Muslim dan Hijrah

November 28, 2011 Forum Tarbiyah 0 Komentar



oleh :  Yuni Yulia Farikha  


Tidak terasa kita sudah berada di tahun baru Hijriyah 1433. Sedikit mengingat tentang sejarah, tahun baru hijriyah mulai ditetapkan oleh khalifah kedua, Umar bin Khattab dengan bertitik tolak kepada peristiwa hijrahnya nabi Muhammad saw beserta para pengikutnya dari Makkah ke Yastrib (Madinah).

Hijrah dari kata hajara yang memiliki arti meninggalkan sesuatu dan berpindah. Adapun arti berpindah bukan hanya berpindah secara fisik. Dalam hadits riwayat Bukhari diuraikan “ Seorang yang berhijrah (muhajir) ialah yang hijrah dari segala perbuatan yang dilarang Allah SWT”.

Apabila direlevansikan dengan kondisi umat saat ini, maka hijrah bukan lagi menjadi sebuah pilihan, tetapi menjadi sebuah kewajiban seorang muslim. Sebagaimana ulama besar tanah air, Buya Hamka menuturkan bahwa melihat keadaan sekarang ini, di mana pedoman kehidupan sudah kabur, nilai yang benar dan salah kadang kacau balau, yang haq dan batil sudah tidak tentu ujung pangkalnya, maka umat Islam harus hijrah. Beliau menambahkan bahwa umat harus hijrah sebagaimana dalam QS Al Ankabut 26, “Saya hijrah kepada Tuhanku”. Hijrah juga mengharuskan setiap muslim bersikap tegas dan jelas dalam meningglkan larangan Allah SWT. Selain itu muslim juga hijrah dalam menjalankan segala perintahNya secara sungguh-sungguh dan gradually.




Selain itu, makna hijrah yang diwujudkan dalam bentuk komitmen lebih dikenal dengan hijrah qalbiyah, hijrah hati atau hijrah mental yang berlaku sepanjang masa. Hijrah hati menurut Ibnul Qayyim Al Jauziyah dalam Thariqul Hijratain , seorang muslim selama dalam perjuangan mengarungi kehiduan ini akan menempuh dua jalan hijrah. Pertama, hijrah kepada Allah yang dilakukan dengan taqarrub kepadaNya, mencintai, berbakti, berserah diri, berdoa dan senantiasa mengharap ridhaNya. Kedua, hijrah kepada Rasulullah saw, dengan mengikuti langkah-langkah dan perjuangannya.

Semoga kita dapat selalu mengenang momentum tahun baru hijriyah secara mendalam. Semoga kita dapat menghayati semangat, hikmah hijrah dan relevansinya dalam dunia saat ini untuk memperbaiki kualitas diri dan umat agar semakin lebih baik. Selamat tahun baru 1433 H, dan mari berhijrah!

oleh :  Yuni Yulia Farikha   Tidak terasa kita sudah berada di tahun baru Hijriyah 1433. Sedikit mengingat tentang sejarah, tah...

0 Komentar: