hendaknya lisanmu dibasahi oleh zikir (mengingat) kepada Allah.” (HR. Tirmidzi).

Bahkan ucapan tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil, walaupun ringan diucapkan, justru kelak akan memberatkan timbangan kita di akhirat. “Sesungguhnya setiap kali tasbih itu sedekah, setiap kali takbir itu sedekah, setiap kali tahlil itu sedekah…” (HR. Muslim).

'Abidatun
Maksudnya adalah seseorang yang ahli ibadah. Dia tidak hanya melaksanakan hal-hal yang wajib saja, tapi yang sunnah pun senantiasa dilaksanakan. Rasulullah SAW pun telah mencontohkan amalan-amalan sunnah semasa hidupnya. Misalnya dalam HR Imam Ahmad dan Nasa’i diriwayatkan bahwa terdapat empat hal yang tidak pernah Rasulullah SAW tinggalkan semasa hidupnya, yaitu puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram, puasa selama 10 hari pada bulan Dzulhijjah, puasa 3 hari pada pertengahan bulan , dan salat sunnah 2 rakaat sebelum subuh.

Ataupun ibadah sunnah lain seperti shalat tahajjud misalnya, yang memiliki begitu banyak keistimewaan. "Perintah Allah turun ke langit dunia di waktu tinggal sepertiga akhir dari waktu malam, lalu berseru: Adakah orang-orang yang memohon (berdo'a), pasti akan Kukabulkan, adakah orang-orang yang meminta, pasti akan Kuberi dan adakah yang mengharap/memohon ampunan, pasti akan Kuampuni baginya. Sampai tiba waktu Shubuh." (Al Hadits).

Makanya setiap ada kesempatan, ayo kita manfaatkan waktu untuk melaksanakan amalan-amalan sunnah untuk meningkatkan ketakwaan dan kepantasan diri kita di hadapan Allah.

Syaihatun
Wanita yang shalihah adalah wanita yang suka berpuasa. Ternyata puasa itu banyak mengandung hikmahnya lhoo.. Selain kita dilatih untuk berempati dan mengendalikan hawa nafsu, puasa pun dapat mencegah kita untuk merasa frustasi. Dengan berpuasa, kita akan menjadi orang yang tidak cepat mengeluh dan tidak cepat putus asa. Karena, puasa merupakan media dalam meminta pertolongan kita kepada Allah.

Dari keenam kriteria tersebut, ayo kita evaluasi diri kita, sudah sejauh manakah “kadar keshalihahan” diri kita. Mari kita terus berusaha dan berupaya untuk memperbaiki diri kita agar kita dapat menjadi wanita shalihah kesayangan Allah. Amin ya Rabbal ‘alamin..

Wallahu’alam bi ash-Shawwab

Penulis: Qurroh Ayuniyyah

Menjadi wanita shalihah tentunya menjadi dambaan setiap muslimah di dunia ini. Begitu mulianya seorang wanita shalihah, sampai-sampai Ra...

3 komentar:

  1. syukran katsiran ukhti...insya allah kita semua menjadi wanita shalihah...aamiin

    BalasHapus
  2. subhahanalloh,,,,semoga wanita yang demikian selalu dimilyakan oleh Alloh.Amien!!!

    BalasHapus
  3. Smoga Allah menjadikan kita sbg wanita shalihah. Allahumma aamiin.

    BalasHapus